Fahri Hamzah Rela Jadi Tersangka jika Terbukti Terlibat Suap Benur Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah berjalan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan rela menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika terbukti terlibat kasus dugaan suap ekspor benih lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu melalui akun Twitter-nya @Fahrihamzah pada Rabu (16/6), pukul 01.01 dini hari. Pernyataan ini disampaikan Fahri menanggapi namanya yang muncul dalam sidang perkara suap benur pada Rabu malam.

"Demi kepastian hukum, saya bukan saja harus mau tapi harus rela jadi tersangka @KPK_RI jika itu hasil sebuah penemuan bukti yang valid. Gak usah takut saya gak akan lari. Ini tanah tumpah darah saya. Asalkan saya diberi hak membela diri secara terbuka di depan mahkamah," kata Farih Hamzah dinukil Merahputih.com, Kamis (16/6).

Baca Juga:

Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Disebut Titip Kuota Ekspor Benur ke Edhy Prabowo

Sebelumnya diberitakan, nama Fahri Hamzah dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut-sebut dalam sidang perkara dugaan korupsi ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Hal tersebut terungkap saat jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka isi pesan antara Edhy dengan stafsusnya, Safri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/6) malam.

Ponsel pintar Safri memang disita penyidik sebagai barang bukti sebelumnya. Hakim ketua Albertus pun terkejut mendengar dua nama tersebut ternyata ikut menitipkan kuota ekspor benih lobster ke Edhy Prabowo.

"Itu, ada apa itu Azis Syamsuddin itu," tanya Albertus melihat isi percakapan antara Edhy dengan Safri.

Tangkapan layar cuitan Fahri Hamzah. (Foto: MP/Twitter @Fahrihamzah)
Tangkapan layar cuitan Fahri Hamzah. (Foto: MP/Twitter @Fahrihamzah)

Jaksa yang mendengar itu lalu mengonfirmasi kepada Safri apakah benar pesan itu berasal dari Edhy. Safri pun membenarkannya.

Jaksa pun membacakan isi pesan tersebut. "Saf, ini orangnya Pak Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR mau ikut budi daya lobster."

Safri membalas pesan tersebut dengan menyatakan kesiapannya. Dalam sidang, Safri mengaku kesiapan itu bermaksud menjalankan perintah Edhy secara umum. Safri juga memastikan bahwa perintah itu memang dari Edhy.

Hakim Albertus lalu menanyakan apa nama perusahaan Azis tersebut. Namun, Safri mengaku lupa. "Saya tidak ingat," kata Safri.

Lalu, jaksa juga mengungkapkan ada juga isi percakapan untuk mendorong perusahaan Fahri Hamzah lolos sebagai eksportir benih lobster. Hakim pun terkejut mendengarnya. "Wow," singkat hakim.

Baca Juga:

KPK Tindaklanjuti Munculnya Nama Azis dan Fahri di Sidang Suap Benur

Dalam percakapan itu, Edhy memerintahkan Safri untuk menerima tim Fahri Hamzah. "Langsung hubungi dan undang presentasi," bunyi pesan dari Edhy kepada Safri.

Safri mengaku melaksanakan perintah Edhy itu. Hanya saja, Safri tidak mengingat nama perusahaan Fahri Hamzah.

"Saya hanya koordinasi dengan Saudara Andreau," kata dia. Andreau Misanta Pribadi adalah staf khusus Edhy sekaligus Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) dari para eksportir. (Pon)

Baca Juga:

AHY Vs Moeldoko, Fahri Hamzah: Kalau Mayor Menang Lawan Jenderal, Luar Biasa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dianggap Pantas Jadi Sosok Inspirasi dan Panutan, Erick Thohir Dideklarasikan Maju di Pilpres 2024
Indonesia
Dianggap Pantas Jadi Sosok Inspirasi dan Panutan, Erick Thohir Dideklarasikan Maju di Pilpres 2024

Banyak sekali perubahan-perubahan yang dilakukannya dalam upaya mentransfromasi BUMN ke arah lebih baik

[HOAKS atau FAKTA]: Foto Mirip Anies Berjudul Memeluk Pasangan Bisa Turunkan Stres
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Foto Mirip Anies Berjudul Memeluk Pasangan Bisa Turunkan Stres

Sebuah akun Facebook mengunggah gambar artikel kompas.com berjudul “Menurut Studi, Memeluk Pasangan Bisa Turunkan Stres pada Wanita”.

Baru 60 Persen Daerah di Jawa Barat Bebas Buang Air Besar Sembarangan
Indonesia
Baru 60 Persen Daerah di Jawa Barat Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Kepala daerah harus bisa membangun kota/kabupaten yang layak (bersih, aman, nyaman, sehat).

Vaksinasi Booster Masih Minim, Pengusaha Diminta Buka Lagi Sentra Vaksinasi
Indonesia
Vaksinasi Booster Masih Minim, Pengusaha Diminta Buka Lagi Sentra Vaksinasi

Suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 26,63 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, sebanyak 234.666.020 juta orang.

Grace Ingin PSI Buat Gaduh 'Senayan'
Indonesia
Grace Ingin PSI Buat Gaduh 'Senayan'

PSI akan terus mengawal kebijakan Pak Jokowi

MAKI Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Siregar
Indonesia
MAKI Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Siregar

"KPK seharusnya mendalami terkait dugaan pidana gratifikasi atau suap, karena keduanya merupakan hal yang terpisah," kata Koordinator MAKI Boyamin.

Hadapi Hepatitis Akut, Indonesia Jangan Terlambat Kembangkan Vaksin
Indonesia
Hadapi Hepatitis Akut, Indonesia Jangan Terlambat Kembangkan Vaksin

Di Indonesia, per 13 Mei 2022, jumlah kasus hepatitis akut tercatat sebanyak 17 kasus, dengan satu diantaranya sudah masuk kategori probable.

Nasionalisme Menteri Perdagangan dan Pengusaha Minyak Goreng Dipertanyakan
Indonesia
Nasionalisme Menteri Perdagangan dan Pengusaha Minyak Goreng Dipertanyakan

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Dwi Hartono mempertanyakan rasa nasionalisme Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan para pelaku usaha khususnya di sektor minyak goreng.

SBY Bakal Hadiri Pemakaman Sudi Silalahi di TMP Kalibata
Indonesia
SBY Bakal Hadiri Pemakaman Sudi Silalahi di TMP Kalibata

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menghadiri prosesi pemakaman almarhum Sudi Silalahi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (26/10), siang.

Kapolda Metro Siapkan Operasi Khusus Berantas Kejahatan Jalanan yang Mulai Marak
Indonesia
Kapolda Metro Siapkan Operasi Khusus Berantas Kejahatan Jalanan yang Mulai Marak

Maraknya kasus kejahatan jalanan dan tawuran belakangan ini memancing Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk berbicara.