Fadli Zon Sebut Penangkapan Habib Bahar bin Smith Tindakan Diskriminatif Anggota DPR Fadli Zon. (MP/Ponco Sulakosono)

MerahPutih.com - Anggota Dewan Pembina Gerindra Fadli Zon mengecam penangakapan Habib Bahar bin Smith. Menurutnya, penangkapan ini merupakan tindakan diskriminatif.

"Pak Kapolri. Kenapa Habib Bahar Smith diperlakukan diskriminatif? Hukum benar-benar sudah jadi alat kekuasaan?" tegas Fadli Zon seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Selasa (19/5).

Baca Juga

Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021

"Apalagi ditangkap di tengah malam di bulan suci Ramadhan di Pesantrennya pula. Apa negeri ini masih bisa disebut demokrasi? @divhumaspolri," tambahnya,

Santer beredar kabar bahwa penangkapan kembali Habib Bahar bin Smith tersebut lantaran penyampaian ceramahnya saat malam usai bebas beberapa hari lalu.

Hal tersebut pun ditegaskan pula oleh pengacaranya, Aziz Yanuar yang membenarkan bahwa kliennya itu dijemput aparat keamanan lantaran ceramahnya di tengah masyarakat yang menyinggung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Alasannya diduga kuat karena isi ceramah beliau malam Ahad lalu yang menyinggung dan menantang penguasa," ujarnya.

Habib Bahar sebelumnya telah dibebaskan dalam program asimilasi, statusnya belum bebas murni. Adapun dalam kasusnya, Habib Bahar divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung.

Baca Juga

Ditjen PAS Cabut Hak Asimilasi Habib Bahar bin Smith

Bahar dibawa oleh Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat pada pukul 02.00 WIB, Selasa (19/5) dini hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Targetkan Vaksinasi 70 Juta Orang Tercapai Pada September 2021
Indonesia
Pemerintah Targetkan Vaksinasi 70 Juta Orang Tercapai Pada September 2021

Pemerintah Indonesia menargetkan 70 juta warga tervaksinasi COVID-19 pada September 2021.

Sejumlah Provinsi Alami Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Sejumlah Provinsi Alami Lonjakan Kasus COVID-19

Satgas COVID-19 menyebut, dalam sepekan terakhir, terdapat tujuh provinsi yang mengalami kenaikan positif corona.

Eks Pimpinan PBNU Nilai Ada 'Abu Janda' Lain yang Berpura-pura Membela NU
Indonesia
Eks Pimpinan PBNU Nilai Ada 'Abu Janda' Lain yang Berpura-pura Membela NU

Kiai As'ad juga menanggapi ulah Abu Janda yang kerap mengenakan atribut NU

Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya
Indonesia
Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya

Kepercayaan publik terhadap media massa perlu terus dikembangkan dengan produksi konten-konten yang mencerahkan, terlebih saat mengarungi masa Pandemi COVID-19.

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan Kredit Tanpa Agunan
Indonesia
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan Kredit Tanpa Agunan

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan kredit tanpa agunan (KTA).

HUT ke-75, Polisi Masih Hadapi Tantangan Reformasi Kultural
Indonesia
HUT ke-75, Polisi Masih Hadapi Tantangan Reformasi Kultural

Perwujudan civilan police di Kepolisian Republik Indonesia perlu komitmen dan konsistensi proses demiliterisasi dan depolitisasi Polri demi tercapainya pemolisian demokratis.

Komjen Listyo Sigit Diingatkan Hukum Jangan Hanya Tajam ke Oposisi
Indonesia
Komjen Listyo Sigit Diingatkan Hukum Jangan Hanya Tajam ke Oposisi

Utamanya dalam agenda politik, pemilu, pilpres, pilkada

Tidak Ada Terpapar COVID-19, Jakarta Kembali Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Tidak Ada Terpapar COVID-19, Jakarta Kembali Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Pihak sekolah harus membuat pakta integritas yang kemudian diserahkan kepada Disdik DKI. Tetapi, mereka tidak perlu asesmen dari awal.

Gibran bakal Karantina Warga yang Nekat Mudik ke Solo
Indonesia
Gibran bakal Karantina Warga yang Nekat Mudik ke Solo

Suami Selvi Ananda ini mengatakan pemkot Solo akan menyiapkan rumah karantina khusus untuk pemudik yang terpapar virus corona. Lokasi karantina tersebut berada di Solo Techno Park (STP)

Pengamat Nilai Narkoba di Kalangan 'Public Figure' Hal Biasa
Indonesia
Pengamat Nilai Narkoba di Kalangan 'Public Figure' Hal Biasa

Benny menyarankan agar ada perubahan dalam mental diri masyarakat