Facebook Jadi 'Sarang' Hoaks Seputar COVID-19 Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi (ANTARA/Fathur Rochman)

Merahputih.com - Ribuan konten hoaks seputar COVID-19 marak beredar di media sosial. Hoak-hoaks itu membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengambil langkah tegas.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihaknya melakukan pemutusan akses terhadap konten hoaks di dunia maya untuk mengantisipasi dampak negatif persebaran konten hoaks.

"Kita juga kerap mendengar kabar duka hilangnya nyawa seseorang yang terkena COVID-19 karena percaya bahwa COVID-19 itu tidak nyata, hanya flu biasa bahkan ada yang menganggap COVID-19 sebagai konspirasi elit global," ujar Dedy dalam keterangan pers, Rabu (2/12).

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Terdapat Parasit yang Mematikan di Dalam Vaksin COVID-19

Saat memaparkan kondisi penanganan hoaks COVID-19 beserta langkah yang dapat dilakukan untuk menangkal hoaks, Kementerian Kominfo menemukan sebanyak 1.991 hoaks pada 5.131 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 4.432 unggahan.

Angka ini tercatat sejak Januari 2020 sampai 18 November 2021 dan telah dilakukan pemutusan akses terhadap 5.004 unggahan dan 127 unggahan lainnya tengah ditindaklanjuti.

Terkait hoaks Vaksinasi COVID-19 terdapat sebanyak 390 isu pada 2.425 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 2.233.

"Juga sudah dilakukan pemutusan akses atas 2.425 unggahan tersebut,” paparnya.

Tak berhenti di situ, Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan SDM ini melanjutkan, pihaknya menemukan sebanyak 48 isu pada 1.167 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 1.149 tentang hoaks PPKM.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ahok Ditunjuk Jadi Plt Gubernur DKI

Sama seperti sebelumnya, dilakukan pemutusan akses dilakukan atas 1.003 unggahan dan 164 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti. Dedy pun lantas mencontohkan beberapa hoaks yang beredar belakangan ini.

Seperti disinformasi mengenai poster iklan COVID-19 yang mengajak para orang tua untuk menyumbangkan organ anak-anak mereka. Padahal gambar tersebut merupakan hasil alterasi dan tidak benar sama sekali.

Lalu tersebar berita palsu tentang negara Jepang yang memutuskan untuk menghentikan program vaksinasi COVID-19 dan lebih memilih ivermectin yang dapat menghentikan penyakit COVID-19 dalam waktu semalam.

Contoh lain yakni, beredar hoaks mengenai unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim orang yang disuntik vaksin cenderung mengalami perubahan mental dan fisik.

“Muncul juga hoaks berupa narasi video yang beredar di sosial media berupa potongan video berbahasa asing yang mengklaim bahwa Tes swab Covid-19 adalah vaksinasi yang terselubung,” tambah Dedy.

Terakhir yang cukup membuah heboh adalah hoaks yang menyatakan bahwa istri CEO Pfizer, salah satu perusahaan manufaktur vaksin COVID-19 meninggal dunia akibat komplikasi vaksin.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Rapid Test Device Berlabel Positif dan Negatif Sudah Dimuat Virus

Oleh sebab itu, agar masyarakat tidak mudah termakan berita hoaks. Ia pun mengingatkan pandemi masih berlangsung hingga saat ini, sehingga virus SARS-CoV-2 masih mengintai. Dengan menghentikan persebaran hoaks, melakukan literasi digital, semangat melakukan vaksinasi.

"Serta taat protokol kesehatan, bersama kita mampu dalam menekan risiko persebaran COVID-19," pungkas Dedy.

Bagi masyarakat yang menerima informasi dari media sosial sebaiknya melakukan kroscek terlebih dahulu.

Pastikan membaca atau menerima informasi dari sumber terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum menyebarkan kembali informasi tersebut agar tidak menjadi korban hoaks. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jhoni Allen dkk Nekat Gelar KLB Tanpa Izin SBY, Demokrat: Itu Kerumunan Ilegal
Indonesia
Jhoni Allen dkk Nekat Gelar KLB Tanpa Izin SBY, Demokrat: Itu Kerumunan Ilegal

Kisruh Partai Demokrat terus berlanjut. Bahkan, Jhoni Allen dan kawan-kawan yang diduga ingin merebut kekuasan Agus Harimurti Yudhoyono nekat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB)

BNPT Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Kesejahtera Rakyat Papua
Indonesia
BNPT Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Kesejahtera Rakyat Papua

BNPT mempromosikan pendekatan yang bersifat lunak atau soft approach yang berbasiskan kesejahteraan masyaraka

Polisi Panggil 5 Vendor BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran 279 Juta Data
Indonesia
Polisi Panggil 5 Vendor BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran 279 Juta Data

“Rencana kita ambil keterangannya 2 Juni, ada lima vendor,” kata Argo kepada wartawan, Rabu (2/6).

Densus Sebut Kelompok Jaringan Teroris JI Dikenal Lihai Menyusup ke Masyarakat
Indonesia
Densus Sebut Kelompok Jaringan Teroris JI Dikenal Lihai Menyusup ke Masyarakat

"Mereka lihai menyesuaikan dengan kondisi, keadaan yang ada, mungkin ikut berpolitik juga, menyusup ke dalam masyarakat, dan kemudian menggunakan cara-cara yang terlihat damai, aman," ujar Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar

Wagub Klaim RS di Jakarta tidak Kolaps
Indonesia
Wagub Klaim RS di Jakarta tidak Kolaps

"RS di Jakarta masih mencukupi," Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Ini Dugaan Awal Penyebab Terbakarnya Kilang Pertamina Balongan
Indonesia
Ini Dugaan Awal Penyebab Terbakarnya Kilang Pertamina Balongan

Saat ini, bantuan tersebut masih dalam perjalanan

Warga Tangerang Gelar Aksi Bela Palestina
Foto
Warga Tangerang Gelar Aksi Bela Palestina

sejumlah warga melakukan aksi bela Palestina dengan berbaris mengenakan atribut bendera Indonesia dan Palestina di tepi jalan KH. Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang

Polisi Sarankan Salat Id Dilakukan di Rumah
Indonesia
Polisi Sarankan Salat Id Dilakukan di Rumah

Pihaknya juga tidak melarang jika masyarakat tetap ingin melakukan salat ied di masjid. Tetapi tetap mentaati aturan protokol kesehatan COVID-19.

Pemprov DKI Dukung Polda Metro Beri Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap
Indonesia
Pemprov DKI Dukung Polda Metro Beri Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap

Minggu lalu Polda Metro Jaya menerapkan kembali kebijakan ganjil genap di ibu kota

 Anies Siapkan Aturan Tambahan PPKM  Level 3 Nataru
Indonesia
Anies Siapkan Aturan Tambahan PPKM Level 3 Nataru

Terkait penyekatan di Level 3, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menunggu kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).