Fahri Hamzah: Penunjukan Staf Khusus Milenial Mundurkan Sektor Riil Presiden Jokowi perkenalkan 7 orang staf khusus berusia muda dan berasal dari kalangan milenial di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meragukan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat sejumlah anak muda menjadi staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial.

Fahri menduga, Presiden Jokowi sebenarnya hanya ingin mengajak anak-anak muda itu sebagai etalase.

Baca Juga:

Staf Khusus Didominasi Kaum Milenial, Presiden Jokowi Ingin Pertajam Inovasi

"Sayangnya, semua (stafsus) ini adalah wajah digital, sementara digital itu menurut saya bukanlah persoalan dasar bangsa Indonesia. Persoalan dasar bangsa Indonesia adalah sektor riil," kata Fahri kepada wartawan yang dikutip, Jumat (22/11).

Politikus Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengkritisi Erick Thohir saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019). (ANTARA/Abdu Faisal)
Politikus Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengkritisi Erick Thohir saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019). (ANTARA/Abdu Faisal)

Fahri mengatakan, seharusnya stafsus yang diangkat adalah mereka yang mampu memproduksi secara riil apa yang rakyat makan, yang rakyat pakai, dan sebagainya. Baginya, ekonomi digital tak menjamin surplus sektor produksi.

"Ini akan mematikan semangat kita jadi produsen di negara kita sendiri. Sehingga pertanian kita mundur, peternakan mundur, kelautan, perkebunan, manufaktur, semuanya mundur," ujarnya.

Artinya, lanjut dia, seharusnya Presiden Jokowi tak sekadar memikirkan anak muda didorong masuk industri digital. Namun juga masuk ke sektor produksi riil di pertanian, manufaktur, dan lain-lain.

"Jadi kalaupun anak-anak muda ini jadi etalase, harus yang lengkap, tidak sepihak, tidak pincang, tidak maya," kata Fahri.

"Sebenarnya anak-anak muda ini yang dipilih bukanlah anak yang bisa ditiru oleh seluruh masyarakat Indonesia yang mayoritas masih hidup di pedesaan dan daerah. Sementara anak-anak muda ini (yang diangkat menjadi stafsus) kebanyakan anak perkotaan yang tumbuh dengan teknologi dan pengetahuan yang lebih dari yang lainnya," beber Fahri.

Baca Juga:

PKS: Tujuh Stafsus Milenial Presiden Jangan Cuma Jadi Aksesoris

Menurut Fahri, pertumbuhan ekonomi digital justru bisa membuat masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen produk asing.

Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)
Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)

Seperti diketahui, Presiden Jokowi pada Kamis (21/11) sore resmi mengenalkan tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Para stafsus itu berusia di bawah 40 tahun. Mereka di antaranya Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32).

Kemudian Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36), Pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'rufruf (33). (Knu)

Baca Juga:

PPP Nilai Jokowi Nekat Angkat 7 Stafsus dari Kalangan Milenial


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH