Image
Author by : Courtesy of hyena reality at Freedigitalphotos

Korban pertama dari MERS ini yakni wanita berusia 58 tahun. Ia menderita MERS setelah mengunjungi negara Timur Tengah. Kemudian korban kedua adalah pria berusia 71 tahun.

Banyak warga Korea Selatan baru-baru ini tertular penyakit MERS. Saat ini sudah lebih dari 680 orang yang terinfeksi. Mereka telah dimasukkan ke ruang isolasi.

Dari kejadian ini, Korsel pun melakukan banyak tindakan antisipasi.

Image
Author by : ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji

Awalnya Korsel menutup sekitar puluhan sekolah untuk mengantisipasi penyebaran MERS lebih lanjut. Namun penutupan sekolah akhirnya semakin meluas.

Seperti dilansir CNN, lebih dari 1800 sekolah ditutup. Sebanyak 1255 sekolah di Provinsi Gyeonggi ditutup, provinsi di mana wabah ini mulai menyebar.

Adapun sekolah lain yang ditutup berada di Gangnam, dekat dengan Rumah Sakit Samsung Seoul, di mana rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang paling banyak menampung pasien MERS.

Image
Author by : ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji

Wabah MERS di Korea Selatan semakin merajalela dari hari ke hari. Hingga saat ini, sudah ada 2300 orang dikarantina dan negara dalam keadaan darurat terkait kasus MERS ini.

Penyakit MERS memang mudah sekali menular. Akibat penyebaran ini, pemerintah sempat dikritik karena dinilai lambat menangani kasus MERS.

Tak hanya itu, bahkan MERS menyerang seorang sersan angkatan Udara.

Image
Author by : ANTARA FOTO/REUTERS/Park Jung-ho

Wabah yang menyerang sistem respirasi ini ternyata tak hanya menyerang warga sipil, namun juga menyerang angkatan udara. Angkatan udara yang terserang yakni merupakan angkatan udara Korea di pangkalan Amerika Serikat di Korsel.

Seperti dilansir CNN, saat ini sersan yang didiagnosis virus MERS ini sudah dirawat di rumah sakit, tempat di mana pasien pertama MERS Korsel dirawat.

Seperti diketahui, kasus pertama memang menyerang seorang wanita berusia 68 tahun yang terinfeksi setelah pulang dari empat negara di Timur Tengah.

Image
Author by : ANTARA FOTO/REUTERS/Park Ji-ho/Yonhap

Penyebaran penyakit ini akhirnya terdengar sampai ke ranah internasional. Dampak buruk pun dirasakan oleh Korea Selatan. Pasalnya, sekitar 7000 wisatawan membatalkan perjalanannya ke Korea Selatan.

"Pembatalan dengan skala besar ini merupakan hal yang tidak biasa. Alasan mereka adalah wabah MERS," ujar juru bicara Organisasi Pariwisata Korea atau KTO.

Seperti dilansir Guardian, pemerintah dan pejabat kesehatan pun akhirnya dikritik karena dinilai lambat merespons penyebaran penyakit ini.


Adinda Nurrizki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH