Fadli Zon Pastikan Tetap Kritis meski Ada Prabowo di Kabinet Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (MP/Ponco Sulakosono)

MerahPutih.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Garindra Fadli Zon memastikan tak "mati angin" meski partainya bergabung ke pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Menurut Fadli, ia selama ini hanyalah puasa bicara selama sebulan. Nantinya, ia tetap memberikan kritik kepada pemerintah karena itu adalah vitamin demokrasi yang harus terus dijaga.

Baca Juga:

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Fadli Zon Terkesan Lebih 'Jinak'

“Kalau cara berpikirnya karena ini sudah di koalisi terus tidak boleh mengkritik, saya kira orang itu enggak mengerti demokrasi,” ujarnya kepada wartawan yang dikutip Selasa (5/11).

Hal ini agar pemerintahan yang ada tetap berjalan di rel yang sesuai dan tidak terjerumus. Bahkan, Fadli menyebut, kritik kepada pemerintah adalah bukti bahwa ia memiliki rasa sayang.

“Kalau ada orang mau masuk ke jurang, kita enggak kasih tahu ada jurang, orang itu tidak sayang sama bangsa, dan negaranya,” terangnya.

Para menteri berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo sebelum rapat terbatas bertopik tentang Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Presiden, Jakarta pada Kamis (31/10/2019). (ANTARA/Bayu Prasetyo)
Para menteri berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo sebelum rapat terbatas bertopik tentang Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Presiden, Jakarta pada Kamis (31/10/2019). (ANTARA/Bayu Prasetyo)


“Jadi, mengkritik itu tanda kita punya kepedulian terhadap bangsa,” imbuhnya.

Fadli menjadi bagian dari Komisi I DPR yang membidangi komunikasi, pertahanan dan intelijen. Artinya, Fadli akan menjadi mitra kerja Kementerian Pertahanan yang dipimpin Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Ya lihat situasinya lah. Kalau Pak Prabowo dalam hal itu ahli, saya kira salah satu orang yang paling ahli di bidang itu (pertahanan)," ujar Fadli.

Jika berhadapan dengan Prabowo dalam satu ruangan rapat di meja yang berseberangan, Fadli menyatakan, ia akan tetap memberikan masukan.

"Ya kalau rapat kita kasih masukan. Karena lima tahun kemarin jarang mengkritisi masalah pertahanan, yang saya kritisi kebanyakan ekonomi dan politik dan hukum," kata dia.

Baca Juga:

Ditawari Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Pengamat Prediksi Fadli Zon Tak Akan Tolak

Fadli pun berharap, partainya bisa berbuat banyak untuk Kabinet Indonesia Maju.

"Ide itu yang saya sampaikan kepada Pak Prabowo pada awal Agustus lah, kecuali kita berada di luar pemerintahan, tetapi kalau misalnya kita memang memutuskan sudah ada di dalam pemerintahan, itu salah satu opsi yang sangat penting. Harapannya, kita bisa berbuat di situ," ujar dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (MP/Asropih)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (MP/Asropih)

Selain sebagai anggota Komisi I DPR, Fadli menjabat sebagai ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP). Badan tersebut merupakan alat kelengkapan dewan di DPR RI yang membidangi kerja sama DPR dengan parlemen luar negeri.

Terkait tugasnya di BKSAP, Fadli mengatakan, ia akan mendorong diplomasi parlemen sebagai perpanjangan tangan kepentingan nasional. Fadli menyebut, isu yang akan didorong misalnya soal Papua, pembangunan berkelanjutan, isu perbatasan hingga, hak azasi manusia. (Knu)

Baca Juga:

Fadli Zon Jadi Politikus Gerindra yang Paling Kuat Masuk Kabinet Jokowi



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH