Fakta dan Resep Pindang Patin, Olahan Ikan Berjuta Rasa dari Palembang Pindang ikan patin khas Palembang. (Foto: instagram.com/pindang.dlamaya)

SUMATRA Selatan terkenal dengan khazanah kulinernya. Siapa yang tak mengenal pempek dan tekwan. Keduanya bagian kecil dari banyak makanan khas Sumatera Selatan yang populer baik di dalam maupun ke luar daerah.

Sebagian besar makanan dari provinsi sebelah selatan pulau Sumatera ini berbahan baku ikan karena daerah ini dialiri Sungai Musi yang membentang dari sisi hulu ke hilir sejauh 750 kilometer.

Makanan seperti pempek, model, tekwan, laksan dikenal sebagai kuliner asal Palembang, Ibu Kota Sumsel, yang sudah populer di Indonesia. Selain itu, ada juga kuliner lain yakni pindang.


1. Pindang patin khas Palembang berbeda dengan pindang daerah lain

 Pindang patin berbeda dengan pindang dari daerah lain. (Foto: instagram.com/fiorentza)
Pindang patin berbeda dengan pindang dari daerah lain. (Foto: instagram.com/fiorentza)

Dikutip Antara, pindang dalam kamus besar bahasa Indonesia merupakan panganan ikan yg digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama. Di Sumsel, salah satu pindang yang cukup terkenal yakni pindang ikan patin. Kekhasannya terletak pada cita rasanya yang sangat beragam, ada manis, pedas, asam dan asin sekaligus.

Oleh karena ini pindang ikan asal Sumsel ini sungguh berbeda dengan pindang-pindang yang ditemukan di Jawa.

Di Jawa, ikan segar yang diolah menjadi ikan tahan lama disebut pindang. Biasanya, pindang ini masih perlu dimasak sebelum layak konsumsi. Sementara di Palembang, pindang yang dimaksud beda sekali dengan di Jawa karena sudah menjadi olahan jadi.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 50 Kota Paling Banyak Dikunjungi Seluruh Dunia, Paris Menduduki Urutan Atas


2. Pindang patin jadi pendamping nasi yang pas

  Pindang patin jadi pendamping nasi yang pas. (Foto: instagram.com/pladjoekoffie)
Pindang patin jadi pendamping nasi yang pas. (Foto: instagram.com/pladjoekoffie)

Pindang patin dibuat dengan memanfaatkan daging ikan patin yang kemudian dibaluri bumbu-bumbu kemudian direbus menjadi kuah sedap.

Sajian ini adalah bentuk lauk dari menu utama. Artinya, panganan ini dikonsumsi sebagai lauk dengan nasi, bukan dikonsumsi secara langsung.

Lauk ini banyak dijumpai di daerah Sumatera Selatan, karena setiap kabupaten di daerah tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing untuk kuliner pindang patin ini.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Sebelum Berkembang Prasmanan, Masyarakat Palembang Muliakan Tamu dengan dengan Tradisi Ngidang


3. Resep pindang patin khas Palembang

 Pertama-tama sediakan ikan patin dan bumbu-bumbu untuk membuat pindang patin. (Foto: instagram.com/flor_florentina)
Pertama-tama sediakan ikan patin dan bumbu-bumbu untuk membuat pindang patin. (Foto: instagram.com/flor_florentina)


Untuk membuat pindang, terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui. Pertama-tama menyiapkan bahan utama yakni ikan patin yang dibersihkan dan dipotong-potong.

Kemudian, bahan lainnya yakni batang serai dimemarkan, daun salam, irisan jahe halus, irisan lengkuas, irisan kunyit bakar, potongan tomat, garam, dan kecap manis. Selain itu, sediakan juga potongan nanas, daun kemangi, daun bawang, air, serta air asam.

Bahan di atas perlu dilengkapi dengan bumbu halus. Bumbu halusnya berasal dari 8 bawang merah, 3 siung bawang putih, cabe merah besar dan keriting sesuai selera. Cabai ini bisa disesuaikan dengan selera pembuatnya. Jadi, bisa ditambahkan beberapa jika ingin lebih pedas.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Anak Tak Boleh Terlalu Banyak Konsumsi Gula, Ini Bahayanya

4. Ikan patin terlebih dahulu dilumuri jeruk nipis dan garam

 Ikan patin terlebih dahulu dilumuri jeruk nipis dan garam. (Foto: instagram.com/rachmat196920040)
Ikan patin terlebih dahulu dilumuri jeruk nipis dan garam. (Foto: instagram.com/rachmat196920040)

Kemudian, cara membuat pindang ikan patin itu diawali dengan melumuri ikan dengan jeruk nipis dan garam untuk menghilangkan rasa amis kurang lebih 15 menit.

Bumbu halus berupa kunyit, jahe, lengkuas daun salam dan serai, dihaluskan dan dioleskan ke dalam ikan. Kemudian Ikan beserta bumbu dimasukkan ke dalam panci berisikan air, lalu dimasak di atas api sampai daging ikan matang.

Lalu tambahkan tomat, kecap manis dan garam sebagai penyedap. Aduk agar bumbunya merata pada daging ikan.
Tambahkan nanas dan air asam dan masak hingga nanas terlihat layu.

Kemudian masukkan daun kemangi dan daun bawang. Di sini, masaklah sebentar saja karena ikan sebenarnya sudah matang. Setelah dirasa matang, angkat masakan dan tuangkan dalam mangkuk. Sajikan sebagai lauk untuk menemani nasi. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Surga Belanja hingga Ramah Kantong, Ini Alasan Manila Disukai Pelancong Dunia



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH