Hobi

Fakta-Fakta tentang Penyakit Pernapasan Misterius pada Anjing

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 08 Desember 2023
Fakta-Fakta tentang Penyakit Pernapasan Misterius pada Anjing

Penyakit ini memantik keresahan di kalangan pemilik hewan peliharaan. (Foto: Unsplash/Pauline Loroy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYAKIT pernapasan misterius pada anjing telah menjadi perhatian serius di beberapa wilayah di dunia. Dengan gejala awal seperti batuk berkepanjangan, mata berair, dan bersin, penyakit ini memantik keresahan di kalangan pemilik hewan peliharaan.

Peneliti dari Laboratorium Diagnosis Hewan Universitas New Hampshire dan Pusat Studi Genom Hubbard telah mengidentifikasi patogen baru yang mungkin menjadi penyebab penyakit ini.

Para peneliti mengatakan mereka telah menemukan kuman yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka beroleh simpulan itu setelah meneliti sampel dari 30 anjing dari New Hampshire yang terinfeksi tahun lalu dan 40 anjing tambahan dari Rhode Island dan Massachusetts yang jatuh sakit tahun ini,

“Patogen tersebut adalah bakteri yang aneh. Ini lebih kecil dari bakteri normal dalam ukuran dan ukuran genomnya,” kata Dr. David Needle, kepala bagian patologi di Fakultas Ilmu Hayati dan Pertanian di Universitas New Hampshire, seperti dikutip oleh nbcnews.com.

Baca juga:

Kenali Ciri-Ciri Depresi pada Anjing Peliharaanmu

Jika anjing mengalami batuk yang tidak kunjung reda dan gejala pernafasan lainnya, disarankan agar pemiliknya segera menghubungi dokter hewan. (Foto: Unsplash/Karsten Winegeart)
Jika anjing mengalami batuk dan gejala pernapasan lainnya, pemiliknya harus segera menghubungi dokter hewan. (Foto: Unsplash/Karsten Winegeart)

Bakteri baru ini berpotensi menyebabkan penyakit. Bakteri ini juga mungkin evolusi dari komponen mikrobioma anjing.

Sebagai informasi, anjing dan juga manusia memiliki berbagai jenis bakteri tidak berbahaya dan mikroorganisme lain yang hidup baik di dalam maupun di luar tubuh. Di usus, mereka dianggap membantu pencernaan.

Tim UNH membagikan hasilnya sebelum menerbitkan artikel penelitian, dengan harapan mereka dapat memberikan informasi kepada dokter hewan saat mereka menangani wabah sindrom pernapasan lainnya, katanya.

Menurut Cantu-Schomus dari Oregon, seperti dikutip oleh oregonvma.org, sebagian besar penyakit misterius ini berkembang dalam tiga cara. Pertama, peradangan pada saluran penghubung tenggorokan dengan paru-paru yang minimal atau tidak responsif terhadap antibiotik.

Baca juga:

Lima Kesalahan saat Memandikan Anjing Peliharaan

Hindari anjing sakit berkumpul dengan anjing lainnya. (Foto: Unsplash/Alvan Nee)
Hindari anjing sakit berkumpul dengan anjing lainnya. (Foto: Unsplash/Alvan Nee)

Lalu pneumonia kronis yang minimal atau tidak responsif terhadap antibiotik. Terakhir, pneumonia akut yang dengan cepat menjadi parah dan seringkali menyebabkan penyakit parah atau mungkin kematian hanya dalam waktu 24 hingga 36 jam.

Jika anjing mengalami batuk yang tidak kunjung reda dan gejala pernapasan lainnya, pemiliknya harus segera menghubungi dokter hewan.

Sebagai upaya pencegahan, hindari anjing sakit berkumpul dengan anjing lainnya. Selain itu, hindari anjingmu berbagi tempat makan atau tempat minum dengan anjing lainnya. (dsh)

Baca juga:

3 Ide Rayakan Hari Valentine Spesial dengan Anjing Peliharaanmu

#Anjing Peliharaan #Kesehatan #Hobi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Disya Shaliha

Average internet voyager, surrendering to the whims of my feline rulers.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan