Febri Diansyah Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari KPK Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan alasan dirinya mundur sebagai Kepala Biro dan pegawai KPK. Menurutnya, kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9).

Pernyataan tersebut dituangkan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Sekjen KPK, Kabiro SDM dan pimpinan KPK pada 18 September 2020.

Baca Juga:

Laode M Syarif: Febri Diansyah Aset Penting dalam Menjaga Marwah KPK

Febri memutuskan mundur setelah 11 bulan menjalani kondisi "baru" KPK tersebut. Menurutnya, konsisi saat ini tak memberikan ruang signifikan untuk berkontribusi memberantas korupsi.

"Rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK. Tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini. Meskipun tidak mudah, meskipun berat, saya ajukan pengunduran diri," ujarnya.

Ketua KPK Firli Bahuri bersam dua Plt Jubir KPK dan Febri Diansyah (Foto: ANTARA)
Ketua KPK Firli Bahuri bersama dua Plt Jubir KPK dan Febri Diansyah (kanan). (Foto: ANTARA)

Dalam surat pengunduran diri tersebut, Febri menyatakan menjadi pegawai KPK merupakan pilihan untuk dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya memberantas korupsi. Untuk itu, menjadi pegawai KPK bukan hanya soal status, tetapi arena perjuangan memberantas korupsi.

"Dan untuk berjuang itu agar lebih maksimal harus dilandasi dengan indepensi kelembagaan dan independensi dalam pelaksanaan tugas," imbuhnya.

Baca Juga:

Febri Diansyah Mundur Dari KPK

Febri mengaku berat memutuskan mengundurkan diri dari KPK. Berat lantaran harus mundur dan meninggalkan koleganya yang masih berjuang di tengah kondisi sulit yang dihadapi KPK saat ini. Untuk itu, meski telah mengundurkan diri, Febri memastikan tidak akan pernah meninggalkan KPK.

"Saya perlu tegaskan bahwa kalaupun saya keluar dari KPK tapi saya tidak akan pernah meninggalkan KPK dalam artian yang sebenarnya," tegas Febri. (Pon)

Baca Juga:

Firli Tunjuk Dua Plt Jubir KPK Gantikan Febri Diansyah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun
Dunia
Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun

Para pemimpin Afghanistan, akan melakukan perjalanan ke Qatar untuk peralihan kekuasaan secara damai pada Taliban dan memutuskan tidak akan melibatkan Ashraf Ghani dalam peralihan kekuasaan apapun.

TNI AL Kerahkan 7 Kapal Cari Sriwijaya Air
Indonesia
TNI AL Kerahkan 7 Kapal Cari Sriwijaya Air

TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 di KRI Bontang yang posisinya bersandar dermaga JICT Jakarta, armada ini juga siap dukung Operasi SAR.

Pemprov DKI Tindak Lanjuti Penamaan Jalan Ali Sadikin Usai Disemprot Ketua DPRD
Indonesia
Pemprov DKI Tindak Lanjuti Penamaan Jalan Ali Sadikin Usai Disemprot Ketua DPRD

DKI Jakarta akan menindaklanjuti usulan DPRD yang ingin mengganti nama Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat menjadi Ali Sadikin.

HUT ke-75 Bhayangkara, Polri Dapat Apresiasi Gegara Delapan Tahun Raih Opini WTP
Indonesia
HUT ke-75 Bhayangkara, Polri Dapat Apresiasi Gegara Delapan Tahun Raih Opini WTP

Tidak salah jika Polri akan terus menambah e-TLE di berbagai daerah

Menaker Minta Perusahaan dan Pekerja Patuhi PPKM Darurat
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan dan Pekerja Patuhi PPKM Darurat

Kita utamakan kesehatan dan keselamatan pekerja

Anji Resmi Dijadikan Tersangka Kasus Narkoba
Indonesia
Anji Resmi Dijadikan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi telah menetapkan musisi Erdian Aji Prihartanto atau Anji sebagai tersangka terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

RS Terancam Kolaps, IDI Minta Pemerintah Lakukan Pembatasan Ketat di Jawa
Indonesia
RS Terancam Kolaps, IDI Minta Pemerintah Lakukan Pembatasan Ketat di Jawa

Ikatan Dokter Indonesia dan himpunan lima organisasi profesi mendesak pemerintah untuk menerapkan PSBB ketat selama dua minggu di Pulau Jawa.

KPK Usut Arahan Bekas Mensos Juliari ke Ajudan
Indonesia
KPK Usut Arahan Bekas Mensos Juliari ke Ajudan

Tim penyidik KPK juga memeriksa sejumlah saksi lainnya pada hari yang sama, salah satunya Direktur PT Integra Padma Mandiri, Budi Pamungkas.

Aturan Baru Menag soal Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi
Indonesia
Aturan Baru Menag soal Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi

Kementerian Agama menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi COVID-19.

Edhy Prabowo Jalani Sidang Perdana Kasus Benur
Indonesia
Edhy Prabowo Jalani Sidang Perdana Kasus Benur

Jaksa KPK rencananya akan mendakwa Edhy dengan Pasal Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999