Farid Okbah Cs Belum Bisa Ditemui Keluarga Ismar Syafruddin, kuasa hukum Ustaz Farid Okbah, memberikan keterangan kepada awak media, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty

MerahPutih.com - Polri berjanji akan memfasilitasi pihak keluarga untuk bertemu Ahmad Farid Okbah (FAO), Ahmad Zain An-Najah (AZA), dan Anung Al Hamat (AA).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut, penyidik Densus 88 Antiteror memiliki wewenang untuk memeriksa ketiga tersangka selama 14 hari setelah proses penangkapan.

Maka saat ini, menurut Polri, ketiga tersangka kasus terorisme itu belum bisa ditemui keluarga karena masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Baca Juga:

Tangkap Farid Okbah cs, Polri Bantah Kriminalisasi Ulama

"Penyidik punya kewenangan melakukan pemeriksaan sesuai undang-undang," kata Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/11).

Menurut Ramadhan, penyidik nantinya juga akan menjelaskan kepada pihak keluarga terkait teknis aturan tersebut.

Namun, dia memastikan pihak keluarga akan difasilitasi untuk bertemu ketiga tersangka.

"Kemarin itu ingin bertemu, tapi kami fasilitasi nanti, tim Densus akan datang menjelaskan duduk persoalannya," katanya.

Ramadhan menegaskan, penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap FAO tak ada terkait dengan aktivitasnya sebagai pemimpin, maupun pengusung parpol di Indonesia.

Begitu juga terkait penangkapan AZA, yang diketahui sebagai anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ramadhan mengatakan, penangkapan ketiganya murni lantaran aktivitas individu yang diduga terlibat dalam jejaring terorisme JI.

"Densus 88 hanya fokus pada keterlibatan para tersangka dalam melakukan tindak pidana,” ujar Kombes Ramadhan.

Baca Juga:

Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan

Ketika ditanya pernyataan Polri yang pernah menyebut PDRI sebagai wadah baru dan tempat perlindungan bagi para anggota-anggota JI, Ramadhan menegaskan, tak pernah ada pernyataan resmi terkait itu.

“Kita enggak pernah menyebut itu (PDRI sebagai wadah perlindungan baru anggota JI),” tegas Ramadhan.

Sebab itu, kata Ramadhan, agar masyarakat tak mengaitkan segala penindakan yang dilakukan oleh Densus 88 untuk menyasar parpol, organisasi, ataupun institusi lainnya.

Densus 88 menangkap AZA di Perumahan Pondok Melati, di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (16/11).

Dalam operasi penangkapan tersebut, Densus 88 juga menangkap dua nama lainnya di lokasi terpisah, yakni AA dan FAO.

Tiga yang ditangkap tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas terorisme JI. Selama ini, JI dicap sebagai salah satu kelompok atau jaringan terorisme global. Indonesia pun memasukkan JI sebagai kelompok terorisme di dalam negeri. (Knu)

Baca Juga:

Akun Farid Okbah Unggah Soal Kriminalisasi Ulama, Polisi Ungkap Siapa di Baliknya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Omzet UMKM Kuliner di Bandung Naik 67 Persen
Indonesia
Omzet UMKM Kuliner di Bandung Naik 67 Persen

Diskop UKM telah membina lebih dari 9.104 pelaku usaha. Dan berharap semakin banyak UMKM yang mencatatkan kenaikan omzet.

Puan Disebut Sebagai Simbol DPP PDIP
Indonesia
Puan Disebut Sebagai Simbol DPP PDIP

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan, pihaknya belum menentukan sinyal kuat terhadap Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Serangan Rudal Rusia di Wilayah Odesa: 18 orang Tewas
Dunia
Serangan Rudal Rusia di Wilayah Odesa: 18 orang Tewas

Pihak berwenang Ukraina melaporkan, serangan Rusia tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai puluhan lainnya.

Pengamat Sebut TransJakarta Harus Tegas Sterilisasi Jalur Sebelum Tambah Armada
Indonesia
Pengamat Sebut TransJakarta Harus Tegas Sterilisasi Jalur Sebelum Tambah Armada

Penambahan armada bus TransJakarta dalam mengurai kemacetan di ibu kot akan sia-sia bila pihak PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) tak tegas dalam menindak kendaraan bermotor masuk ke dalam jalur busway.

Pemerintah Klaim Masuk Salah Satu Negara Terbaik Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Klaim Masuk Salah Satu Negara Terbaik Tangani Pandemi COVID-19

Indonesia menjadi salah satu negara terbaik dalam penanganan pandemi COVID-19, dan saat ini 90 persen penduduk telah divaksin.

Cangkupan Imunisasi Dasar Menurun
Indonesia
Cangkupan Imunisasi Dasar Menurun

Tercatat, sampai saat ini sudah lebih dari 11 juta anak telah mendapatkan imunisasi campak rubella.

FIFA Siapkan Piala Dunia Terbesar dengan 48 Negara Peserta di 2026
Indonesia
FIFA Siapkan Piala Dunia Terbesar dengan 48 Negara Peserta di 2026

Menyusul kesuksesan gelaran Piala Dunia paling padat dalam sejarah, FIFA kini bersiap untuk membuat turnamen yang terbesar.

Transformasi 5.0 Bikin Kinerja Keuangan Bank DKI Kinclong
Indonesia
Transformasi 5.0 Bikin Kinerja Keuangan Bank DKI Kinclong

"Salah satu strategi yang dijalankan dalam financial re-engineering adalah optimalisasi aset yang dimiliki baik dari kredit maupun portofolio tresuri yang berfokus pada yield enhancement," ujar Direktur Keuangan & Strategi, Romy Wijayanto

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Ganjar: Masyarakat Harus Punya Kesadaran Sendiri
Indonesia
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Ganjar: Masyarakat Harus Punya Kesadaran Sendiri

Presiden Jokowi memutuskan untuk melonggarkan penggunaan masker di tengah kondisi COVID-19 di Indonesia.

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Mulai 1 Januari 2023
Indonesia
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Mulai 1 Januari 2023

KLHK menutup pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2023.