Fenomena Guguran Lava Gunung Merapi, Ini Tanggapan Sang Juru Kunci Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan freatik. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

MerahPutih.com - Aktivitas Gunung Merapi terus mengalami peningkatan. Hal tersebut beriringan dengan seringnya terjadi guguran lava.

Juru Kunci Gunung Merapi Mas Bekel Anom Suraksosihono atau akrab disapa Mas Asih mengatakan, fenomena tersebut merupakan hal yang wajar.

"Hal yang wajar, karena Merapi merupakan gunung yang masih aktif," kata Mas Asih di Sleman, Rabu (13/2).

Menurutnya, justru terlihat aneh dan mengkhawatirkan jika Gunung Merapi tidak melakukan aktivitas demikian.

"Kalau tidak ada lelehan lava di Merapi itu tandanya tersumbat, kalau tersumbat bahaya. Merapi biasa memang seperti itu," ujarnya.

Menyikapi fenomena tersebut, Mas Asih mengingatkan kepada masyarakat khususnya di lereng Merapi, agar waspada.

"Artinya waspada itu bukan karena status Merapi saat ini pada level Waspada. Tapi lebih kepada kesadaran diri akan potensi bencana," ujarnya.

Gunung Merapi menggurkan lava pijar. Foto: @BPPTKG
Gunung Merapi menggurkan lava pijar. Foto: @BPPTKG

Sementara itu, Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto mengatakan dalam beberapa hari terakhir juga terdengar suara gemuruh dari Gunung Merapi.

Namun, kata Heri, masyarakat tetap dalam keadaan tenang dan tidak khawatir selama rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta jarak amannya masih tiga kilometer dari puncak.

"Saya juga sudah memasang batas untuk jarak aman jadi warga mencari rumput tidak di atas. Yang saya khawatirkan justru wisatawan, jadi kalau ada gemuruh atau apa saya minta agar menjauhi arah sungai," kata Heri.

Sejak Selasa (12/2), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava meluncur dari Gunung Merapi.

Menuurt akun Twitter BPPTKG, berdasarkan data seismik, pada Selasa (12/2), pukul 00.00-06.00 WIB, di gunung api itu tercatat 17 kali guguran dengan durasi 10-60 detik.

Selain itu, dua kali guguran lava tampak meluncur dari Gunung Merapi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200 meter.

Berdasarkan laporan BPPTKG periode 1-7 Februari 2019, tercatat satu kali gempa awan panas (PF), 25 kali gempa embusan (DG), dua kali gempa vVulkanik dangkal (VTB), empat kali gempa fase banyak (MP), 377 kali gempa guguran (RF), 11 kali gempa low frekuensi (LF), dan tujuh kali gempa tektonik (TT).

Intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi daripada pekan sebelumnya.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH