Fakta Unik Pemutar Musik Legendaris Walkman Walkman (Sumber: Pixabay/fernandozhiminaicela)

WALKMAN menjadi produk yang paling populer pada zamannya. Bagaimana tidak, seseorang bisa mendengarkan musik dimanapun dan kapanpun dengan sebuah alat kecil. Namun seiring berkembangnya zaman, walkman mulai ditinggalkan dan orang mulai beralih ke alat yang lebih canggih, misalnya saja telepon pintar.

1 Juli 1979 adalah masa dimana Walkman hidup untuk membawa dunia musik menjadi portabel. Nah, untuk mengenangnya, yuk baca beberapa fakta unik tentang walkman yang dirangkum dari cata wiki.

1. Lahirnya Walkman Karena Opera

Walkman (Sumber: The Verge)
Walkman (Sumber: The Verge)

Akio Morita selaku co-founder dari Sony ternyata mendapatkan inspirasi Walkman dari opera lho! Hal ini dikarenakan Morita ingin sekali mendengarkan lagu-lagu opera ketika perjalanannya di pesawat. Beberapa pemutar musik pada zaman dahulu belum berbentuk kecil sehingga susah untuk dibawa kemana-mana. Bahkan menurutnya, baterai yang dipakai untuk pemutar musik pada zaman dahulu lebih cepat habis.

Sony langsung bergegas membuat salah satu purwarupa pemutar musik untuk membantu Morita mendengar musik opera dalam perjalannya di pesawatnya. Lalu purwarupa itu dikembangkan menjadi Walkman, yang dikenal sebagai pemutar musik portable pad zamannya.

2. Pressman Adalah Leluhur dari Walkman

Leluhur walkman (Sumber: Ebay)
Leluhur walkman (Sumber: Ebay)

Sebelum Walkman, ada alat yang mirip dengan Walkman. Ia adalah Pressman, sebuah alat perekam yang dipakai oleh para jurnalis. Saat brainstorming dalam pembuatan Walkman, tim dari Sony mencoba mengulik Pressman dengan menghilangkan fitur rekam dan menambahkan headphone untuk idenya.

Dari sesi ngulik Pressman inilah nama Walkman pun muncul, Sony akan selalu membuat pemutar musik ini berhubungan dengan kata '-man' di belakangnya. Seperti Discman (pemutar CD) dan juga Watchman (TV portabel).

3. Ada Lebih Dari Seratus Rupa Walkman

Ada ratusan varian walkman (Sumber:  Pinterest Herbert de Karajan)
Ada ratusan varian walkman (Sumber: Pinterest Herbert de Karajan)

Hingga sekarang Sony sudah merilis lebih dari seratus varian Walkman yang bisa kamu miliki. Ada yang bertenaga matahari, bisa mendengar lagu ketika berenang, memiliki dua slot kaset. Bahkan terdapat pula yang punya dua lubang headphone untuk mendengar lagu bersama pasanganmu.

4. Ada Gejalan Sosiologi Bernama 'The Walkman Effect'

Ada gejala sosiologi (Sumber: Sony Walkman)
Ada gejala sosiologi (Sumber: Sony Walkman)

Walaupun Walkman berhenti produksi pada tahun 2010, sepertinya efek dari 'The Walkman Effect' akan tetap ada hingga sekarang. Menurut Shuhei Hosokawa selaku pakar sosiologi, pemakaian Walkman bisa menurunkan kepedulian pengguna akan lingkungan sekitarnya. Jadi ketika kamu melihat seseorang sedang asyik mendengarkan musik di dalam lift tanpa memikirkan sekitarnya, sepertinya ia sedang mengalami gejala 'The Walkman Effect' ini.

Walaupun pemutar musik ini sudah terlihat kolot, tetapi harganya bisa menyaingi telepon pintar yang kamu pakai sekarang lho! Dilansir dari Ebay, Walkman TPS-L2 dijual dengan harga lima hingga sembilan jutaan rupiah, tergantung dari kondisi fisik dari Walkman tersebut. (Ald)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH