Faisal Basri Nilai Ada yang Harus Dibersihkan dari Lingkungan Presiden Diskusi bertajuk "Ke Mana Arah Pemberantasan Korupsi?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/6). (MP/Ponco Sulaksono)

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mempertanyakan komitmen Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan korupsi. Ia menilai, seseorang tidak bisa dikatakan bersih bila membiarkan lingkungannya kotor.

"Saya yakin Jokowi tahu siapa yang kotor di lingkungannya. Saya enggak akan sebut nama," kata Faisal saat diskusi bertajuk "Ke Mana Arah Pemberantasan Korupsi?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/6).

Menurut mantan Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Jokowi mengetahui siapa saja yang harus dibersihkan dari lingkungannya.

"Setidaknya yang dia harus bersihkan. Dia tahu bersih ada kebijakan yang dipesan orang-orang tertentu," ujarnya.

Faisal menilai, presiden mempunyai keleluasan untuk memilih orang yang bebas dari konflik kepentingan. Oleh karena itu, ia meminta Jokowi bersikap tegas jika ada menteri-menterinya menyuburkan praktik-praktik yang tidak terpuji.

"Saya sepakat Pak Jokowi, orang bersih tapi tidak cukup di situ. Bapak punya otoritas yang maha besar untuk bersihkan lingkungan bapak yang kotor," tuturnya.

Faisal menyebut, HM Prasetyo tidak patut menempati posisi jaksa agung karena berasal dari partai politik. Ia juga menilai, Rini Soemarno sebagai menteri BUMN banyak melakukan kekacauan.

"Ya sudah jelas-jelas penegak hukum sifatnya tidak bias. Dari Nasdem karena sudah terjadi bias politik itu. Jokowi sampaikan sinyal simbol. Rini Soemarno banyak lakukan kekacauan. Jadi pemutus jalan dengan semangat anti korupsi," pungkas Faisal. (Pon)

Baca juga berita terkait lainnya dalam artikel: Penyokong Pansus Hak Angket KPK Wajib Jawab Empat Pertanyaan Ini


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH