Fahri Hamzah Kritisi Calon Parpol Dadakan, Begini Kata Dia... Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ‎menilai, fenomena partai politik yang mencalonkan kepala daerah bukan dari kader internal parpol dapat berdampak buruk terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.

Pasalnya, menurut Fahri, salah satu fungsi parpol adalah melakukan kaderisasi untuk mencetak kader-kader terbaik menjadi pemimpin berkualitas yang akan ditempatkan sebagai pejabat publik baik di level lokal maupun nasional.

"Parpol adalah sekolah politik, sekolah calon pemimpin, candradimuka lahirnya pemimpin. Oleh sebab itu, ada keharusan parpol setia dengan kadernya, setia dengan bibit-bibit yang disemai untuk kemudian dicalonkan menjadi pemimpin nasional," kata Fahri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Selain itu, kata Fahri, rakyat berhak untuk mengetahui latar belakang calon pemimpinnya.‎ Bukan serba dadakan seperti yang terjadi di beberapa daerah. Jangan sampai, kata Fahri, parpol baru mengumumkan calon yang akan diusungnya di menit-menit terakhir.

"‎Karena kalau dilihat bagaimana penyelenggaraan pilkada ini betul-betul seperti orang main congklak. Penuh dengan misteri, penuh dengan ketidakdugaan," tegasnya.

"Ini kayak rekrutmen tenaga kerja, bukan rekrutmen cawalkot, cagub, dan cabup," tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Bahkan, Fahri menyebut pola rekrutmen nonkader parpol untuk menjadi kepala daerah kental dengan nuansa politik transaksional. Hal itu, menurut dia, berpotensi menjadi bibit dari tindak pidana korupsi.

‎"Kalau dasarnya bukan idealisme, dasarnya adalah transaksi, dan tukar guling, dagang sapi yang tidak lain awal dari korupsi," pungkas pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH