Kesehatan
Faktor Usia Pengaruhi Kekuatan Perut Terima Makanan Pedas Faktor 'U' bisa jadi penghambat kamu menikmati hidangan pedas. (Foto: 123RF/Satjawat Boontanataweepol)

TIDAK bisa makan terlalu banyak makanan pedas akhir-akhir ini? Mungkin itu faktor 'U'. Usia dan cabai ternyata tidak bersahabat. Mari mencari tahu mengapa kamu mengalami lebih banyak masalah pencernaan dengan bertambahnya usia, terutama bila itu berhubungan dengan makanan pedas.

Sebelum makanan pedas memengaruhi perut, sensasi saat panas mencapai bibir, lidah, dan mulut merupakan keseruan yang kamu cari. Semakin pedas, semakin seru menjadi prinsip penjelajahan kuliner yang dianut anak muda. Tidak demikian, ketika usia semakin betambah, tiba-tiba keseruan itu menjadi hilang karena perut yang memberontak.

Baca juga:

Perut Buncit? Begini Mengecilkannya

Makan adalah salah satu kesenangan terbesar dalam hidup, dan kamu mungkin merasa tubuh sendiri telah mengecewakanmu ketika sistem pencernaan mulai memburuk seiring bertambahnya usia. Jadi, apa yang terjadi padamu?

Selain usia, stres juga berperan dalam meningkatkan sensitivitas perut. (Foto: 123RF/Ion Chiosea)

"Ada reseptor di seluruh saluran gastrointestinal (GI) kamu yang dapat mendeteksi capsaicin, bahan kimia dalam cabai, paprika, dan berbagai bahan pedas, yang menimbulkan sensasi terbakar," kata Dr Andrew Ong, konsultan Departemen Gastroenterologi & Rumah Sakit Umum Singapura seperti diberitakan channelnewsasia.com (18/3).

Itu menjelaskan mengapa kamu mungkin merasakan sakit perut, diare, dan sensasi panas di perut setelah makan bakso dengan sambal bersendok-sendok. Diikuti dengan anus yang terasa terbakar dan sakit setelah dari toilet. Ya, reseptor itu juga ada di anus.

Mengapa kamu mengalami diare karena reseptor pendeteksi capsaicin yang sama juga ditemukan di usus halus serta usus besar. Organ ini juga dapat merasakan sensasi panas itu. Sebagai mekanisme pertahanan, mereka bekerja keras untuk mengeluarkan makanan pedas dari tubuh dengan cepat.

Namun, karena bahan sisa makanan bergerak begitu cepat melalui usus besar, tidak ada cukup waktu untuk melakukan tugasnya: menyerap air. Hasilnya, bentuk feses encer atau dikenal sebagai diare.

Mengapa Terjadi Saat Bertambah Usia?

Jangan berlebihan menambahkan sambal ke mangkuk bakso. (Foto: 123RF/ferli)

Pertama, orang berusia menengah lebih cenderung memulai pengobatan untuk penyakit kronis seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. "Beberapa efek samping dari obat-obatan ini juga dapat mengiritasi saluran pencernaan untuk membuat pasien lebih sensitif terhadap efek makanan pedas," kata Dr Ong.

Kedua, jika kamu bagian dari Generasi Sandwich, menghidupi anak-anak dan merawat orang tua lansia, kamu mungkin lebih stres daripada usia produktif lain.

Baca juga:

Selain Air Jeruk Nipis, ini Cara Tepat Menghilangkan Perut Buncit

Dan, itu mungkin menjelaskan mengapa kamu sakit perut bahkan dengan sedikit sambal terasi. "Penelitian telah menunjukkan bahwa stres menurunkan ambang nyeri pada saluran pencernaan. Jadi, pasien yang mengalami situasi stres lebih cenderung merasakan gejala," Dr Ong menjelaskan.

