Fadli Zon Sebut Wiranto 'Ngawur' Ancam Pengajak Golput Bisa Dijerat UU ITE Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon menyebut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto tentang golput dan UU ITE itu sangat tidak berdasar.

"Saya kira ini lontaran-lontaran yang tidak mempunyai dasar. Saya mengatakan ini ngawur. Ya semakin hari kok semakin ngawur yah (Wiranto;Red)," kata Fadli di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (28/3).

Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)
Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)

Seharusnya, kata Fadli, pihak pemerintah menciptakan pemilu yang damai, adil, dan bersih bukan melontarkan perkataan yang dapat membuat kegaduhan di masyarakat.

"Tetapi lontaran-lontaran itu memberikan suatu kecemasan kekhawatiran orang ya. Bukan memberikan rasa aman, rasa damai dan kegembiraan," tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengatakan, warga yang mengajak orang lain tidak memilih dalam Pemilu 17 April mendatang sebagai pelaku pidana.

Menurut Wiranto, ajakan Golput itu dianggap gerakan pengacau. Wiranto mengaku telah mendiskusikan agar orang yang mengajak pihak lain golput bisa dijerat undang-undang

"Itu kan namanya mengancam hak dan kewajiban orang lain dan undang-undang yang mengancam (orang) itu," kata Wiranto, saat acara Rakornas Pengamanan Pemilu di Jakarta Barat, Rabu (26/3). (Asp)

Baca Juga: Wiranto Siapkan Jerat UU ITE Pidanakan Pengajak Golput

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH