Faktor Ini Jadi Alasan Sandiaga Uno Mau Jadi Menparekraf Sandiaga Uno saat pengumuman menteri baru kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12). Foto: Youtube/@BPMI

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ray Rangkuti mengungkapkan, alasan Sandiaga menerima tawaran menjadi menteri.

Baca Juga

Sah! Risma Jadi Menteri Sosial, Sandiaga Uno Masuk Kabinet

"Tentu saja Sandiaga masuk kabinet atas dasar saran dan kehendak partai," kata Ray Rangkuti kepada wartawan, Selasa ( 22/11).

Pertama, menurut Ray, jabatan Menparekraf akan memudahkan Sandiaga berhubungan dengan kaum milenial yang memang jadi pemilih mayoritas pada Pilpres 2024.

Kedua, Ray melanjutkan, jika tidak ada pergeseran di jajaran elite Gerindra, posisi Sandiaga sebagai anggota kabinet akan menguatkannya di internal partai.

"Hal positif ini bisa jadi pertimbangan," ujarnya.

enam
Enam calon menteri baru kabinet Indonesia Maju. Foto: MP/Istimewa

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) ini menilai, kemungkinan lain Sandiaga menerima tawaran menteri karena diminta langsung oleh Presiden Jokowi.

"Ada kemungkinan hal ini menjadi salah satu permintaan pak Jokowi. SU masuk menjadi salah satu anggota kabinet," kata Ray.

Selain Sandiaga, Jokowi juga menunjuk lima menteri baru, yakni Tri Rismaharini sebagai Mensos, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menag.

Kemudian, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dan M Luthfi sebagai Mendag. Mereka akan dilantik pada Rabu besok (23/12). (Pon)

Baca Juga

Profil Singkat 6 Calon Menteri Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber
Indonesia
Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber

Polisi belum menemukan bukti keterlibatan jaringan teroris di balik peristiwa penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber.

Polres Tangsel Ungkap Penyebab Kematian Ketua DPRD Lebak di Hotel Marilyn Serpong
Indonesia
Polres Tangsel Ungkap Penyebab Kematian Ketua DPRD Lebak di Hotel Marilyn Serpong

"Dapat disimpulkan bahwa korban meninggal akibat sakit," kata dia

Disnakertrans DKI Tindak 453 Perusahaan Langgar PSBB Transisi
Indonesia
Disnakertrans DKI Tindak 453 Perusahaan Langgar PSBB Transisi

Disnakertrans telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 1.142 perusahaan di ibu kota.

Warga Ditangkap Gegera Posting Guyonan Gus Dur, DPR Sebut Polisi Otoriter
Indonesia
Warga Ditangkap Gegera Posting Guyonan Gus Dur, DPR Sebut Polisi Otoriter

"Kok masih berani bilang negara demokrasi,” kritik Fadli

Karyawan Positif Corona, BNI Tutup 7 Kantor di Yogyakarta
Indonesia
Karyawan Positif Corona, BNI Tutup 7 Kantor di Yogyakarta

Seluruh pelayanan di kantor yang ditutup akan dialihkan ke kantor cabang terdekat.

Lapor Dugaan Peretasan, Pemred Tirto dan Tempo Bakal Dimintai Keterangan
Indonesia
Lapor Dugaan Peretasan, Pemred Tirto dan Tempo Bakal Dimintai Keterangan

Laporan dibuat langsung oleh Pemimpin Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro dan Pemred Tempo.co, Setri Yasra.

Tujuan Pemprov DKI Bikin Aturan Rumah OTG COVID-19 Dipasangi Stiker
Indonesia
Tujuan Pemprov DKI Bikin Aturan Rumah OTG COVID-19 Dipasangi Stiker

Selama ini memang pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah diawasi dan diberikan tanda oleh petugas

Hujan dan Gelombang Tinggi Terjang Beberapa Wilayah di Indonesia
Indonesia
Hujan dan Gelombang Tinggi Terjang Beberapa Wilayah di Indonesia

BMKG memberikan peringatan gelombang tinggi (2,5-4 meter) di area Samudra Hindia Selatan Jawa, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan Utara Halmahera, Samudera Pasifik Utara Papua Barat.

Wali Kota Medan Luncurkan Uji KIR Nontunai untuk Hindari Pungli
Indonesia
Wali Kota Medan Luncurkan Uji KIR Nontunai untuk Hindari Pungli

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan pembayaran biaya Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) atau uji KIR nontunai melalui layanan E- Money, QRIS dan Qren untuk menghindari pungutan liar (pungli).

Perang Lawan COVID-19 Belum Selesai meski Sudah Ada Vaksin
Indonesia
Perang Lawan COVID-19 Belum Selesai meski Sudah Ada Vaksin

Kemenkes menegaskan perilaku memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir (3M) tetap harus dilakukan meskipun sudah ada vaksin