Fenomena Krisis Air di Indonesia yang Mengkhawatirkan Indonesia kekurangan air bersih. (Foto Thejakartapost.com)

PENGGUNAAN air secara global telah meningkat dua kali lipat dari pertumbuhan populasi di abad ini. Fenomena ini pun menyebabkan tantangan yang besar bagi beberapa negara untuk mengatasi permintaan air yang tinggi.

Minimnya akses air bersih yang sedikit tentunya menimbulkan ancaman bagi masyarakat. Krisis air diibaratkan sebagai krisis kesehatan.

Selain mengalami kesulitan untuk minum dan membersihkan makanan, fasilitas sanitasi dan higienitas pribadi juga menjadi terganggu. Belum lagi membahas tentang berbagai penyakit yang ditularkan lewat air (water-borne) seperti kolera, tifoid, disentri, gastroenteritis, dan hepatitis.

Sayangnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang masih kekurangan air bersih.

Indonesia mengalami krisis air. (Foto youthkiawaaz.com)
Indonesia mengalami krisis air. (Foto youthkiawaaz.com)

Selama bertahun-tahun, negara kepulauan terbesar di dunia ini memang telah memiliki kemajuan ekonomi yang sangat pesat dan mengesankan. Dikutip dari Water Roam, persentase individu yang hidup di bawah garis kemiskinan menurun dari 17, 42 % pada 2003 menjadi 9,41% pada 2019.

Baca juga:

NGO dan Influencer Berkolaborasi Wujudkan Indonesia Ramah Lingkungan

Meskipun perekonomian di Indonesia telah membaik, namun sampai hari ini, masih ada sekitar 24 juta orang Indonesia yang masih kekurangan pasokan air bersih yang stabil. Tercatat 38 juta orang Indonesia lainnya tidak memiliki akses pada fasilitas kebersihan yang memadai.

Situasi ini pun diperparah dengan lokasi geografis Indonesia yang berada di lintasan garis Khatulistiwa sehingga hanya merasakan dua musim, kemarau dan hujan. Situasi menjadi lebih parah pada musim kemarau karena lonjakan permintaan air bersih semakin tinggi sehingga menaikkan biaya.

Pada musim kemarau di Jawa, satu rumah tangga bisa menghabiskan hingga Rp 1 juta per bulan untuk membeli air dari truk pengiriman setiap bulan.

Sedangkan, gaji bulanan rata-rata orang Indonesia pada 2019 adalah Rp 2,6 juta. Dengan begitu, mereka menghabiskan lebih dari sepertiga penghasilan mereka untuk mendapatkan air bersih.

Masalah persediaan air di Indonesia juga dipengaruhi oleh dampak pasca bencana yang semakin mengancam nyawa penduduk Nusantara.

Indonesia rawan bencana alam. (Foto Britannica)
Indonesia rawan bencana alam. (Foto Britannica)

Lokasi geografis Indonesia yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik. Ini membuat Indonesia memiliki aktivitas seismik yang tinggi. Sehingga membuat Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.

Beberapa tsunami paling mematikan sepanjang sejarah terjadi di Indonesia. Termasuk tsunami Samudera Hindia pada 2004 memakan korban lebih dari 200 ribu orang.

Baca juga:

Belajar dari Youtube, Coki Pardede Disebut Pakai Narkoba Lewat Dubur

Pada 2018, Indonesia mengalami 2,426 bencana alam. Angkanya pun bertambah menjadi sebesar 3,622 kali pada 2019. Tahun lalu, tercatat sejumlah 2,059 bencana alam selama Januari sampai September. Jumlah tersebut pun belum termasuk bencana alam yang terjadi pada November dan Desember atau yang dikenal sebagai 'musim bencana'.

Bencana alam yang tidak terhindarkan ini terus-menerus menempatkan jutaan kehidupan orang dalam bahaya. Ketika terjadi bencana, sarana air bersih untuk keperluan sanitasi maupun dikonsumsi juga rusak.

Pada gempa Lombok yang terjadi pada 29 Juli dan 5 Agustus 2018, kerusakan yang paling parah terjadi pada jaringan perpipaan PDAM sehingga mengancam pasokan air bersih bagi sebagian besar penduduk.

