Facebook Didenda Kanada Rp95 miliar, Akibat Penanganan Data User Facebook didenda Kanada senilai Rp95 miliar (Foto: pixabay/simon)

FACEBOOK kabarnya harus membayar denda senilai USD6,5 juta atau sekitar Rp95 miliar. Itu sebagai bagian dari penyelesaian penanganan informasi pribadi pengguna, dari bulan Agustus 2012 hingga Juni 2018.

Menurut Canada independent Competition Bureau, Facebook membuat klaim yang salah, atau menyesatkan mengenai privasi informasi pribadi orang Kanada di Facebook dan Messenger. Termasuk tuduhan berbagi data dengan pengembang pihak ketiga secara tak pantas.

Baca Juga:

Google Akhirnya Hadirkan Dark Mode

Facebook tersandung masalah privasi pengguna (Foto: Pixabay/pixelcreatures)

Menurut Biro tersebut, Facebook memberi kesan bahwa pengguna bisa mengontrol siapa yang bisa melihat dan mengakses informasi pribadi mereka, pada platform Facebook pada penggunaan fitur privasi.

Tapi Facebook tak membatasi berbagi informasi pribadi pengguna, dengan beberapa pengembang pihak ketiga dengan cara yang konsisten, dengan klaim privasi perusahaan.

Selain itu, Facebook juga memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk mengakses informasi pribadi teman-teman pengguna, setelah menginstal aplikasi pihak ketiga tertentu.

Facebook sendiri mengatakan sudah mencabut praktik itu pada tahun 2015, tetapi biro menemukan bukti bahwa itu berlanjut hingga 2018, dengan beberapa pengembang.

Dalam pernyataannya pada Reuters, Facebook mengatakan 'tak setuju' dengan temuan itu, tetapi ingin menyelesaikan masalah dengan cepat.

"Meskipun kami tidak setuju dengan kesimpulan itu, kami menyelesaikan masalah ini dengan mengadakan perjanjian persetujuan dan tidak mempermasalahkan kesimpulan untuk tujuan perjanjian ini," kata juru bicara Facebook, seperti yang dilansir dari laman engadget.

Baca Juga:

Google Lens Hadirkan Fitur Baru yang Menakjubkan

Facebook didenda jutaan hingga miliaran dollar akibat masalah cara menangani data pengguna (Foto: Pixabay/maklay62)

Denda itu merupakan yang terbaru dari serangkaian hukuman yang telah dijatuhkan Facebook, tentang cara menangani data pengguna.

Setelah sebelumnya terdapat skandal Cambridge Analytica, yang melibatkan data sekitar 87 juta pengguna Facebook di seluruh dunia. Yang membuat perusahaan tersebut dikenai banyak denda, termasuk denda USD5 miliar dari regulator Amerika Serikat pada bulan Januari lalu. (Ryn)

Baca juga:

Inggris Mulai Uji Coba Aplikasi Pelacak COVID-19

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Suplemen Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh untuk Lawan COVID-19
Fun
Suplemen Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh untuk Lawan COVID-19

Tubuh harus bugar agar tidak terkena virus Corona.

Seniman Betawi Legendaris yang Tak Pernah Tergantikan
ShowBiz
Seniman Betawi Legendaris yang Tak Pernah Tergantikan

Beberapa di antaranya bahkan cukup produktif dalam menciptakan lagu yang mendeskripsikan potret Betawi.

Komik Batman #1 Tahun 1940 Terjual Seharga 31 Miliar Dengan Kondisi Near Mint
Fun
Komik Batman #1 Tahun 1940 Terjual Seharga 31 Miliar Dengan Kondisi Near Mint

Menjadi komik berdasarkan karakter termahal di seluruh dunia selama pelelangan

Gal Gadot Jadi Ratu Mesir di ‘Cleopatra’
ShowBiz
Gal Gadot Jadi Ratu Mesir di ‘Cleopatra’

Gal Gadot dan Patty Jenkins kembali berkolaborasi di Cleopatra.

 Boros Karena Sering Beli Pakaian? Coba Fashion Detox Challenge
Fashion
Dokter Relawan COVID-19 Memprediksi 15 Juta Orang akan meninggal Jika Herd Community Diberlakukan
Fun
Film-Film Keren Ini Hadir di Netflix Januari 2021
Fun
Film-Film Keren Ini Hadir di Netflix Januari 2021

Siap-siap untuk nonton film terbaik di Netflix pada Januari 2021.

SNK Umumkan Game King of Fighters XV Rilis 2021
Fun
SNK Umumkan Game King of Fighters XV Rilis 2021

King of Fighters XV akan hadir dengan gameplay lebih seru.

Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal
Indonesiaku
Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal

Pelaksanaan wisuda secara drive thru ditengah pandemi COVID-19 telah menyesuaikan peraturan Pemerintah