Skandal Asuransi
 Fadli Zon Dukung Pembentukan Pansus Agar Bisa Investigasi Permasalahan Jiwasraya Politikus Gerindra Fadli Zon. (MP/Ponco Sulakosono)

MerahPutih.Com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan sebenarnya Gerindra mendukung pembentukan panitia khusus atau pansus Jiwasraya.

"Saya kira logikanya dan sewajarnya memang yang dibentuk itu adalah pansus, ini pendapat saya pribadi," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (5/2).

Baca Juga:

PKS Harap Kejagung Tak Tebang Pilih Usut Kasus Jiwasraya

Fadli mengatakan Gerindra awalnya mendukung pansus. Namun lantaran ada permintaan, partai besutan Prabowo Subianto itu banting setir menyokong panja Jiwasraya.

"Mungkin ada permintaan karena kami kan bagian dari koalisi gitu, ada permintaan kalau tidak salah seperti itu, sehingga akhirnya sikap kami berubah," ujar anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Pembentukan pansus efektif untuk menginvestigasi permasalahan yang terjadi pada Jiwasraya

Logo PT Asuransi Jiwasraya. Antaranews/jiwasraya

Saat ini, mayoritas fraksi di DPR menyatakan mendukung pembentukan panja Jiwasraya. Hanya ada dua fraksi yang kukuh agar Dewan membentuk pansus, yakni Fraksi Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Fadli Zon menyebut pembentukan pansus yang diusulkan dua fraksi itu masuk akal dan akan lebih efektif. Meski di sisi lain, dia mengakui pansus sulit terbentuk karena minim dukungan.

"Di dalam menggali untuk investigasi, saya berpendapat logikanya pansus, kenapa harus takut sama pansus," kata Fadli.

Menurut dia, pansus akan lebih komprehensif dalam menginvestigasi dan mengungkap kasus dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu.

"Walaupun Fraksi Gerindra sudah ikut dalam Panja. Saya secara pribadi berpendapat seharusnya kalau sudah ada lebih dari dua Panja, lebih efisien dengan membentuk Pansus," kata Fadli .

Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR itu menilai Pansus bisa membuat investigasi persoalan di Jiwasraya berjalan komprehensif dan tidak sektoral. Namun, harus ditentukan seluruh fraksi.

"Namun dalam hal ini saya kira logikanya dan sewajarnya yang harus dibentuk adalah Pansus, ini pendapat saya pribadi," ujarnya.

Fadli menjelaskan Fraksi Gerindra pada awalnya setuju pembentukan Pansus Jiwasraya. Namun, ia menduga perubahan sikap Gerindra lantaran ada permintaan dari Presiden Joko Widodo.

Tapi, Fadli pesimistis Pansus Jiwasraya dapat terbentuk. Meskipun, pengusulan sudah memenuhi syarat, yakni lebih dari satu fraksi dan 25 orang anggota DPR menandatangani usulan pembentukannya.

Baca Juga:

Fraksi PKS dan Demokrat Resmi Usulkan Pembentukan Pansus Jiwasraya

Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat DPR menyampaikan usulan pembentukan Pansus Jiwasraya kepada Pimpinan DPR pada Selasa, 4 Februari 2020. Dalam usulan tersebut, dilampirkan bukti dukungan dari anggota Fraksi PKS sebanyak 50 orang dan Demokrat sebanyak 54 orang.

Dalam UU Nomor 2 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), syarat pembentukan Pansus Angket harus memenuhi syarat sebanyak 25 orang dan lebih dari satu fraksi.(Knu)

Baca Juga:

PKS Pastikan Perjuangkan Pengusutan Kasus Jiwasraya Sampai Tuntas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Klaim KPK Dilibatkan Dalam Pembahasan UU KPK
Indonesia
DPR Klaim KPK Dilibatkan Dalam Pembahasan UU KPK

Saat pembahasan tingkat kedua, pihak-pihak yang keberatan dengan rancangan undang-undang pun disebutnya telah diberi ruang

Wagub DKI tak Takut Pembahasan APBD di Puncak Jadi Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Wagub DKI tak Takut Pembahasan APBD di Puncak Jadi Klaster Baru COVID-19

"Oh gak (takut ada klaster COVID-19), kan gak semua anggota DPRD. Gak sampe 800 kayanya sih. Lagian kan tiap komisi beda-beda tempat," terang Riza

Wujudkan Ikhtiar Menolong Sesama saat Pandemi Lewat Aksi #Donordirumahaja
Indonesia
Wujudkan Ikhtiar Menolong Sesama saat Pandemi Lewat Aksi #Donordirumahaja

Nur Azizah (28), perempuan pekerja swasta yang berinisiatif membuat gerakan donor darah bersama.

Minim Uji Spesimen Bakal Jadi Hambatan Vaksinasi
Indonesia
Minim Uji Spesimen Bakal Jadi Hambatan Vaksinasi

Vaksin COVID menjadi harapan semua orang di dunia yang dirundung pandemi virus corona.

 84 Tenaga Medis DKI Positif Corona, 1 Meninggal dan 2 Orang Sedang Hamil
Indonesia
84 Tenaga Medis DKI Positif Corona, 1 Meninggal dan 2 Orang Sedang Hamil

"Tenaga kesehatan positif Covid-19 84 orang. Satu diantaranya meninggal dunia dan dua sedang hamil. Tersebar di 30 rumah sakit dan 1 klinik di Jakarta," kata Dwi

Usul Anies Sepeda Boleh Lewat Tol Mending Jangan Digubris
Indonesia
Usul Anies Sepeda Boleh Lewat Tol Mending Jangan Digubris

Anggap saja itu usul dari seseorang yang belum mengerti tentang keselamatan lalu lintas

Golkar Fokus Naikkan Suara di Pemilu 2024 Sebelum Ajukan Capres Sendiri
Indonesia
Golkar Fokus Naikkan Suara di Pemilu 2024 Sebelum Ajukan Capres Sendiri

Jika sudah menjadi pemenang, relatif mudah mencari dan menetapkan Capres.

Solusi Recovery Ekonomi Tanpa Nambah Utang ala Rizal Ramli
Indonesia
Solusi Recovery Ekonomi Tanpa Nambah Utang ala Rizal Ramli

Pertama, pemerintah bisa gunakan sisa-sisa anggaran lalu meliputi SAL

Ketua KPK Firli Bahuri Minta Harun Masiku Hingga Hurhadi Serahkan Diri
Indonesia
Ketua KPK Firli Bahuri Minta Harun Masiku Hingga Hurhadi Serahkan Diri

KPK sudah melakukan upaya pencarian di puluhan lokasi

Dua Karyawan World Bank Positif Corona
Dunia
Dua Karyawan World Bank Positif Corona

Malpass menyebut diagnosis tersebut menandai kasus COVID-19 pertama yang terjadi di lingkungan Bank Dunia