Rumah hancur akibat gempa di Lombok, 2018. (Foto Phys.org)
Rumah hancur akibat gempa di Lombok, 2018. (Foto Phys.org)

Terlepas dari banyaknya kota-kota besar di pulau ini, Jawa, pulau terpadat di Indonesia, tidak memiliki pasokan air yang sebanding dengan volume air yang dibutuhkan untuk menopang populasi yang terus bertambah.

Tidak hanya itu, perubahan iklim juga berperan besar dalam penurunan persediaan air karena Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem.

Dikutip dari Water Roam, sumber air utama di Jakarta adalah sungai Citarum, yang dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Ada 35 juta orang di Indonesia masih bergantung pada sumber air yang telah terkontaminasi limbah konsumen dan industrial. Padahal air itu untuk memenuhi keperluan minum dan mencuci. Untungnya, persediaan air di Jakarta berhasil melalui sistem penjernihan air walaupun tidak semua daerah memiliki sistem tersebut.

Sayangnya, masalah persediaan air di Indonesia tidak bisa diselesaikan dalam satu malam. Ada beberapa solusi dan tindakan berkelanjutan yang bisa kita lakukan untuk membantu seperti menghemat air. Kemudian mengikuti peraturan untuk tidak membuang sampah ke saluran air. Ini menjadi langkah yang penting karena lebih dari 80% penduduk Indonesia sangat bergantung pada sumber lokal seperti sungai dan air tanah. (SHN)

Baca juga:

Ini Cara Ajarkan Bayi Berenang - MerahPutih

Penulis : annehs annehs
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
3 Penginapan Mewah Terbaik di Walt Disney World
Fun
3 Penginapan Mewah Terbaik di Walt Disney World

Penginapan mewah di Disney World akan membuat perjalanan liburan kamu tak terlupakan.

Nikmati Daging Kurban, Kolesterol Terjaga
Hiburan & Gaya Hidup
Nikmati Daging Kurban, Kolesterol Terjaga

Makan daging memang enak, tapi perhatikan kolesterol.

James Bond Lawan Trauma di ‘No Time To Die’
ShowBiz
James Bond Lawan Trauma di ‘No Time To Die’

No Time to Die sudah bisa disaksikan di sejumlah bioskop.

Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang
Fun
Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang

Menjaga Kesehatan Tulang dengan Penyerapan Kalsium yang Optimal sangat penting

Dorong Talenta Kreatif Baru, Merahputih.com Gelar Webinar Creative Thinking
Hiburan & Gaya Hidup
Dorong Talenta Kreatif Baru, Merahputih.com Gelar Webinar Creative Thinking

Sebanyak 75 persen orang Indonesia memilih menjadi lebih kreatif.

Ultra Beach Bali Tak Lagi Hiatus
Hiburan & Gaya Hidup
Ultra Beach Bali Tak Lagi Hiatus

Akhirnya Ultra Beach Bali kembali hadir di Pulau Dewata

Jangan Tunda Pakai Sunscreen Walau Hanya di Rumah
Fun
Jangan Tunda Pakai Sunscreen Walau Hanya di Rumah

Lindungi diri dari penuaan dini

Batal Pensiun, Hayao Miyazaki Bakal Garap Film Baru
ShowBiz
Batal Pensiun, Hayao Miyazaki Bakal Garap Film Baru

Di umurnya yang menginjak kepala delapan, Miyazaki mempersiapkan sihir baru untuk dalam film animasi terbaru berjudul How Do You Live?

Canon Luncurkan Mirrorless R7 dan R10, Cocok untuk Pencinta Kesempurnaan
Fun
Canon Luncurkan Mirrorless R7 dan R10, Cocok untuk Pencinta Kesempurnaan

Paket hemat untuk dapatkan kesempurnaan karya fotografi.

Tips Aman dan Nyaman Transaksi Digital
Hiburan & Gaya Hidup
Tips Aman dan Nyaman Transaksi Digital

Ditengah tren uang elektronik dan pembayaran digital, kamu perlu mengetahui beberapa tips aman dalam melakukan pembayaran digital