Fenomena Maraknya Pinjaman Online di Masa Pandemi Pinjaman online menjamur di masa pandemi (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

PANDEMI COVID 19 yang masih berlangsung hingga saat ini, sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.

Banyak sektor industri dan ekonomi membatasi kegiatan bahkan terpaksa harus menutup usahanya. Itu berdampak pada hilangnya mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat.

Baca Juga:

Tips Ampuh Menghindari Transaksi Pinjaman Online Ilegal

Urusan pun tambah pelik tatkala kebutuhan dasar dan kebutuhan lainnya tetap harus dipenuhi dan jalan pintas peminjaman uang secara cepat menjadi salah satu opsi.

Seolah memanfaatkan kondisi perekonomian masyarakat tersebut, perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal pun kian marak.

Mereka menawarkan pinjaman cepat dengan sistem penagihan yang tidak beretika, yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.

pinjol
Menjamurnya pinjaman online ilegal. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan bahwa keberadaan pinjol ilegal ini bukan hanya meresahkan masyarakat tapi juga membawa kerugian pada industri pinjaman cepat di Indonesia.

"Kinerja dan kontribusi baik dari industri ini tercoreng karena hadirnya oknum pinjol yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu AFPI sangat mendukung usaha semua pihak untuk memberantas keberadaan pinjol ilegal ini," ujarnya.

Sejauh ini, AFPI bersama OJK dan instansi lainnya seperti Kemenkominfo, Kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), terus berkolaborasi untuk membatasi gerak dan memberantas perusahaan pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran pinjaman cepat dan taktis bagi masyarakat Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan dan positif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap dana taktis, terutama dalam kondisi darurat.

Baca Juga:

AstraPay, Dompet Digital Baru dari Astra

Hingga 31 Juli 2021, total penyaluran pinjaman fintech pendanaan telah mencapai Rp 236,47 Triliun kepada lebih dari 66 juta masyarakat Indonesia. Kasus gagal bayar serta penagihan tidak beretika yang dilakukan perusahaan pinjol ilegal marak saat ini. Mencederai semangat industri fintech pendanaan untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian mereka.

Sebagai asosiasi yang merupakan wadah pelaku usaha fintech P2P (Peer to Peer) Lending atau fintech pendanaan bersama di Indonesia, AFPI berkomitmen penuh mendorong akses pendanaan untuk inklusi melalui jasa keuangan digital. Ini dengan mengusung arsitektur yang meliputi: policy advocacy, code of conduct, literasi dan edukasi, data knowledge and intelligence, dan kolaborasi.

pinjol
Pinjaman online meresahkan. (Foto: Pexels/ Pixabay)

Dalam upaya menjaga kompetensi SDM di dalamnya, AFPI rutin menyelenggarakan sertifikasi pada tiap-tiap profesi. Hal ini guna memastikan SDM terkait melakukan fungsi sesuai koridor yang sudah ditentukan.

Selain itu, AFPI pun bertugas menjadi garda depan dalam melakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan risiko dari fintech pendanaan.

Dalam hal ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya, AFPI akan mengambil langkah tegas dengan mengenakan sanksi yang berlaku.

Secara konsisten, AFPI terus meningkatkan kedisiplinan para anggotanya untuk beroperasi sesuai dengan pedoman perilaku industri, peraturan regulator dan Undang-undang (UU) yang berlaku. Untuk itu, AFPI menghimbau para konsumen untuk bijak dalam menghadapi tawaran peminjaman uang.

"Hendaknya meminjam sesuai kemampuan dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, serta jangan sekali-sekali berhubungan dengan pinjol ilegal, yang sepertinya mudah memberikan pinjaman, tanpa syarat namun ternyata bisa menjerat," urainya. (avia)

Baca Juga:

Bayar Pajak Praktis dengan Dompet Digital

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketahui Perbedaan Whatsapp, Telegram dan Line untuk Keperluan Bisnis
Fun
Ketahui Perbedaan Whatsapp, Telegram dan Line untuk Keperluan Bisnis

Ketiganya memiliki manfaat untuk mengembangkan bisnis daring.

Prittttt! Begini Ketangguhan Petugas Parkiran
Hiburan & Gaya Hidup
Prittttt! Begini Ketangguhan Petugas Parkiran

Mengatur kendaraan masuk-keluar, sambil berteriak, "Mundur..mundur. Sebelah sini!”.

Menanggapi Pembatasan Lagu Barat KPID, Ernest Prakasa Lempar HP ke Kolam
ShowBiz
Menanggapi Pembatasan Lagu Barat KPID, Ernest Prakasa Lempar HP ke Kolam

Ada 42 lagu yang tidak boleh diputar di bawah jam 22.00 WIB.

Soundtrack Sempurna untuk 4 Adegan Film Ikonik
ShowBiz
Soundtrack Sempurna untuk 4 Adegan Film Ikonik

Lagu yang dipakai meningkatkan momen luar biasa jadi sebuah kesempurnaan.

KSDD, Jagoan Negeri Aing Selalu Siap Mendonorkan Darah Meski Pandemi
Fun
KSDD, Jagoan Negeri Aing Selalu Siap Mendonorkan Darah Meski Pandemi

KSDD hadir untuk mendonorkan darah kepada siapapun yang membutuhkan.

Ganti Lirik Rap 'I'll Be Missing You', BTS Sebarkan Pesan Positif
ShowBiz
Ganti Lirik Rap 'I'll Be Missing You', BTS Sebarkan Pesan Positif

Lagu hit yang dirilis pada Mei 1997 itu dibuat oleh rapper Sean Combs.

Kenalkan Inklusi, Karakter LGBTQ Dimunculkan dalam Animasi Anak
Fun
Kenalkan Inklusi, Karakter LGBTQ Dimunculkan dalam Animasi Anak

Mematahkan mitos bahwa anak tidak terlalu dini untuk diperkenalkan pada inklusi.

Mengintip Kalori yang Tersembunyi di Balik Permen 'Squid Game'
Fun
Mengintip Kalori yang Tersembunyi di Balik Permen 'Squid Game'

Dalam salah satu scene, tampak para pemain harus memotong permen dalgona sesuai dengan pola yang disediakan.

Pria Ini Hasilkan Rp 28 juta Per Minggu dari Menguji Kesetiaan Perempuan
Fun
Pria Ini Hasilkan Rp 28 juta Per Minggu dari Menguji Kesetiaan Perempuan

Seorang pria berusia 20 tahun asal Alabama bernama Xavier Long, mengklaim bahwa dirinya bisa meraih penghasilan ribuan dolar per minggu.

Eratkan Silaturahmi di Akhir Ramadan
Fun
Eratkan Silaturahmi di Akhir Ramadan

Silaturahmi harus tetap terjalin walau ramadan sudah mau berakhir.