Fahri Hamzah Dirikan Partai Gelora, PKS Solo Pastikan Tidak Ada Kader Tergiur Bergabung Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada DPD PKS Solo, Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, Kamis (14/11). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Eks kader PKS Anis Matta-Fahri Hamzah membentuk Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia di Jakarta. Munculnya Partai Gelora tersebut ditanggapi dingin Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada DPD PKS Solo, Jawa Tengah, Sugeng Riyanto.

"Munculnya Partai Gelora tersebut tak membuat DPD PKS Solo khawatir. Saya anggap munculnya partai baru dengan pemimpinya orang eks PKS bagian dari dinamika politik nasional," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto kepada merahputih.com, Kamis (14/11).

Baca Juga:

Dirikan Partai Gelora, Fahri Hamzah Targetkan Bisa Ikut Pilkada 2020

Sugeng mengungkapkan munculnya Partai Gelora sebenarnya sudah tercium lama sebelum Pemilu 2019 lalu. Namun, partai tersebut benar-benar terbentuk usai Pemilu.

Sugeng Riyanto memastikan tidak ada kader PKS yang tergiur bergabung dengan Partai Gelora
Sugeng Riyanto memastikan tidak ada kader PKS yang tergiur bergabung dengan Partai Gelora (MP/Ismail)

"Kami telah memprediksi jauh hari kalau Anis Matta-Fahri Hamzah akan mendirikan partai baru. Ternyata benar berdiri partai itu. ada eks kader PKS yang ikut gabung," kata dia.

Sugeng menegaskan dari kader DPD PKS Solo tetap solid mengikuti perintah DPP PKS. Ia memastikan tidak ada kader PKS Solo yang tergiur masuk Partai Gelora bentukan Anis Matta-Fahri Hamzah itu.

"Saya sudah cek tidak ada kader yang mundur dan menyeberang ke Partai Gelora. Partai baru ini bukan ancaman bagi DPD PKS Solo," terangnya.

Baca Juga:

Makna Logo Partai Gelora Versi Fahri Hamzah

Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail mengatakan PKS Solo memiliki 1.500 orang kader yang tersebar di 54 kelurahan dan lima kecamatan. Kader dari atas sampai bawah masih solid.

"Kami saat ini lebih fokus melakukan konsolidasi internal partai dalam menyiapkan Pilwakot Solo dibandingkan harus memikirkan partai lain," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Fahri Hamzah dan Anis Matta Bareng Eks Kader PKS Dirikan Partai Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bakal Ada Tersangka Kerumunan Petamburan, Pemprov Ikut Putusan Aparat
Indonesia
Bakal Ada Tersangka Kerumunan Petamburan, Pemprov Ikut Putusan Aparat

DKI termasuk provinsi di Indonesia yang sejak awal masuk wabah corona sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan.

Datangi Pasukan Khusus, Panglima TNI Pastikan Kesiapan Jika Berperang
Indonesia
Datangi Pasukan Khusus, Panglima TNI Pastikan Kesiapan Jika Berperang

Di hadapan prajurit Marinir, Panglima TNI mengatakan bahwa kesiapsiagaan adalah hal yang utama

Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan
Indonesia
Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyoroti masalah penegakkan hukum hingga kondisi perekonomian nasional yang cukup mengkhawatirkan.

Lihat Rekonstruksi di Tol Japek, Kompolnas: Yang Aktif Menyerang dari Kelompok Itu
Indonesia
Lihat Rekonstruksi di Tol Japek, Kompolnas: Yang Aktif Menyerang dari Kelompok Itu

Proses rekonstruksi dilakukan dengan dibagi empat titik lokasi kejadian

Said Didu Mengaku Enggak Niat Mangkir Panggilan Polisi
Indonesia
Said Didu Mengaku Enggak Niat Mangkir Panggilan Polisi

Saat ini pemeriksaannya sedang diistirahatkan

Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu
Indonesia
Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu

Saat ini petugas tengah berada di lokasi untuk menangani kendala tersebut

[Hoaks atau Fakta]: Mahfud MD Sebut Pelaku Bom Katedral Makassar Pecatan Polisi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Mahfud MD Sebut Pelaku Bom Katedral Makassar Pecatan Polisi

Berdasarkan keterangan tanggal dan jam, tidak ditemukan artikel dengan tampilan sampul serta judul seperti demikian.

Jerman dan Lebanon Temukan Kasus Pertama COVID-19 Varian Baru
Indonesia
Jerman dan Lebanon Temukan Kasus Pertama COVID-19 Varian Baru

Pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Kota Berlin menunjukkan pasien positif itu terserang virus B.1.1.7, nama varian baru COVID-19 yang saat ini mewabah di Inggris.

Ketua MA: Yang tidak Bisa Dibina, Kita Binasakan Saja!
Indonesia
Ketua MA: Yang tidak Bisa Dibina, Kita Binasakan Saja!

Ia meminta badan peradilan jangan alergi pada pengawasan.

Penyuap Wali Kota Cimahi Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Penyuap Wali Kota Cimahi Segera Duduk di Kursi Pesakitan

KPK menetapkan dua tersangka dalam perkara ini