Fakta di Balik Penulisan Berita Proklamasi Pengibaran bendera pusaka. (Foto: Wikipedia)

SAAT Sukarno membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945, Jepang masih memiliki kekuatan besar di Indonesia. Demi melancarkan proklamasi, para pemuda pro republik akhirnya menuliskan berita tersebut dalam bahasa daerah.

Di Jawa Timur, berita proklamasi ditulis menggunakan bahasa Jawa dan Madura. Kabar kemerdekaan Indonesia disiarkan Angkatan Muda Pejuang (AMP) melalui kantor berita Domei Jakarta yang kini telah berganti nama menjadi Antara. Namun, saat berita tersebut dikumandangkan, belum banyak penduduk Indonesia yang mendengarkannya. Bahkan, kabar proklamasi baru ramai diperbincangkan di Surabaya pada 18 Agustus 1945.

“Baru pada saat matahari siang bersinar di atas Surabaya pada 18 Agustus (1945), hampir semua penduduk Kota Surabaya telah mendengar berita tentang Indonesia merdeka,” tulis Frank Palmos dalam Surabaya Tanah Sakralku.

Sebagaimana dilansir historia.id, berita tersebut diterima Markonis Yakub di kantor berita Domei Surabaya. Sesaat kemudian, ia langsung meneruskannya kepada RM Bintarti, Bung Tomo, dan Wakil Pemimpin Redaksi Domei bagian bahasa Indonesia untuk disiarkan dalam bahasa Jawa. Fakta ini terungkap dalam "Menembus Kabut Gelap: Bung Tomo Menggugat".

Radio Surabaya yang kini dikenal dengan RRI Surabaya juga turut menyiarkan kabar gembira tersebut. Bahasa Madura menjadi pilihan lantaran banyak dimengerti masyarakat Jawa Timur. Penggunaan bahasa lokal pun ditiru media cetak setempat.

Jika Antara dan RRI lolos, harian Suara Rakyat justru terkena sensor. Buletin berisi naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disita Polisi Rahasia Jepang.

Melihat beratnya perjuangan para pemuda pro republik, sudah sewajarnya Anda menghargai perjuangan mereka. Salah satu caranya dengan menjadi warga negara yang baik dan taat hukum. (*)

Dapatkan berita lain tentang sejarah kemerdekaan Indonesia pada artikel Usai Proklamasi Kemerdekaan, Peperangan Terus Terjadi.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional
Travel
Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional

Ada sekitar 5.300 koleksi di Museum Siwalima Ambon.

Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah
Tradisi
Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sampai turun tangan mengklarifikasi isu penggunaan dana haji untuk penguatan nilai rupiah

Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali
Travel
Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan,

Kenali Gejala Stockholm Syndrome
Fun
Kenali Gejala Stockholm Syndrome

Berawal dari peristiwa penyanderaan yang terjadi pada 1973.

Semur Daging Khas Betawi, Olahan Sedap di Hari Raya Idul Adha
Kuliner
Semur Daging Khas Betawi, Olahan Sedap di Hari Raya Idul Adha

Beda dengan resep semur dari daerah lain.

Pangandaran Punya Gunung Bukan Hanya Pantai
Travel
Pangandaran Punya Gunung Bukan Hanya Pantai

Dari atas bukit itu wisatawan dapat melihat panorama deretan gunung dan pepohonan hijau.

Tak Seperti Bali, Wisman ke Yogyakarta Hanya Bawa Hasil Rapid Test
Travel
Tak Seperti Bali, Wisman ke Yogyakarta Hanya Bawa Hasil Rapid Test

mengharuskan setiap wisatawan wajib menyertakan surat keterangan sehat.

Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan Panduan Protokol K4
Travel
Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan Panduan Protokol K4

Pariwisata akan kembali dihidupkan dengan panduan protokol K4.

Sukarno-Hatta Menumpang Kereta Api Rahasia Menuju Yogyakarta (2)
Indonesiaku
Sukarno-Hatta Menumpang Kereta Api Rahasia Menuju Yogyakarta (2)

Ia beroleh perintah khusus dan rahasia mempersiapkan kereta dengan tujuan Yogyakarta.

Wisata Sejarah di Pulau Onrust nan Misterius
Travel