[FAKTA atau HOAKS] Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan Bagikan Uang Selama COVID-19 Sheikh Hamdan. Foto: @HamdanMohammed

MerahPutih.com - Beredar postingan di media sosial (medsos) Facebook yang menyatakan bahwa Sheikh Hamdan, Putra Mahkota Uni Emirat Arab akan membagikan uang selama masa pandemi COVID-19.

Dalam postingan itu terdapat aturan yang harus dilakukan, yaitu membagikan postingan tersebut ke 8 hingga 11 grup Facebook lainnya.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: SBY Siap Kembalikan Dana Bank Century Rp6,7 Triliun untuk Bantu COVID-19

Narasi:

“Bagaimana semua orang? ? Ini bukan penipuan. Aku Sheikha HamdanAl Maktoum. Tim saya dan saya sedang mengatur organisasi amal Pandemi COVID-19 untuk semua negara. Pilih huruf pertama nama anda dan anda akan menerima sesuai nama anda.!A …………… 1 juta B …………… 2 juta C ……………. 3 juta D ……………. 5 juta E ……………. 2 juta F …………….. 2 juta G …………….. 2 juta H …………….. 2 juta Aku ………………. 1 juta J ………………. 6 juta K ……………… 7 juta L ………………. 5 juta M ……………… 7 juta N ……………… 6 juta O ……………… 1 juta P ……………… 4 juta Q ………………. 2 juta R ……………….. 1 juta S ………………… 1 juta T …………………. 1 juta U …………………. 6 juta V ………………… 4 juta Dan …………….. 1 juta X ……………….. 9 juta Y ……………….. 3 juta Z ………………… 1 juta

BAGIKAN postingan ini di grup 8-11 sekarang. Baca selengkapnya, Bagikan lebih banyak kesempatan untuk menang. Uang Anda akan dikirim 10 menit setelah Anda mengirim pesan kepada kami, jangan abaikan, mungkin kesempatan Anda. Waktumu dimulai sekarang. Semoga beruntung dan Tuhan akan memberkatimu!

Cek Fakta:

Berdasarkan hasil penelusuran, konten tersebut tidak benar. Sebab, Sheikh Hamdan Al Maktoum, Putra tidak pernah membuat kegiatan amal semacam itu melalui media sosial.

Melalui hasil pencarian, ditemukan sejumlah kasus modus penipuan di internet yang sudah pernah beredar mengatasnamakan Sheikh Hamdan. Modus operasinya ialah menggunakan nama Sheikh Hamdan dan fotonya untuk dapat menarik kepercayaan orang yang ditarget.

Modus penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan sudah beredar semenjak 2017, 2018, dan 2019. Penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan pada tahun 2017 modusnya berupa akun Facebook palsu. Kasus tersebut sudah pernah dibahas oleh gulfnews.com dengan artikel berjudul “Beware, Facebook scammers using UAE billionaires’ names.”

Fptp
Foto: Mafindo

Pada tahun 2018, menggunakan metode SMS dan sudah dibahas oleh khaleejtimes.com dengan judul “SMS scam warning for UAE residents.” Dan, modus pada tahun 2019, muncul melalui Facebook dan mengaku memberikan giveaway hadiah. Modus operasi tersebut sudah pernah dibahas dubailad.com dalam artikel berjudul “SCAMMER USING HH SHEIKH HAMDAN’S NAME TO ENDORSE FAKE GIVEAWAYS.”

Lalu, di awal Januari 2020, modus operasinya melalui pesan melalui surel atau email dan sudah dibahas dalam forum diskusi stopscamfraud.com. Bila melihat narasi pada sumber, diketahui merupakan modifikasi dari modus penipuan yang beredar pada tahun 2019 dikaitkan dengan kondisi pandemi COVID-19.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Polri Keluarkan Imbauan Waspada Bakal Ada Aksi Balas Dendam dari Para Pelaku Kejahatan

Kesimpulan

Konten medsos mengatasnamakan Sheikh Hamdan merupakan informasi yang tidak benar. Oleh karena itu konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Kecam Unnes atas Sanksi Mahasiswa Pelapor Dugaan Korupsi Rektor
Indonesia
KPK Kecam Unnes atas Sanksi Mahasiswa Pelapor Dugaan Korupsi Rektor

KPK merespons soal adanya informasi seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dijatuhi sanksi oleh pihak kampus karena melaporkan dugaan korupsi rektor.

Dua Kali Disuntik Vaksin, Sekda Kota Bandung Terjangkit COVID-19
Indonesia
Dua Kali Disuntik Vaksin, Sekda Kota Bandung Terjangkit COVID-19

Hal itu menunjukkan bahwa vaksin tidak menjamin seseorang tidak terpapar COVID-19. Sehingga vaksinasi harus dibarengi dengan penggunaan protokol kesehatan.

Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru
Indonesia
Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru

Permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu diselesaikan segera.

[HOAKS atau FAKTA} Mobil Esemka Berbahan Kayu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA} Mobil Esemka Berbahan Kayu

Akun Facebook @EdiTansil mengunggah sebuah foto mobil berbahan kayu dengan tulisan “esemka” pada bodi mobil.

Kendornya Pemeriksaan Jadi Alasan Pemprov DKI Hapus SIKM
Indonesia
Kendornya Pemeriksaan Jadi Alasan Pemprov DKI Hapus SIKM

Dishub DKI Jakarta pun telah mengkaji dan mengevaluasi penggunaan SIKM sebagai syarat bepergian ke maupun dari wilayah ibu kota.

Zulhas Optimistis Gibran-Teguh Raih 75 Persen Suara di Pilwakot Solo
Indonesia
Zulhas Optimistis Gibran-Teguh Raih 75 Persen Suara di Pilwakot Solo

Ia optimistis Gibran akan memperoleh suara lebih dari 75 persen seperti yang disampaikan saat berkunjung ke rumahnya dulu.

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Legislator PDIP Ihsan Yunus

"Rencana pemeriksaan akan dijadwalkan kembali karena surat panggilan belum diterima oleh saksi," kata Ali dalam keterangannya, Rabu (27/1).

Menkes Setujui PSBB Provinsi Banten, Jabodetabek Lebih Terintegrasi
Indonesia
Menkes Setujui PSBB Provinsi Banten, Jabodetabek Lebih Terintegrasi

Memutuskan untuk menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan

Arahan Tegas Kapolri kepada Anak Buahnya, Netral di Pilkada 2020 dan Tegakkan Prokes
Indonesia
Arahan Tegas Kapolri kepada Anak Buahnya, Netral di Pilkada 2020 dan Tegakkan Prokes

Kapolri, menginstruksikan untuk para Kasatwil tidak ragu-ragu untuk menegakan protokol kesehatan di masyarakat.

[HOAKS atau FAKTA]: Pesan Berantai “Taman Raya Tahap V Batam Zona Merah COVID-19”
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesan Berantai “Taman Raya Tahap V Batam Zona Merah COVID-19”

Baru satu orang warga Taman Raya tahap V yang dinyatakan positif Corona