Facebook Sedang Kembangkan Teknologi Ketik Gunakan Gelombang Otak Bisa jadi Facebook yang pertama membuat terobosan anyar. (Foto: Pexels/Pixabay)

PADA acara tahunan Facebook F8 yang diadakan bulan April 2019 lalu, Facebook mengumumkan bahwa mereka saat ini tengah mengembangkan teknologi baru. Salah satu grup dari Facebook, Building 8 tengah mencari cara supaya dapat mengetik menggunakan gelombang otak.

Dilansir dari The Verge, Regina Dugan selaku kepala Building 8, mengatakan bahwa tujuan awal mereka adalah membuat teknologi yang dapat membedakan jawaban iya dan tidak melalui gelombang otak. Meski terlihat simpel, namun jika tujuan mereka dapat tercapai, banyak potensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai teknologi manusia saat ini.

Baca Juga: Google Rilis Gallery Go Versi Offline

facebook
Batas antara realita dan digital seakan jadi satu dengan teknologi AR. (Foto: Forbes)

Sebenarnya teknologi ketik menggunakan gelombang otak sudah pernah dibuat oleh peneliti dari Stanford. Teknologi milik peneliti Stanford memungkinkan pasien yang lumpuh mengetik 8 kata per menit hanya menggunakan pikirannya.

Facebook tidak ingin meniru teknologi buatan peneliti Stanford dikarenakan alat untuk membaca gelombang otak harus ditanam di dalam kepala pengguna. Facebook ingin membuat alat yang lebih sederhana dan tidak menganggu kenyamanan dan privasi pengguna. Terlebih lagi karena citra Facebook sempat buruk perihal privasi penggunanya. Selain itu, Facebook juga ingin kecepatan ketik yang lebih baik, bahkan mengalahkan kecepatan ketik tangan.

Facebook ingin sekali menjadi yang pertama menciptakan teknologi menggunakan gelombang otak. Bila Facebook dapat yang menjadi pertama memiliki teknologi tersebut, maka mereka juga dapat menjadi perusahaan yang membawa teknologi Augmented Reality (AR) ke tingkat baru.


Baca Juga: 5 Aplikasi Edit Foto dan Video Ala 'Selebgram' Kekinian yang Harus Kamu Punya

facebook
Facebook tengah mengembangkan cara mengetik gunakan gelombang otak. (Foto: The Verge/Facebook Reality Labs)


Selama ini, teknologi AR hanya terbatas pada ponsel saja. Namun Dugan berharap apabila Facebook berhasil dengan proyek ini, maka banyak kemungkinan baru yang dapat digunakan untuk mengembangkan AR. Contohnya saja seperti kacamata AR yang nantinya akan menggunakan gelombang otak sebagai 'input' layaknya mouse dan keyboard komputer.

Baru-baru ini (30/07/19) Facebook membagikan 'update' perkembangan penelitian mereka. Sistem yang mereka buat mencapai 61-76% akurasi, dibanding target mereka yang hanya sebesar 7-20 %. Namun Facebook belum dapat berbahagia dengan hasil tersebut karena tes yang mereka lakukan masih sangat sederhana. Subjek penelitian hanya diberi 9 pertanyaan dengan 24 opsi jawaban. Selain itu para subjek adalah orang-orang yang menggunakan implan di kepala mereka karena akan menjalani operasi epilepsi. Hal ini tentu saja berbanding dengan tujuan awal Facebook. (sep)


Baca Juga: AGI, Teknologi Elon Musk yang Ingin Saingi Kemampuan Otak Manusia


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH