Fenomena Beli Baju Lebaran Berpotensi Cemari Lingkungan, Siasati dengan Cara Ini Baju baru untuk lebaran (Sumber: pexels/artem

SETELAH melewati satu bulan penuh berpuasa, kaum muslim bersukacita menyambut Hari Raya Idul Fitri. Salah satu tradisi Lebaran adalah membeli baju baru. Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia tahun 2008, Nugroho Notosusanto menyebutkan bahwa beli baju baru saat Ramadan terutama menjelang lebaran merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada di Indonesia sejak abad ke-16. Tidak heran jika tradisi ini sudah menjadi bagian yang sangat melekat dengan Ramadan dan lebaran.

Bahkan dalam survei JakPat (Jajak Pendapat) tahun 2021, belanja baju baru masih menduduki posisi empat besar (45%) diantara kebutuhan lainnya meski pandemi melanda. Sebanyak 61,71% masyarakat menyatakan selalu membeli baju baru untuk lebaran setiap tahunnya. Di tengah hedonisme Hari Raya, masih ada masyarakat kurang beruntung yang tidak memiliki kesempatan membeli baju baru untuk merayakan lebaran.

Baca juga:

Ramah Lingkungan, 3 Brand Ini Mengusung Konsep Sustainable Fashion

beli baju levaran
Fenomena beli baju levaran sejak abad ke-16. (Foto: Artem Beliaikin)

Melihat ketimpangan yang terjadi setiap tahun di Hari lebaran, Reckitt Indonesia melalui Vanish menginisiasi gerakan #BahagiaBerbagiBaju. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia menyumbangkan pakaian lama layak pakai kepada yang membutuhkan.

Selain itu, dengan menyumbangkan pakaian kita memperpanjang masa pakai pakaian sehingga mengurangi limbah pakaian. Program ini juga sejalan dengan tujuan keberlanjutan dalam upaya pelestarian lingkungan dalam upaya bersama-sama menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat.

“Mengenakan pakaian terbaik merupakan bentuk sukacita dalam menyambut Hari Raya. Mengingat di antara kita masih banyak yang tidak bisa membeli baju baru untuk merayakan lebaran, maka melalui gerakan #BahagiaBerbagiBaju, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berbagi kebahagiaan dengan ‘menghidupkan kembali’ pakaian lama layak pakai mereka agar menjadi pakaian yang terlihat bersih dan pantas dikenakan untuk menyambut momen kebersamaan ini," ujar Marketing Director Reckitt Indonesia, Rahul Bibhuti.

Dalam gerakan tersebut, influencer hijab dan pengusaha fashion, Aghnia Punjabi turut ambil bagian. Ia coba mengangkat fenomena fast fashion dimana pakaian diproduksi secara cepat mengikuti tren terbaru. Fenomena tersebut ternyata berkontribusi dalam pencemaran lingkungan. Artikel yang dirilis The World Bank tahun 2019 mengatakan bahwa fast fashion memperburuk masalah lingkungan karena mendorong lahirnya produk fashion yang memiliki masa pakai singkat.

Baca juga:

Where Next Club Menginspirasi Generasi Perubahan Lewat Fashion Berkelanjutan

baju
Fast fashion mendorong masa pakai baju yang singkat. (Foto: pexels/Artem beliaikin)

"Perilaku membeli baju lebaran baru pun salah satunya didorong oleh tren fashion yang menampilkan desain yang berbeda setiap tahunnya,” tutur Aghnia. Sebagai seorang muslim, ia paham bahwa tindakan pemborosan semacam itu mubazir. Untuk mengantisipasinya, ia menerapkan prinsip one in, one out.

"Kalau saya membeli baju baru, saya akan memilih pakaian lama yang bisa disumbangkan ke sesama yang membutuhkan. Dengan konsep ini, selain dapat menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain, kita juga bisa berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah pakaian yang merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan,” lanjutnya.

Sementara, publik figur Donna Agnesia menambahkan bahwa pakaian yang disumbangkan haruslah layak pakai. Selain dalam keadaan baik, tidak robek, pakaian yang disumbangkan harus bersih. Sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap sang pemilik baru, sebelum menyerahkan pakaian lama kita, alangkah lebih baik jika kita memastikan pakaian tersebut dalam keadaan bersih dan tampak layak untuk dipakai. Untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbangkan pakaian lama layak pakainya, Vanish menyediakan drop box di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Transmart & Lottemart. (avia)

Baca juga:

Startup Dagangan Terapkan Kerangka dan Operasional Bisnis Berkelanjutan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nintendo Resmi Umumkan 'Pokemon Scarlet' dan 'Pokemon Violet' untuk 2022
Fun
Nintendo Resmi Umumkan 'Pokemon Scarlet' dan 'Pokemon Violet' untuk 2022

Keduanya menjadi game generasi kesembilan Pokemon.

Pesohor Dunia 'Bucin' Sama Pasangan
ShowBiz
Pesohor Dunia 'Bucin' Sama Pasangan

Kisah cinta pasangan Hollywood juga ada yang bucin

Cara Cerdas Mencegah Anak Menonton Film Dewasa di Layanan Streaming
Fun
Cara Cerdas Mencegah Anak Menonton Film Dewasa di Layanan Streaming

Kenali langkah-langkah cerdas untuk mencegah anak-anak menonton film yang tidak sesuai dengan usianya.

Serunya Healing dengan Traveling
Travel
Serunya Healing dengan Traveling

Dengan longgarnya aturan pembatasan kegiatan, salah satu hal yang langsung terpikirkan di otak kita adalah traveling!

'The Last of Us Part 2' Terjual Lebih dari 10 Juta Kopi
Fun
'The Last of Us Part 2' Terjual Lebih dari 10 Juta Kopi

'The Last of Us Part 2' laris manis.

Berani Tumbuh, Berani Menginspirasi
Hiburan & Gaya Hidup
Berani Tumbuh, Berani Menginspirasi

Dan perbedaan-perbedaan keadaan itu justru adalah tanda-tanda adanya pertumbuhan

Chrome akan Hadirkan Penguncian Tab Incognito
Fun
Chrome akan Hadirkan Penguncian Tab Incognito

Versi terbaru Chrome itu melakukan peningkatan terhadap kontrol keamanan situs dan lain-lain.

4 Zodiak yang Sembunyikan Uang dari Pasangannya
Fun
4 Zodiak yang Sembunyikan Uang dari Pasangannya

Uang yang disimpan sembunyi-sembunyi.

Laleilmanino Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan di Hari Hutan Sedunia
ShowBiz
Laleilmanino Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan di Hari Hutan Sedunia

Wisata Situ Gunung merupakan salah satu pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Momen Epic Ketika Artis Korea Minta Maaf untuk Alasan Aneh
ShowBiz
Momen Epic Ketika Artis Korea Minta Maaf untuk Alasan Aneh

Artis Korea harus minta maaf bahkan untuk alasan konyol