Kemungkinan lain? Karena orang Asia telah mengubah pola makan mereka untuk memasukkan pola makan kebarat-baratan selama bertahun-tahun. "Kita menjadi kurang terpapar makanan pedas dan karena itu memiliki toleransi yang lebih rendah saat mengonsumsinya," dia melanjutkan.

Makan Pedas Secukupnya

Saluran gastrointestinal dapat mendeteksi capsaicin, bahan kimia dalam cabai. (Foto: 123RF/ferli)

Pengobatan terbaik adalah makan makanan pedas secukupnya, terutama jika gejalanya parah. Jika ketidakmampuan kamu untuk mentolerir cabai disebabkan oleh kurangnya latihan, berikan tubuh waktu untuk beradaptasi lagi. "Anda mungkin bisa membuat diri tidak terlalu sensitif dengan mengonsumsi makanan pedas secara teratur selama beberapa waktu. Ini, bagaimanapun, tergantung pada toleransimu terhadap gejala yang muncul," saran Dr Ong

Bagaimana dengan penggunaan antasida untuk memadamkan rasa terbakar di usus? Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat mendorong produksi asam di perut, kata Dr Ong, hanya ada sedikit bukti bahwa antasida membantu. "Meskipun efek menenangkan dari antasida dapat membantu mengurangi beberapa ketidaknyamanan," tambahnya.

kamu mungkin lebih baik minum obat seperti omeprazole untuk mengurangi produksi asam. "Tapi ini bekerja paling baik hanya jika diminum setengah jam sebelum makan," tutup Dr Ong. (aru)

Baca juga:

Makanan untuk Atasi Gas Perut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gara-Gara 'Frozen', Kasus Misteri Terbesar di Rusia Terungkap
ShowBiz
Minuman Gin ini Dibuat oleh Istana Buckingham
Fun
Minuman Gin ini Dibuat oleh Istana Buckingham

Mengandung tumbuhan yang dikumpulkan dari Taman Istana Buckingham.

DFSK Gelora Dapat Diandalkan untuk Dukung Sektor Pariwisata
Fun
DFSK Gelora Dapat Diandalkan untuk Dukung Sektor Pariwisata

Mobil listrik DFSK bisa diandalkan untuk mendukung sektor pariwisata, karena bisa menghemat biaya operasional dan ramah lingkungan

India Terapkan Protokol Baru untuk Pariwisata
Fun
India Terapkan Protokol Baru untuk Pariwisata

India membuka kembali perbatasan negaranya bersama dengan tempat-tempat ibadah dan bisnis termasuk restoran dan mal.

Begini Kalau Fakboi Lagi Minta Maaf
Fun
Begini Kalau Fakboi Lagi Minta Maaf

Banyak alasan demi mempertahankan hubungan.

Aespa Segera Rilis Single Baru ‘Next Level’
ShowBiz
Aespa Segera Rilis Single Baru ‘Next Level’

Belum diketahui makna dari lagu tersebut.

Cara Tingkatkan Imun Anak selama Pandemi
Fun
Cara Tingkatkan Imun Anak selama Pandemi

aktivitas bergerak lebih banyak di dalam ruangan menjadi faktor dalam meningkatkan risiko penularan COVID-19.

Super Junior Tunda Rilis Album ‘The Renaissance’
ShowBiz
Super Junior Tunda Rilis Album ‘The Renaissance’

Rencananya, album tersebut dijadwalkan rilis pada Desember 2020

Cara Sederhana Agar Orang Percaya Sama Kamu
Fun
Cara Sederhana Agar Orang Percaya Sama Kamu

Tunjukan bahwa kamu memang memahami masalah lawan bicaramu.

88RISING RADIO, Radio Musik Asia Pertama Berkolaborasi dengan SiriusXM
ShowBiz
88RISING RADIO, Radio Musik Asia Pertama Berkolaborasi dengan SiriusXM

88RISING Radio akan mengudara 24 jam per hari, tujuh hari seminggu, dan tanpa satu pun iklan.