Farid Okbah Cs Dinilai Tak Bisa Mengelak, Jaringan Moderat: Mereka Mengakui Semua Densus 88 Antiteror. (MP/Win)

Merahputih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah dan Ketua Partai Dakwah Republik Indonesia (PDRI) Farid Ahmad Okbah, yang juga tercatat sebagai anggota Komisi Fatwa di MUI Bekasi. Mereka berdua ditetapkan sebagai tersangka kasus terorisme bersama Anung Al Hamat sebagai pendiri Perisai Nusantara Esa.

Menurut Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, Ahmad Zain dan Farid Okbah sebenarnya tokoh lama yang segala aktivitasnya diawasi dan dipelajari oleh Densus. Ada banyak yang membuktikan keterlibatan Ahmad Zain dan Farid Okbah dalam Yayasan Abdurrahman bin Auf yang menjadi bagian perisai organisasi-organisasi bentukan Jamaah Islamayah (JI).

Baca Juga:

Akun Farid Okbah Unggah Soal Kriminalisasi Ulama, Polisi Ungkap Siapa di Baliknya

"Ini tentu saja tidak bisa dibantah. Hasil penyidikan menyebutkan mereka mengakui semua itu," ujar Islah, Minggu (21/11).

Di satu sisi, Islah menilai penangkapan ini membuktikan pemerintah tegas terhadap terorisme. Sikap itu penting karena terorisme sudah masuk ke berbagai lini kehidupan dan organisasi.

Mereka selalu berupaya bergerak di bawah dan atas permukaan serta berusaha menyusup ke lembaga-lembaga resmi normatif seperti lembaga pemerintah.

Sementara, ia menilai penangkapan Ahmad Zain An Najah tidak ada kaitannya dengan MUI atau statusnya sebagai ulama. "Cuma memang kebetulan dia pengurus MUI," kata Islah Bahrawi.

Baca Juga:

Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan

Densus menangkap Ahmad Zain di Jalan Merbabu Raya, Pondok Melati, Kota Bekasi pada hari Selasa (16/11) sekitar pukul 04.39 WIB. Atas kejadian itu, MUI telah menonaktifkan status kepengurusan Ahmad Zain An-Najah.

Ia mengatakan bahwa MUI secara jelas dan tegas tidak mendukung terorisme. MUI justru memiliki satu lembaga baru dalam masa formatur kepemimpinan Kiai Miftachul Akhyar bernama Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme. Bahkan, organisasi tersebut mengeluarkan fatwa yang menyatakan terorisme haram.

"Artinya, MUI tidak terlibat sama sekali di sini. Densus juga menangkap bukan karena mereka ini MUI, tidak ada hubungannya sama sekali," katanya menegaskan.

Islah menyarankan agar MUI mulai melakukan koordinasi dalam menentukan pengurus harian maupun pengurus komisi-komisi.

Baca Juga:

Tangkap Farid Okbah cs, Polri Bantah Kriminalisasi Ulama

MUI juga perlu berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, maupun lembaga intelijen negara untuk menentukan pengurus yang bersih atau tidak terlibat dengan kelompok terorisme.

Menurut dia, penangkapan Zain An-Najah hanya sebagian kecil yang akhirnya membuka mata semua orang bahwa rentannya lembaga-lembaga di negeri ini. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
50 Persen Kendaraan di Jalan tak Bayar Pajak
Indonesia
50 Persen Kendaraan di Jalan tak Bayar Pajak

"Itu artinya 50 persen kendaraan yang berada di jalan raya tidak bayar pajak," kata Yusri, Jumat (7/10).

BPH Migas Jamin Pasokan BBM Buat Aktivitas Mudik Berjalan Lancar
Indonesia
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Buat Aktivitas Mudik Berjalan Lancar

"Harus siap-siap dengan euforia masyarakat, ketersediaan BBM harus cukup, sehingga aktivitas mudik berjalan lancar," kata Erika.

Keluarga Brigadir J Tanggapi Penetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai Tersangka
Indonesia
Keluarga Brigadir J Tanggapi Penetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai Tersangka

Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus penembakan yang berujung tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Tiket Mudik Kereta Api Sudah Terjual 260.000 Setiap Hari
Indonesia
Tiket Mudik Kereta Api Sudah Terjual 260.000 Setiap Hari

PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih menjual tiket mudik lebaran. Hingga Rabu (13/4), sudah 260.000 tiket mudik Lebaran terjual setiap hari.

IKN Nusantara bakal Punya Bandara Baru, Ditargetkan Rampung 2024
Indonesia
IKN Nusantara bakal Punya Bandara Baru, Ditargetkan Rampung 2024

Diyakini bandara baru tersebut bisa diselesaikan pada tahun 2024 mendatang.

Alasan Sahroni Tak Setuju Polri di Bawah Kementerian
Indonesia
Alasan Sahroni Tak Setuju Polri di Bawah Kementerian

Indonesia harus memastikan bahwa Polri menjadi lembaga profesional dan independen

Analis Muda Kemendag Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Impor Baja
Indonesia
Analis Muda Kemendag Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Impor Baja

Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan atau Kemendag, Tahan Banurea, 37 tahun, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi impor besi atau baja tahun 2016-2021 pada Kamis malam, 19 Mei 2021 oleh Kejaksaan Agung. "Tim penyidik menetapkan tersangka dalam perkara impor baja dan turunannya atas nama tersangka TB, dulu pernah menjabat Kasi Barang Eka Industri Dirjen Daglu Kemendag sampai 2020, sekarang dia menjabat Analis Muda Perdagangan Impor di Kemendag," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan, Agung Supardi, di Gedung Bundar, Jakarta, Kamis malam.

Gunung Semeru Tercatat Dua Kali Keluarkan Guguran Lava Pijar
Indonesia
Gunung Semeru Tercatat Dua Kali Keluarkan Guguran Lava Pijar

Gunung berketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) ini mengalami erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal.

[HOAKS atau FAKTA]: AIDS Jenis Baru Campuran COVID-19 dan Cacar Monyet
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: AIDS Jenis Baru Campuran COVID-19 dan Cacar Monyet

AIDS merupakan kondisi penyakit kronis yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kemenhub Perketat Syarat Perjalanan Transportasi Laut
Indonesia
Kemenhub Perketat Syarat Perjalanan Transportasi Laut

Kemenhub mengeluarkan aturan terbaru terkait pengetatan aturan perjalanan orang dengan transportasi laut selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).