Faktor ini Bisa Bikin Kamu dan Dia tidak Cocok Beberapa hal bisa memicu ketidakcocokan dalam hubungan. (foto: pixabay/takmeomeo)

HUBUNGAN manusia seperti dua kutub. Akan saling tarik jika memiliki kutub yang berbeda, sebaliknya lebih mungkin menolak jika memiliki kutub yang sama. Hal itu wajar mengingat kamu dan pasangan ialah dua individu berbeda dengan pola pikir dan sifat masing-masing.

Meskipun kerap berbeda, belum tentu kalian berdua bukan pasangan yang cocok. Pengertian dan pemahaman yang mendalam bisa jadi penyelamat dalam hubungan percintaanmu. Dalam hal ini, pengertian memang dibutuhkan untuk beberapa faktor yang bisa jadi pembeda di antara kalian. Pahami faktor yang membuat ketidakcocokan antara kamu dan si dia, sehingga kamu bisa membangun rasa saling memahami dan menghormati.

Berikut faktor yang berpotensi jadi ketidakcocokan dalam sebuah hubungan.


1. Fisik

Minat berbeda untuk kontak fisik bisa memico konflik. (foto: pixabay/stocksnap)

Bukan penampilan fisik saja yang bisa jadi faktor ketidakcocokan sebuah pasangan, melainkan juga dalam hal aktivitas kontak fisik. Kamu bisa saja tipe orang yang tidak terlalu suka kontak fisik, sedangkan pasangan justru malah sangat menyukainya.

Dilihat secara fisik, salah satu hal yang bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat ketidakcocokan dalam hubungan ialah kontak fisik. Misalnya, seberapa sering dan jenis kontak fisik yang Anda dan pasangan inginkan.

Masalah akan terjadi saat si dia dalam kondisi tertentu dan membutuhkan kontak fisik untuk menenangkannya, sedangkan kamu tidak menyukainya dan sedang dalam kondisi sibuk. Hal itu bisa berakibat pada pertengkaran yang berujung putus. Padahal, bukan berarti kamu tidak mencintai si dia. Hanya saja memang ada perbedaan mencolok yang membuat kalian berdua tidak cocok.


2. Emosi

Emosi yang tak sejalan bisa jadi masalah. (foto: pixabay/ryanmcguire)

Tidak sejalannya hubungan emosional antara kamu dan si dia bisa menjadi salah satu pertanda ketidakcocokan dalam hubungan. Misalnya, kamu, sebagai perempuan, selalu menginginkan pembicaraan hangat dari hati ke hati membicarakan perasaan masing-masing setiap bertemu dengan pasangan. Di lain hal, sebagai laki-laki, si dia tidak mudah untuk menyatakan perasaan secara terang-terangan.

Keengganan bercerita mendalam menandakan pasangan tidak terlalu nyaman membicarakan apa pun tentang perasaannya. Kemungkinan lain, si dia memang merasa tidak ada yang perlu diceritakan. Meskipun demikian, kamu merasa tidak mungkin tidak ada hal yang diceritakan tentang perasaanya dan menganggap si dia tidak mengerti tujuan baik kamu.

Ketika kamu dan pasangan memiliki pandangan yang berbeda mengenai cara menunjukkan emosi, hal itu bisa menjadi masalah baru yang tak kunjung selesai.


3. Tingkat dan cara berpikir

Ketika pasangan memiliki cara berpikir yang sejalan, obrolan yang terjadi akan nyambung. Mulai dari mimpi, ide, tujuan, perasaan, hingga cara pandang akan sejalan. Interaksi yang terjalin pun akan semakin kuat karena antusiasme kalian menemukan orang yang memiliki cara pandang yang sama dari berbagai sisi. Hal itu membuat kamu dan pasangan tidak pernah bosan dan lelah untuk membicarakan berbagai hal karena ada keseruan tersendiri berbicara dengan orang yang cocok secara pemikiran.

Namun, ada kalanya kamu dan pasangan memiliki tingkat intelektual yang berbeda. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin diskusi yang terjadi bisa sangat terbatas. Perbedaan itu juga bisa membuat kamu dan pasangan memiliki kesulitan untuk menyelaraskan cara pandang.

Meskipun tidak harus sama, punya cara pandang yang sejalan dalam beberapa hal krusial diperlukan untuk masa depan hubungan kalian. Terlebih, perbedaan tingkat intelektual membuat beberaoa orang tidak tahu caranya menjadi pendengar yang baik, memahami pola pikir pasangan, dan memahami cara berpikir yang berbeda.

4. Spiritual

Keyakinan spiritual menjadi dasar seseorang untuk melakukan berbagai hal. Semisal berhubungan dengan orang lain dan mengendalikan diri saat situasi tidak bersahabat. Keyakinan spiritual bersumber dari kepercayaan setiap pihak dan bisa saja berbeda. Biasanya, hal ini sudah tertanam di dalam diri dan menjadi dasar bagi segala tindakan dan keputusan yang diambil.

Saat pasangan menceritakan dasar sikapnya berdasarkan keyakinan yang dimiliki, kamu perlu mendengarkannya dengan penuh hormat bahkan ketika kamu meyakini hal yang sebaliknya. Pasangan yang satu iman pun bahkan bisa menafsirkan ajaran dengan cara berbeda, apalagi mereka dengan keimanan berbeda. Untuk dapat tetap sejalan, kamu dan pasangan perlu saling membuka diri untuk memahami perbedaan pandangan kalian.

Sayangnya, ketidakcocokan secara jiwa ini bisa menjadi masalah besar bagi pasangan. Pasalnya, keyakinan rohani bukan sebuah hal yang bisa diubah begitu saja sehingga rawan menimbulkan konflik yang menyebabkan ketidakcocokan dalam hubungan.

Jadi apakah faktor ketidakcocokan itu ada di hubungan kamu? Jika iya, berusahalah lebih keras untuk membuat hubungan kalian berhasil. Bangunlah saling mengerti, memahami, dan menerima berbagai perbedaan yang muncul sekarang ataupun nanti.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH