Festival Cilung 2025 Digelar untuk Peringati Hari Sungai Sedunia, 43 Perahu Botol Plastik Bekas Berlayar di Ciliwung

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 29 September 2025
Festival Cilung 2025 Digelar untuk Peringati Hari Sungai Sedunia, 43 Perahu Botol Plastik Bekas Berlayar di Ciliwung

Pemprov DKI menggelar Festival Parade Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2025 di Sungai Ciliwung. (Foto: dok Pemprov DKI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DINAS Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melalui Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS BA) menggelar Festival Parade Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2025, Minggu (28/9). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia. Acara berlangsung di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jalan Inspeksi, MT Haryono, Jakarta Selatan.

Sebanyak 43 perahu hasil daur ulang botol plastik air minum dalam kemasan (AMDK) berlayar menghiasi sungai yang menjadi salah satu ikon Jakarta itu. Parade perahu tersebut merupakan karya pasukan orange UPS BA dan simbol ajakan untuk peduli terhadap kebersihan sungai.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengapresiasi penyelenggaraan Festival Cilung 2025. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan bagian dari gerakan pelestarian sungai sebagai warisan ekologis dan budaya kota.

"Ciliwung memiliki sejarah panjang yang erat dengan kehidupan masyarakat Jakarta. Sungai ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga berpotensi menjadi pusat ekonomi dan wisata air di masa depan," ujarnya.

Baca juga:

Penanganan Banjir Ibu Kota, Pemprov DKI Segera Lakukan Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung



Lebih lanjut, Afan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta tengah menata Banjir Kanal Barat (BKB) yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Ia berharap upaya tersebut bisa menjadi contoh nyata bahwa sungai yang tertata dan bersih mampu mendukung pengembangan pariwisata, ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Kepala Dinas LH DKI Asep Kuswanto menekankan festival ini menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. "Sungai merupakan bagian dari peradaban Jakarta. Menjaga kebersihan sungai berarti merawat warisan kota untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai," kata Asep.

Ia menyoroti salah satu penyumbang utama sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang yang kini hampir menyentuh ketinggian 60 meter berasal dari sampah sungai.

"Kami mendorong masyarakat untuk aktif memilah sampah sejak dari rumah. Ini langkah sederhana, tetapi penting untuk mengurangi beban TPA dan memutus aliran sampah menuju sungai," tegasnya.

Kepala UPS BA Dinas LH DKI Jakarta Dadang Cahya Rusdiana menjelaskan Festival Cilung tahun ini dirancang lebih semarak dengan melibatkan unsur budaya lokal. Selain parade perahu, pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan khas Betawi seperti Bodoran, Palang Pintu, dan Tari Topeng. "Sungai sejak lama menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Jakarta, sekaligus ruang interaksi sosial. Olaeh karena itu, kami ingin menguatkan pesan tersebut dengan menampilkan budaya Betawi sebagai bagian dari festival," ungkap Dadang.

Tak hanya parade dan pertunjukan seni, pengunjung juga dapat mencoba menaiki perahu Cilung secara gratis. Disediakan pula ruang edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis daur ulang, termasuk pertunjukan kostum dari limbah plastik serta sesi penandatanganan komitmen bersama menjaga sungai Jakarta tetap bersih.

"Kami berharap Festival Cilung menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh warga Jakarta bahwa sungai merupakan jantung kota. Menjaganya bersih adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Dadang.(Asp)

Baca juga:

Biar Indah, Pramono Mau Tepi Ciliwung dari Manggarai-Sudirman Dibuat Vertical Garden



#DKI Jakarta #Kali Ciliwung #Sungai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Air Perpipaan PAM Jaya Bantu Perlambat Penurunan Muka Tanah Jakarta
Dengan tersedianya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Air Perpipaan PAM Jaya Bantu Perlambat Penurunan Muka Tanah Jakarta
Indonesia
KJMU Tahap II Tahun 2026 Keluar November, Pemprov DKI Minta Maaf atas Perubahan Waktu Pencairan
Saat ini proses penyaluran masih memerlukan verifikasi lanjutan terhadap data penerima.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
KJMU Tahap II Tahun 2026 Keluar November, Pemprov DKI Minta Maaf atas Perubahan Waktu Pencairan
Indonesia
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Gubernur Pramono Anung menargetkan rapelan selisih gaji PJLP DKI Jakarta mulai dibayarkan awal November 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Indonesia
Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027, Siap Jamu 50 Pemimpin Dunia
Jakarta siap menyambut delegasi dari lebih dari 50 kota di dunia yang akan menghadiri forum tahun depan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027, Siap Jamu 50 Pemimpin Dunia
Indonesia
Gubernur Pramono Pastikan tak Ada Pemotongan Anggaran SDA untuk Menanggulangi Banjir
Pramono mengatakan normalisasi sungai yang lama tidak dilakukan kini kembali dikerjakan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Gubernur Pramono Pastikan tak Ada Pemotongan Anggaran SDA untuk Menanggulangi Banjir
Indonesia
9 Rute Transjakarta di Jakpus Dialihkan, Kamis (29/10)
Sebanyak empat rute mengalami perpendekan dan lima rute mengalami pengalihan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
9 Rute Transjakarta di Jakpus Dialihkan, Kamis (29/10)
Indonesia
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Kawasan Mampang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Indonesia
JakPro Janji Bereskan Tata Kelola Fasilitas JIS setelah Dikritik Rumput Lapangan Buruk
Evaluasi kondisi lapangan secara berkala menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas rumput tetap terjaga sesuai standar teknis yang berlaku.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
JakPro Janji Bereskan Tata Kelola Fasilitas JIS setelah Dikritik Rumput Lapangan Buruk
Indonesia
Jakarta dan Tokyo Perkuat Kemitraan Sister City, Bahas Kebudayaan hingga Komunitas Kreatif
Jakarta terus mendorong revitalisasi kawasan Kota Tua dengan tetap menjaga nilai sejarah dan budayanya.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jakarta dan Tokyo Perkuat Kemitraan Sister City, Bahas Kebudayaan hingga Komunitas Kreatif
Indonesia
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Penurunan lebih dari 52 persen itu ditopang pemanfaatan infrastruktur sosial di tingkat masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Bagikan