Ferdy Sambo Pegang Senjata saat Brigadir J Terkapar Bersimbah Darah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yang menjerat Irjen Pol Ferdy Sambo tersangka.

Listyo menyebut, Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam Polri memegang senjata dan berdiri di depan Brigadir J. Fakta Sambo memegang senjata saat aksi pembunuhan terjadi pada 8 Juli 2022 itu diketahui dari pernyataan baru Bharada E.

Baca Juga:

Kapolri Sebut Ferdy Sambo Janjikan SP3 kepada Bharada E

Hal itu diungkap Kapolri dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/8).

"Saat itu, Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yosua (Brigadir J) terkapar bersimbah darah. Kemudian FS (Ferdy Sambo) berdiri di depan (Brigadir J) memegang senjata dan diserahkan ke Richard (Bharada E)," kata Listyo.

"Itu timsus lapor ke saya dan minta Richard laporkan secara langsung," sambung jenderal bintang empat itu.

Baca Juga:

LPSK Pastikan Bharada E Dapat Perlindungan 24 Jam

Listyo menjelaskan, perubahan keterangan dan adanya fakta baru kronologi pembunuhan Brigadir J ini diketahui setelah janji Sambo kepada Bharada E tak ditepati.

Saat itu, Sambo berjanji untuk memberhentikan penyelidikan kasus tewasnya Brigadir J. Namun, yang terjadi, Bharada E justru ditetapkan sebagai tersangka.

"Atas dasar tersebut, Richard menyampaikan akan mengatakan keterangan secara jujur dan terbuka. Ini yah mengubah semua informasi awal dan keterangan yang disampaikan saat itu," ujar Listyo. (Pon)

Baca Juga:

Digugat Mantan Pengacara Bharada E, Mabes Polri Pilih Fokus Bongkar Kasus Ferdy Sambo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mabes Polri Sebut Lemahnya Pengawasan di Bandara Picu Pemain Karantina Beraksi
Indonesia
Mabes Polri Sebut Lemahnya Pengawasan di Bandara Picu Pemain Karantina Beraksi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aksi curang terkait aturan karantina diusut tuntas.

Mendagri Minta KPU Kalkulasi Anggaran Pemilu Secara Matang
Indonesia
Mendagri Minta KPU Kalkulasi Anggaran Pemilu Secara Matang

KPU diminta melakukan kalkulasi anggaran penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 secara cermat dan matang.

Kapasitas Penumpang Pesawat dan Bandara Kini 100 Persen
Indonesia
Kapasitas Penumpang Pesawat dan Bandara Kini 100 Persen

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperbolehkan kapasitas pesawat dan bandara digunakan penuh.

Sanksi Tegas Menanti 6 Oknum Prajurit TNI yang Terlibat Pembunuhan Warga di Mimika
Indonesia
Sanksi Tegas Menanti 6 Oknum Prajurit TNI yang Terlibat Pembunuhan Warga di Mimika

Terhadap kasus itu, tegas Tatang, TNI AD akan serius mengungkap tuntas dan akan memberikan sanksi tegas dan berat terhadap para pelaku sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

PPIH Diminta Bekerja Lebih Ekstra Memastikan Kesehatan Jemaah Haji
Indonesia
PPIH Diminta Bekerja Lebih Ekstra Memastikan Kesehatan Jemaah Haji

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) khususnya bidang kesehatan haji 2022 bekerja lebih ekstra untuk memastikan keselamatan jemaah haji 2022.

Politikus Demokrat Andi Arief Serahkan Uang dari Bupati PPU ke KPK
Indonesia
Politikus Demokrat Andi Arief Serahkan Uang dari Bupati PPU ke KPK

KPK telah menerima uang yang diserahkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief senilai Rp 50 juta.

Golkar Sebut Usul Demokrat Soal Penonaktifan Kapolri Tidak Relevan
Indonesia
Golkar Sebut Usul Demokrat Soal Penonaktifan Kapolri Tidak Relevan

Penonaktifan Kapolri dinilai tidak relevan dalam penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Golkar Banten Usung Andika Hazrumy Jadi Cagub 2024
Indonesia
Golkar Banten Usung Andika Hazrumy Jadi Cagub 2024

Golkar Provinsi Banten telah mengusung Andika Hazrumy untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten pada 2024 nanti.

Ketidakseimbangan Ekonomi Global Terus Berlanjut
Indonesia
Ketidakseimbangan Ekonomi Global Terus Berlanjut

Tantangan lainnya adalah dampak panjang 'luka memar' atau scarring effect akibat pandemi dan konflik Rusia dan Ukraina.

Gugat Hasil TWK ke PTUN, Novel Baswedan: Agar KPK tak Semakin Rusak
Indonesia
Gugat Hasil TWK ke PTUN, Novel Baswedan: Agar KPK tak Semakin Rusak

Novel menyebut gugatan dilayangkan karena kecintaan para mantan pegawai terhadap KPK. Dia tak mau lembaga pemberantasan korupsi semakin rusak dan tidak lagi mendapat kepercayaan masyarakat.