Faldo Sebut Jokowi Tak Berniat Manfaatkan Instrumen Negara Perkaya Diri Faldo Maldini. (Instagram/@faldomaldini)

MerahPutih.com - Langkah Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tanggapan dari Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini.

Faldo mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah berniat dan berpikir untuk memanfaatkan instrumen negara guna memperkaya diri maupun keluarga.

Baca Juga

Relawan Jokowi Laporkan Pelapor Gibran ke Polda Metro

"Tidak ada sedikit pun pikiran dari Pak Jokowi untuk memperkaya diri, keluarga, melalui instrumen negara," kata Faldo, Minggu (16/1).

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyerahkan sepenuhnya proses yang berlaku di KPK terhadap laporan tersebut.

Baca Juga

Gibran Imbau Relawan Jokowi Tidak Polisikan Ubedilah Badrun

Jika Gibran dan Kaesang tak terbukti korupsi, Faldo menganggap laporan Ubed hanya bunga-bunga yang akan mekar jelang tahun-tahun politik.

"Kita tunggu di APH (Aparat Penegak Hukum) ya. Terlepas dari itu, tidak ada sedikit pun pikiran dari pak Jokowi untuk memperkaya diri keluarga melalui instrumen negara," pungkasnya.

Sebelumnya, Ubedilah Badrun, melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas dugaan korupsi dan pencucian uang. Laporan tersebut terkait dengan relasi bisnis kedua putra Jokowi tersebut dengan PT SM.

Baca Juga

Bertemu Langsung, Giring Beri Dukungan ke Gibran Soal Pelaporan ke KPK

Gibran yang saat ini menjabat Wali Kota Solo mengaku tidak mempermasalahkan laporan tersebut. Ia menyatakan siap memberi keterangan apabila dipanggil KPK. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Reaksi Wagub Jakarta Jadi Provinsi Paling Abai Jaga Jarak
Indonesia
Begini Reaksi Wagub Jakarta Jadi Provinsi Paling Abai Jaga Jarak

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Pusat melaporkan, DKI Jakarta menjadi provinsi yang tidak taat dalam menjaga protokol kesehatan.

Teknologi Ini Sulap Limbah Jadi Air Bersih
Indonesia
Teknologi Ini Sulap Limbah Jadi Air Bersih

Berbagai teknologi yang digunakan pihaknya dalam menyaring dan menciptakan air bersih. Salah satunya menggunakan embrio zebrafish untuk memonitoring kualitas air, dan mendeteksi apakah ada racun dalam air.

Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Polisi: Masih Banyak Pelanggaran
Indonesia
Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Polisi: Masih Banyak Pelanggaran

"Masih banyak kendaraan berpelat ganjil yang mencoba melintas, padahal hari ini kan tanggal 26 adalah genap," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo, di Jakarta, Kamis (26/8).

 Pegiat Lingkungan Penjaga Karst Citatah Raih Kalpataru dari KLHK
Indonesia
Pegiat Lingkungan Penjaga Karst Citatah Raih Kalpataru dari KLHK

Para peraih Kalpataru ini nantinya dapat menjadi agen perubahan dan memberi contoh kepada masyarakat bagaimana kolaborasi dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.

Kini, Fasilitas Kesehatan Harus Terhubung Dengan PeduliLindungi
Indonesia
Kini, Fasilitas Kesehatan Harus Terhubung Dengan PeduliLindungi

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3933/2021 tentang QR Code Pedulilindungi Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu
Indonesia
Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu

Yakni mulai Rp 285 ribu untuk tes PCR dan tes cepat antigen Rp 35 ribu di sejumlah fasilitas kesehatan mitra yang ditunjuk di sejumlah daerah.

Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Indonesia
Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak semua pihak termasuk masyarakat terlibat dalam kegiatan vaksinasi karena Kementerian Kesehatan tidak bisa melakukan sendiri untuk menangani pandemi COVID-19.

Banyak Kasus Mangkrak, Hukuman Mati Koruptor Cuma Wacana Jaksa Agung
Indonesia
Banyak Kasus Mangkrak, Hukuman Mati Koruptor Cuma Wacana Jaksa Agung

Kinerja Kejaksaan Agung tidak maksimal, meskipun dalam kasus tertentu mendapatkan apresiasi karena inisiatifnya untuk menangani korupsi.

Akhir Agustus, 50 Persen Warga Depok Sudah Divaksin
Indonesia
Akhir Agustus, 50 Persen Warga Depok Sudah Divaksin

Cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayahnya saat ini sekitar 23 persen dari sasaran vaksinasi sebanyak 1.613.557 orang.

Masjid dan Musala Daerah Terdampak Pandemi Dapat Bantuan Kemenag, Ini Syaratnya
Indonesia
Masjid dan Musala Daerah Terdampak Pandemi Dapat Bantuan Kemenag, Ini Syaratnya

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak COVID-19 tahun anggaran 2021.