Fakta Menarik Pasar Tanah Abang, Peninggalan Belanda yang Masih Bertahan Pasar Tanah Abang. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)

PASAR Tanah Abang merupakan pasar grosir besar terkenal di Ibu Kota Jakarta. Pasar ini merupakan salah satu sentra utama tekstil Indonesia yang juga diminati pedagang dari luar negeri.

Pasar Tanah Abang juga telah mengalami banyak perubahan sejak dibangun di masa kolonial Belanda, termasuk melewati banyak kebakaran. Pada pada Senin (22/4), kebakaran melanda Blok C Pasar Tanah Abang. Jauh sebelum itu di antaranya terjadi beberapa tahun setelah didirikan pada 1740, 1747, kemudian 1931, 1976, hingga 2003.

1. Dibangun bersamaan Pasar Senen

Kawasan Pasar Tanah Abang kini. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)
Kawasan Pasar Tanah Abang kini. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Pasar Tanah Abang didirikan pada masa kolonial Belanda oleh Yustinus Vinck, pada 30 Agustus 1735. Vinck merupakan seorang anggota Dewan Hindia Belanda kaya raya yang memiliki banyak tanah di Batavia. Mengutip Saudagar Baghdad dari Betawi, Yustinus Vinck juga membangun Pasar Senen (Pasar Weltevreden) yang diresmikan secara bersamaan dengan Pasar Sabtu.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Terbakar Bersamaan dengan Notre Dame, Ini Fakta yang Jarang Diketahui tentang Masjid Al-Aqsa


2. Pasar Tanah Abang awalnya bernama "Pasar Sabtu"

Kawasan Pasar Tanah Abang kini. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)
Kawasan Pasar Tanah Abang kini. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Pasar Tanah Abang awalnya bernama "Pasar Sabtu" karena hanya buka pada hari Sabtu seperti halnya Pasar Senen yang buka pada hari Senin. Kemudian Peristiwa Chineezenmoord 1740 membuat pasar itu dibangun kembali yaitu pada tahun 1881. Setelah pembangunan itu Pasar Sabtu dibuka seminggu dua kali, yaitu pada Sabtu dan Rabu.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 50 Kota Paling Banyak Dikunjungi Seluruh Dunia, Paris Menduduki Urutan Atas


3. Pasar Tanah Abang mulanya hanya bangunan bambu beratap rumbia

Blok C Pasar Tanah Abang saat kebakaran Senin (22/4) pagi. (Foto:  ANTARA News/Fathur Rochman)
Blok C Pasar Tanah Abang saat kebakaran Senin (22/4) pagi. (Foto: ANTARA News/Fathur Rochman)

Pasar Tanah Abang dahulu sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Kalau saja Yustinus Vinck masih ada, pasti ia kaget melihat pasarnya kini. Pada awalnya, pasar ini hanya berupa bagungan beratap rumbia dengan dinding gedek atau anyaman bambu. Bahkan, hingga tahun 1970-an kesederhanaan Pasar Tanah Abang masih terlihat.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Lima Fakta Menarik Katedral Notre Dame, Peninggalan Abad Pertengahan yang Hancur Terbakar


4. Semakin ramai setelah ada Stasiun Tanah Abang

Pasar Tanah Abang kini. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)
Pasar Tanah Abang kini. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Pasar Tanah Abang tak hanya tersohor sekarang. Sejak zaman kolonial pun, pasar ini sudah menjadi primadona. Pasar Tanah Abang semakin berkembang setelah pembangunan Stasiun Tanah Abang yang diresmikan pada tahun 1899 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda (Staatsspoorwegen Westerlijnen). Stasiun ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pasar Tanah Abang. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Fakta-Fakta Unik Hubungan Warga Lampung dengan Gajah Sumatera

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH