Fadli Zon Bilang Cuma 'Pajangan', Stafsus Milenial Jokowi Pamer Prestasi Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial Gracia Billy Mambrasar menanggapi sindiran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut pengangkatan tujuh stafsus milenial cuma sebagai 'lipstik dan pajangan.'

Menurut Billy, sebelum dirinya dan keenam rekannya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai stafsus, mereka telah berkarya dan ikut berkontribusi dalam membangun bangsa.

Baca Juga:

Staf Khusus Didominasi Kaum Milenial, Presiden Jokowi Ingin Pertajam Inovasi

"Maaf Pak @fadlizon, anda menyebut kami lipstik, berarti: Menganggap kami kosmetik (tidak ada manfaat signifikan), tidak berkompetensi, & tuduhan licik & bodoh kepada orang yang mengangkat kami (Pak Jokowi)," tulis Billy di akun Twitter-nya yang dikutip Senin (25/11).

Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)
Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)

"Sebelum kami ditunjuk, kami sudah berkarya & Ikut Berkontribusi ikut membangun bangsa ini!" sambungnya.

Peraih beasiswa kuliah di Oxford sekaligus pendiri KitongBisa ini kemudian menjelaskan secara singkat karya dan kontribusi dia dan keenam rekannya sebelum menjadi stafsus.

Baca Juga:

PKS: Tujuh Stafsus Milenial Presiden Jangan Cuma Jadi Aksesoris

Diketahui, selain Billy, yang menjadi Stafsus Presiden dari kalangan milenial, yakni Putri Indahsari Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru) dan Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke).

Kemudian ada Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise, kader PKPI, difabel tunarungu), Aminuddin Ma'ruf (Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII), dan Andi Taufan Garuda (Pendiri Lembaga Keuangan Amartha).

Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar. (Foto: instagram.com/billymambrasar)
Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar. (Foto: instagram.com/billymambrasar)

"Apa anda @fadlizon tidak mengetahui karya @AdamasBelva yang sudah memberikan akses pendidikan ke ratusan orang karena ruang gurunya? Saya yang sudah memberikan pendidikan gratis & mendorong pemberdayaan kaum tertinggal di daerah terluar? Ayu Kartika Dewi dengan advokasi pendidikan toleransi?" ungkap Billy.

"Pak @fadlizon - karya Andy Taufan memberikan akses permodalan ke kaum wanita utk keluar dari kemiskinan? Putri Tanjung dengan event-event bisnis kreatif untuk mendorong anak muda berwirausaha? Aminudin Ma'ruf dengan empowering pesantren. Angkie Y menginspirasi ratusan orang dengan disabilitas?" jelasnya.

Baca Juga:

PPP Nilai Jokowi Nekat Angkat 7 Stafsus dari Kalangan Milenial

Untuk itu, pemuda asal Papua ini menegaskan bahwa mereka menerima tawaran menjadi stafsus bukan karena kekuasaan dan uang, melainkan karena kecintaan mereka kepada Indonesia. "Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan karena kekuasaan dan uang!" tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Fadli Zon mengkritik pengangkatan tujuh Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial. Menurutnya, langkah Presiden Jokowi mengangkat tujuh staf khususnya itu hanyalah sebuah pencitraan. "Cuma lipstik saja, pajangan saja lah itu," kata Fadli di Jakarta, Sabtu (23/11).

Pasalnya, Fadli menyebut, jika Jokowi benar-benar ingin mencari staf yang bisa membantunya di pemerintahan, maka seharusnya memilih orang-orang yang punya kapasitas serta kapabilitas, dan itu bukan dilihat dari umur. (Knu)

Baca Juga

Stafsus Jokowi Bengkak, Munculkan Citra Bagi-Bagi Jabatan


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH