Fahri Hamzah: Bu Risma, Kemiskinan Bukan Hanya Ada di Jakarta Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

MerahPutih.com - Mantan anggota DPR, Fahri Hamzah menyororoti aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta menemui kaum Penyandang Masalah Kesehjateraan Sosial (PMKS).

Fahri meminta staf Risma untuk memberitahu kepada mantan Wali Kota Surabaya itu tentang perbedaan wali kota dan menteri.

Baca Juga

Pasca Disidak Risma, Tunawisma di Sudirman-Thamrin Dicari Anak Buah Anies

"Stafnya Bu Risma harus kasih tahu beliau beda jadi wali kota dan menteri. Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri Tidak dipilih tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Wali Kota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota. #MenSOS," cuit Fahri, Rabu (6/1).

Politisi Partai Gelora ini ingin Risma mengurus kemiskinan dan persoalan sosial lebih luas lagi. Sebab, kemiskinan tidak cuma terjadi di Jakarta.

“Tadinya aku enggak mau tulis, tapi ya salah. Kemiskinan itu bukan di Jakarta, tapi di daerah terpencil sana. Itu rakyat bunuh diri, bunuh keluarga, ada ibu bunuh 3 anaknya karena melarat. Tapi para penjilat dalam birokrasi ini jahat. Tega amat sih. Ayolah mulai dari data,” ajak Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR itu meminta Risma bekerja seperti layaknya kerja negara. Menggunakan data, analisa, hingga melibatkan Presiden serta DPR. Dengan demikian, akan muncul koreksi dari publik atas kerja kementerian tersebut.

"Karena ketimpangan, kemungkinan di daerah terpencil akan makin sulit. Tapi, orang desa enggak ribut. Memang yang bahaya orang miskin kota, ada politik ada kelas menengah yang advokasi. Tapi kerja pakai data," terang Fahri.

Fahri berharap, siapapun pejabat yang berniat memberikan hatinya kepada rakyat dengan tulus, kelak akan menjadi pemimpin. Namun, Fahri mengingatkan, kerja negara menggunakan konsep, tidak mendadak.

"Kerja pakai konsep dan jangan tiba masa tiba akal, sibuk dianggap sukses dan citra dianggap kinerja. Situasi sulit, uang makin sedikit tolong jangan sia-siakan waktu," tutup Fahri. (Knu)

Baca Juga

Aksi Risma Temui Pengemis dan Tuna Wisma di Ibu Kota

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
11 Provinsi Laporkan Tidak Ada Penambahan Kasus Positif COVID-19
Indonesia
11 Provinsi Laporkan Tidak Ada Penambahan Kasus Positif COVID-19

Yogyakarta tidak ada kasus baru dan melaporkan 7 sembuh

Pemerintah Jangan Kebakaran Jenggot dengan Kehadiran KAMI
Indonesia
Pemerintah Jangan Kebakaran Jenggot dengan Kehadiran KAMI

"Dengan demikian, pemerintah tidak merespons yang berlebihan terhadap gerakan ini, tapi fokus saja pada kerja-kerja pelayanan publik," jelas Wempy

 Penanganan Wabah Corona, Presiden Jokowi Pakai Inpres Nomor 4 Tahun 2019
Indonesia
Penanganan Wabah Corona, Presiden Jokowi Pakai Inpres Nomor 4 Tahun 2019

Isinya tentang peningkatan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan buklir, biologi, dan kimia.

Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pertamina Jamin Stok BBM Aman
Indonesia
Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pertamina Jamin Stok BBM Aman

BBM dalam kondisi aman dan cukup baik di tengah wabah Virus corona baru atau COVID-19 di tanah air.

 KPK Tak Akan Tunda Proses Hukum Paslon yang Maju Pilkada 2020
Indonesia
KPK Tak Akan Tunda Proses Hukum Paslon yang Maju Pilkada 2020

Sikap KPK ini berbeda dengan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk menunda proses penanganan perkara terhadap calon di Pilkada 2020.

KPK Ajak MAKI Bongkar Sosok King Maker di Skandal Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Ajak MAKI Bongkar Sosok King Maker di Skandal Djoko Tjandra

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kembali mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/9) kemarin.

DPR Desak Jokowi Masukkan Protokol Kesehatan di Perppu COVID-19
Indonesia
DPR Desak Jokowi Masukkan Protokol Kesehatan di Perppu COVID-19

Hal itu sangat penting agar bisa dijadikan panduan masyarakat dalam mencegah penularan COVID-19 dan bisa dijadikan dasar hukum aparat dalam menindak bagi yang melanggar protokol kesehatan.

Bagaimana Nasib 63 Karyawan Hotel Des Indes Usai Kontak dengan Penderita Corona?
Indonesia
Bagaimana Nasib 63 Karyawan Hotel Des Indes Usai Kontak dengan Penderita Corona?

Darmawiharto juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan proaktif akan melapor

DKPP Berhentikan Anggota KPU Maluku Tenggara Barat karena Terbukti Terima Suap Rp10 Juta
Indonesia
DKPP Berhentikan Anggota KPU Maluku Tenggara Barat karena Terbukti Terima Suap Rp10 Juta

Sanksi Pemberhentian Tetap tersebut dibacakan majelis dalam sidang pembacaan putusan yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu (12/8) pukul 10.00 WIB.

Luhut Mau Undang Wisman Tiongkok, Menparekraf Wishnutama Bereaksi
Indonesia
Luhut Mau Undang Wisman Tiongkok, Menparekraf Wishnutama Bereaksi

"Tidak mungkin kalau pandemi berjalan, kan orang juga 'gak' bisa ke mana-mana, 'simple' saja," sambungnya