Fakta di Balik Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 Tampak seorang mahasiswa sedang melihat foto-foto Tragedi Trisakti 1998, di Museum Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (10/5). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

MerahPutih.com - 12 Mei 1998 menjadi hari kelam bagi bangsa Indonesia. Kerusuhan di depan kampus Trisakti menyebabkan empat mahasiswa tewas karena diberondong peluru aparat keamanan.

Keempat mahasiswa itu adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998). Sampai saat ini, belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematian mereka.

"Memang ada progres untuk menuntaskan pelanggaran HAM, tapi itu berjalan lambat," kata juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi di Jakarta, Sabtu (12/5)

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998. Foto: Wikipedia

Tragedi berdarah Trisakti menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap rezim Presiden Soeharto. Mereka berujuk rasa karena tidak setuju dengan pengangkatan kembali Soeharto sebagai kepala negara.

Mahasiswa juga menyerukan enam tuntutan, yakni:

· Adili Soeharto dan kroni-kroninya,
· Laksanakan amandemen UUD 1945,
· Hapuskan Dwi Fungsi ABRI,
· Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya,
· Tegakkan supremasi hukum,
· Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN

Berikut sejumlah fakta di bali tragedi 12 Mei 1998, yang dihimpun MerahPutih.com, dari berbagai sumber:

1. Empat mahasiswa yang tewas mendapatkan gelar Pahlawan Reformasi

2. Empat mahasiswa yang tewas, tertembak di dalam area kampus. Mereka terkena peluru tajam di bagian-bagian vital tubuhnya, seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

3. Tragedi ini kemudian disebut menjadi pemicu terjadinya kerusuhan Mei 1998 di sejumlah kota di Indonesia.

4. Komnas HAM yang menyelidiki kasus-kasus tragedi 1998, seperti penembakan mahasiswa Trisakti, menyatakan, peristiwa tersebut sebagai pelanggaran HAM. Berkas perkara berikut sejumlah nama pelaku telah diserahkan ke Kejaksaan Agung, tapi kasus ini tak kunjung disidangkan.

5. Museum Trisakti didirikan di Universitas Trisakti sebagai bentuk peringatan terhadap tragedi tersebut.

6. Mahasiswa Jakarta melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR pada 12 Mei 1998 termasuk mahasiswa Trisakti. Karena krisis ekonomi yang makin menyulitkan masyarakat mahasiswa memutuskan untuk melakukan aksi damai dan orasi di jalan.

7. Pada tahun 2000, pemerintah sempat mengumumkan akan menginvestigasi 11 petugas yang diduga terlibat dalam tragedi tersebut. Tapi hingga sekarang, tak ada tersangka yang diinvestigasi.

Tragedi Trisakti. Foto: Wiki

8. Sudah 20 tahun berlalu dan pelaku penembakan mahasiswa juga dalang terjadinya tragedi Mei 1998 belum juga menemukan titik terang. Pemerintah Jokowi-JK diharapkan bisa mengungkapkan kebenaran di balik tragedi tersebut. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH