Fakta-Fakta Gunung Tangkuban Parahu, Objek Wisata Paling Populer di Jabar Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/sandhikaz)

GUNUNG Tangkuban Parahu masih terjadi aktivitas vulkanik. Beberapa waktu lalu, Jumat (26/7) sore, mengalami erupsi mengejutkan saat banyak wisatawan di berwisata di kawasan kawah. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Gunung Tangkuban Parahu merupakan salah satu objek wisata paling populer di Jawa Barat. Tak hanya soal keindahan alamnya, tapi secara budaya, Gunung Tangkuban Parahu sangat terkenal melalui legenda Sangkuriang.

Baca Juga: 5 Tips Jaga Keamanan Kolam Renang untuk Anak


1. Berawal dari legenda Sangkuriang

Kawah Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/fauzieakbars)
Kawah Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/fauzieakbars)

Gunung Tangkuban Parahu tak bisa dilepaskan dari legenda asal Jawa Barat Sangkuriang. Sangkuriang membuat telaga dan sebuah perahu besar sebagai syarat pernikahannya dengan Dayang Sumbi. Karena gagal, dibongkarnya kembali telaga itu dan perahu ditendang hingga terbalik. Konon, air telaga masuk ke Sanghiang Tikoro dan perahu terbalik menjadi Gunung Tangkuban Parahu yang dalam bahasa Sunda artinya Telungkupan Perahu.


2. Ditemukan oleh seorang Belanda

Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/kang.derland)
Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/kang.derland)

Gunung Tangkuban Parahu tercatat pertama kali didaki hingga puncak oleh seorang Belanda bernama Abraham van Riebeeck, pada 1713. Van Riebeeck juga disebut sebagai orang pertama yang memulai perkebunan kopi di Jawa Barat. Ia lahir di Afrika Selatan 18 Oktober 1653 dan meninggal di Batavia, 17 November 1713.


3. Sisa-sisa Gunung Sunda Purba

Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/muhamad_doktrin)
Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram.com/muhamad_doktrin)

Pernah dengan Gunung Sunda Purba? Inilah gunung tertinggi di Pulau Jawa yang konon memiliki puncak salju. Dari sini juga disebutkan asal muasal kata "Sunda". Yaitu dari nama Gunung Chuda yang dalam bahasa sanksekerta berarti "Gunung Putih" karena bagian atas gunung berwarna putih karena salju. Letusan Gunung Sunda Purba pada zaman prasejarah menyisakan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, serta Gunung Bukit Tunggul.

Baca Juga: Mau Seru malah Stres? Ini Caranya ketika Liburan Bawa Anjing atau Kucing


4. Rumah bagi hewan endemik

Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: https://twatangkubanparahu.com/galeri)
Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: twatangkubanparahu.com/galeri)

Selain sebagai tempat rekreasi, Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu memiliki kawasan hutan tempat flora dan fauna endemik Jawa Barat. Beberapa di antaranya ada elang Jawa (Spizaetus Bartelsi), meong congkok (Felis Bengalensis), macan dahan (Neofelis nebulosa), Surili (Presbytis comata), Lutung Jawa (Trachypiteous auratus). Secara keseluruh kawasan meliputi 171,40 hektare dengan pemanfaatan sebesar 10 persen dari keseluruhan luas.


5. Gunung Tangkuban Parahu sebagai objek wisata

Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: twatangkubanparahu.com)
Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: twatangkubanparahu.com)

Meski sangat identik dengan Bandung, sebetulnya secara administratif TWA Tangkuban Parahu terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Selain Kawah Ratu yang terkenal, sebetulnya ada juga Kawah Upas, Kawah Baru, dan Kawah Domas yang bisa kamu kunjungi. (*)

Baca Juga: Wujudkan 7 Ide Liburan Enggak Biasa di Bulan Agustus, Kenapa Enggak?

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH