Evaluasi 1 Tahun COVID-19, Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan Petugas kesehatan Rumah Sakit COVID-19 Wisma Atlet menyerahkan makanan pesanan pasien di Jakarta, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

MerahPutih.com - Tepat hari ini satu tahun wabah virus COVID-19 menyerang Indonesia. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan pemerintah dalam menghilangkan COVID-19.

Pengamat Kesehatan, Marius Widjajarta mengatakan, pemerintah harus memperhatikan petugas yang menangani langsung pasien hingga jenazah COVID-19.

Baca Juga

Bhabinkamtibmas Mulai Diturunkan Lacak Pasien Aktif COVID-19 di Jakarta Pusat

Sebab saat ini menurut Marius, pemerintah masih cenderung kurang memberikan kepedulian lebih kepada petugas yang berhadapan COVID-19. Petugas yang dimaksud ialah tenaga kesehatan, petugas ambulance dan tukang gali kubur.

"Jadi kalau pak Jokowi mau beres corona kalau tau sumbernya (perhatikan petugas penanganan COVID-19) gampang hilangkan COVID-19 gausah 17 Agustus sekarang juga bisa," ucap Marius saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (1/3).

Presiden Joko Widodo disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA/HO-Biro Pres Setpres/Muchlis Jr/aa. (Handout Biro Pres Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Joko Widodo disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA/HO-Biro Pres Setpres/Muchlis Jr/aa. (Handout Biro Pres Setpres/Muchlis Jr)

Harusnya mereka itu mendapat pemeriksaan tes COVID-19 baik rapid test antigen maupun swab test secara rutin. Selama ini mereka masih terabaikan dalam menjalani tes corona itu.

Hal itu sangat jauh berbeda yang diterima petugas COVID-19 di rumah sakit swasta. Dari Investigasinya petugas COVID-19 di RS swasta rutin memeriksa COVID-19.

Kegiatan ini ia menilai penting dilaksanakan untuk mengetahui kondisi tubuh petugas apakah ada virus atau tidak. Jika dites COVID-19 hasilnya positif langsung ditindaklanjuti dirawat di RS COVID-19.

Sebab ia berpendapat, jika para petugas diabaikan akan merepotkan masyarakat Indonesia. Lantaran kalau orang-orang yang menangani COVID-19 itu terpapar siapa yang merawat warga.

"Jadi kalau rapid antigen positif langsung test PCE. Kalau PCR dia positif baru dia dirawat," jelas dia.

Ia juga menyayangkan aturan yang dibuat pemerintah ihwal pasien COVID-19 yang tanpa gejala tak usah dirawat dan cukup isolasi mandiri. Menurutnya hal ini salah kaprah. Kabijakan tersebut membuat klaster baru COVID-19 di lingkungan pasien.

"Karena apa isolasi mandiri itu bukan hanya ruangan sendiri harus ada namanya alat tekanan negatif harus ada itu. Dia harus sendiri tempat makan minumnya sendiri. Karena kalau engga ada peternakan baru covid di rumahnya," tuturnya.

Apalagi, kata Marius, yang menyayat hati tenaga kesehatan ialah program kampung tangguh. Menurutnya, kegiatan itu disinyalir melanggar protokol kesehatan.

Bukan tanpa alasan, ucapnya, saat pelaksanaan kegiatan tersebut pasti ada unsur polisi-TNI dan PT/RW. Artinya hal ini mengundang kerumunan. Ia juga menyakini petugas itu tak selalu dalam keadaan bersih COVID-19 bisa saja mereka ini yang membawa virus itu.

"Saya juga ga setuju tuh ada kampung tangguh karen apa kita kan udah 3M. Kita kan ga boleh kumpul dari 3 orang. Nah ini buat perkumpulan-perkumpulan itu berbahaya itu," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

Ratusan Ribu Lansia di Jaktim Bakal Disuntik Vaksinasi COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19
Indonesia
KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19

KPU provinsi kabupaten dan kota juga memberikan perhatian dalam proses pencetakannya bahan kampanye

JHL Group Tak Pernah Kendor Beri Bantuan untuk Tenaga Medis
Indonesia
JHL Group Tak Pernah Kendor Beri Bantuan untuk Tenaga Medis

Menurut Jerry, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian JHL Group untuk semua tenaga medis yang masih terus bekerja

ICW Ingatkan Firli Bahuri: KPK Bukan Kantor Polisi!
Indonesia
ICW Ingatkan Firli Bahuri: KPK Bukan Kantor Polisi!

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik terpilihnya enam anggota Polri dalam seleksi jabatan struktural di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Update COVID-19 Kamis (23/4): 7.775 Kasus Positif, 647 Pasien Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (23/4): 7.775 Kasus Positif, 647 Pasien Meninggal Dunia

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 357 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Umat Islam di Majalengka Diizinkan Salat Idul Fitri di Masjid
Indonesia
Umat Islam di Majalengka Diizinkan Salat Idul Fitri di Masjid

relaksasi ibadah itu diperkenankan dengan catatan, tetap menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing secara ketat

Besok Buruh Siap Mogok Kerja
Indonesia
Besok Buruh Siap Mogok Kerja

Keterbatasan informasi publik atas agenda pembahasan ini tercermin dalam ketiba-tibaan dilangsungkannya Sidang Pengambilan Keputusan Tingkat 1

Total 569 Pasien COVID-19 Sumut Meninggal Dunia
Indonesia
Total 569 Pasien COVID-19 Sumut Meninggal Dunia

Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumut mencatat hingga 10 November sudah 569 orang pasien COVID-19 di Sumut meninggal dunia

Pemprov DKI Terima Sumbangan Kamar Tidur Sementara untuk Tim Medis Corona
Indonesia
Pemprov DKI Terima Sumbangan Kamar Tidur Sementara untuk Tim Medis Corona

PT Bobobox Mitra Indonesia sumbangkan kamar tidur sementara untuk tenaga medis yang menangani (Foto: MP/Asropih)

[HOAKS Atau FAKTA]: Viral Foto Anies Coba Tes Masuk Peti Mati Pelanggar PSBB
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Viral Foto Anies Coba Tes Masuk Peti Mati Pelanggar PSBB

Pemprov DKI Jakarta menyatakan, pemberian sanksi masuk peti mati untuk pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan dilanjutkan.

Kejaksaan Agung Raih WTP dari BPK
Indonesia
Kejaksaan Agung Raih WTP dari BPK

Capaian WTP laporan keuangan kejaksaan ini merupakan kado dari BPK untuk Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2020