Festival Film Internasional Busan akan Rayakan Kebangkitan Industri Film Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 23 Agustus 2023
Festival Film Internasional Busan akan Rayakan Kebangkitan Industri Film Indonesia
Perayaan ini didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. (Foto; Unsplash/Jeremy Yap)

KEBANGKITAN industri film Indonesia yang sedang berlangsung akan dirayakan di Festival Film Internasional Busan, yang akan datang.

Berbagai film Tanah Air kini rutin diseleksi dan sering kali memenangkan hadiah di berbagai festival besar internasional. Dikutip dari Variety, Selasa (22/8), pasar penonton di Indonesia, yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia, berkembang pesat seiring dengan meningkatnya jumlah bioskop dan produksi film dalam negeri yang menguasai sebagian besar pangsa pasar.

Indonesia juga memperkuat kebijakan budayanya untuk memelihara pertumbuhan industri film dan membina pembuat film Indonesia yang baru muncul.

Baca juga:

Srinewlat Siap Mengocok Perut Masyarakat Indonesia

Akan ada enam film yang di putar di festival itu, lima film pendek dan satu seri. Seperti, dua episode pertama Gadis Kretek serial Netflix karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, yang menggali kehidupan seorang protagonis perempuan yang terkait dengan industri rokok Indonesia tahun 1960-an, akan ditayangkan perdana di festival tersebut.

Penayangan perdana dunia lainnya adalah, 24 Jam Bersama Gaspar oleh Yosep Anggi Noen. Film ini mengikuti cerita Gaspar, seorang detektif amatir yang menangani kasus pembantaian massal yang melibatkan pemerintah, di mana ia bertemu dengan seorang informan yang memberikan dia petunjuk tentang teman masa kecilnya yang hilang secara misterius, Kirana. Dalam perjalanannya Gaspar menghadapi Wan Ali, seorang penjahat perdagangan manusia. Film ini berpartisipasi dalam Proyek Pasar Asia 2022 di Busan.

Kemudian film Sara (2022) oleh Ismail Basbeth, yang menggikuti konflik yang dihadapi oleh seorang perempuan transgender dalam keluarga dan komunitasnya, juga akan tayang perdana di Busan seperti halnya film pendek Nirartha Bas Diwangkara berjudul Where the Wild Frangipanis Grow.

Baca juga:

5 Film tentang Pahlawan Nasional untuk Rayakan HUT ke-78 RI

Karya maestro horor Indonesia, Joko Anwar, yakni Perempuan Tanah Jahanam, pemenang festival film di Bucheon, juga akan memeriahkan acara tersebut. Film lain yang ditampilkan antara lain film pemenang Rotterdam tahun 2013 karya Mouly Surya, Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta, pemenang Citra Awards 2017 karya Edwin yakni Posesif, dan pemenang Festival Film Internasional Asean tahun 2017 karya BW Purba Negara, Ziarah.

Film pendek unggulannya yang juga telah mengikuti berbagai festival internasional antara lain, Basri & Salma in a Never-Ending Comedy karya Khozy Rizal di Cannes 2023, Dancing Colors karya M. Reza Fahriyansa di Locarno 2022, pemenang Busan 2021 karya sutradara Tumpal Tampubolon yakni Laut Memanggilku, dan Vania on Lima Street (2022) karya Bayu Prihantoro Filemon.

Perayaan kebangkitan Sinema Indonesia juga didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia. Sutradara dan aktor dari setiap film unggulan dijadwalkan mengunjungi Busan dan berpartisipasi dalam beberapa acara di sana.

Festival Film Internasional Busan ke-28 berlangsung pada 4 - 13 Oktober. Sementara Asian Contents & Film Market ke-18 akan berlangsung pada 7 - 10 Oktober. (kna)

Baca juga:

Bioskop Online Hadirkan 'Film Pendek 17 Sutradara Perempuan Bercerita'

#Agustus Sebangsa Panjat Sosial #Film #Film Indonesia #Festival Film
Bagikan
Ditulis Oleh

Krisna Bagus

work smart, play hard.
Bagikan