Fenomena di Balik Marak Ujaran Kebencian Seputar Kasus Wiranto Ditusuk Ilustrasi ujaran kebencian. Foto: Ist

MerahPutih.com - Praktisi media massa Hendrasmo menilai ujaran mengatakan kebencian dan propaganda yang diciptakan di masyarakat tak lepas dari kemajuan teknologi yang pesat. Ia mengatakan, kebencian dan ketakutan yang diciptakan itu telah mewarnai masyarakat di Indonesia.

Hendrasmo mencontohkan, peristiwa penusukan Wiranto dapat dilihat sebagai bentuk kebencian-kebencian yang diciptakan di tengah Masyarakat. Dampaknya, masyarakat Indonesia semakin sulit membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi.

Baca Juga

Polisi Beberkan Agen Radikal ISIS Kian Masif Sebar Ujaran Kebencian dan Hoaks

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong untuk terus menggelorakan dan mendorong supaya masyarakat bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi.

"Kita harus terus menerus menggelorakan dan mendorong supaya masyarakat bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi, namun itu tidak ada artinya jika masyarakat sendiri tidak mau menyadari hal itu," terang Hendrasmo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/10).

Detik-detik Wiranto ditusuk Abu Rara di Menes, Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang

Selain itu, munculnya hoaks dan banyak berita bohong yang disebar ditengah masyarakat juga punya andil memicu terjadinya kebencian terhadap pemerintah.

Baca Juga

Veronica Koman Merasa Dikriminalisasi soal Status Tersangka Ujaran Kebencian

Sementara itu, tenaga ahli di Kemenkominfo ini juga mengatakan bahwa, ada tiga tujuan besar dibalik aksi demontrasi yang dilakukan menjelang pelantikan presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma`aruf Amin. Aksi tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan politik tertentu.

Hendrasmo dalam penjelasannya mengatakan, target minimal dari beberapa aksi demontrasi selama ini, terutama menjelang pelantikan presiden yakni ingin menggangu jalannya pelantikan presiden terpilih.

Ilustrasi ujaran kebencian

Hendrasmo juga menjelaskan, selain ingin menggalkan pelantikan Jokowi, aksi demontrasi ini juga bertujuan untuk mengganggu stabilitas keamanan. Mereka ingin masyarakat merasa tidak aman sehingga ada rasa tidak percaya terhadap pemerintahan yang ada.

"Mengganggu stabilitas keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden yang terpilih lewat mekanisme demokrasi yang sah," jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan tujuan lain dari aksi demonstrasi ini adalah membangun ketidakpercayaan kepada pemerintahan yang sah. Karena itu, masyarakat diminta untuk kritis melihat berbagai macam agenda demonstrasi dilakukan kelompok masyarakat menjelang pelantikan presiden.

Baca Juga

Tangkap Dandhy Dwi Laksono, Polisi Tak Paham Ujaran Kebencian

"Tujuan lain dari aksi ini adalah mendelegitimasi kekuasaan politik Presiden Joko Widodo," jelasnya.

Terhadap aksi demonstrai tersebut, jelasnya,Jokowi merupakan presiden yang terpilih melalui pemilu yang sah. Semua partai politik juga telah menerima hasil pemilu dengan baik.

Karena itu, ia menegaskan, seluruh aksi demonstrasi untuk menggagalkan pelantikan, mesti harus dilawan. Pemerintahan yang kuat membutuhakan dukungan penuh dari rakyatnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
17 Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Mundur, ini Penyebabnya
Indonesia
17 Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Mundur, ini Penyebabnya

Panitia uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung mencatat sampai saat ini ada 17 orang relawan uji klinis yang mengundurkan diri

Brigjen Prasetijo Motoran ke Dekat Mabes Polri Ambil 'Amplop'
Indonesia
Brigjen Prasetijo Motoran ke Dekat Mabes Polri Ambil 'Amplop'

Brigjen Prasetijo menghampiri mobil dan menerima sebuah amplop dari Tommy

 Polda Jateng Bagikan Sembako Buat Ojol dan Pengayuh Becak Terdampak COVID-19
Indonesia
Polda Jateng Bagikan Sembako Buat Ojol dan Pengayuh Becak Terdampak COVID-19

"Baik ojol dan pengayuh becak mengandalkan penghasilan harian. Di tetapkannya Solo KLB Covid-19 selama sebulan membuat mereka terpukul. Penghasilan merosot tajam.

 Bertepatan Hari Kerja Polisi Minta Massa Peserta Reuni 212 Tertib
Indonesia
Bertepatan Hari Kerja Polisi Minta Massa Peserta Reuni 212 Tertib

Yusri juga mengaku, sudah melakukan koordinasi pada panitia Reuni 212 agar kegiatan tersebut berjalan tertib dan tak mengganggu aktivitas masyatakat yang kerja apalagi kegiatan berlangsung di pusat kota.

 Amien Rais Cs Akan Kembali Ajukan Uji Materi Perppu Corona ke MK
Indonesia
Amien Rais Cs Akan Kembali Ajukan Uji Materi Perppu Corona ke MK

Saya melalui kuasa hukum Arvid Martdwisaktyo akan langsung registrasi judicial review ke MK saat dengar dan tahu tepat hari perppu itu dinyatakan sah berlaku menjadi undang-undang

Warga Disarankan Gugat Pemprov DKI Terkait Banjir
Indonesia
Warga Disarankan Gugat Pemprov DKI Terkait Banjir

Anggota Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 Azas Tigor Nainggolan mengatakan, gugatan ini sebagai upaya hukum dari masyarakat agar ada efek jera atau pembelajaran bagi pemangku kebijakan terkait.

 Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini
Indonesia
Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini

Warga harus menunjukkan surat keterangan meninggal dunia atau sakit dari dokter atau Rumah Sakit pada petugas yang ada di pos penyekatan.

Pergerakan Orang dan Kendaraan Saat Cuti Bersama Diprediksi Meningkat Hingga 20 Persen
Indonesia
Pergerakan Orang dan Kendaraan Saat Cuti Bersama Diprediksi Meningkat Hingga 20 Persen

Kemenhub akan melakukan pengecekan secara acak untuk memastikan protokol kesehatan telah dilakukan

Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU
Indonesia
Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU

Sebab berdasarkan data, tidak semua photo passport berhasil di scan di data perlintasan keimigrasian

Setara Ragukan Komitmen Jokowi Tegakkan HAM dan Berantas Intoleransi
Indonesia
Setara Ragukan Komitmen Jokowi Tegakkan HAM dan Berantas Intoleransi

Presiden memiliki banyak perangkat dan instrumen untuk menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu