Ethiopia Umumkan Keadaan Darurat Enam Bulan Aksi demonstrasi warga Ethiopia. (Screenshot Aljazeera)

MerahPutih.com - Ethiopia mengeluarkan pengumuman darurat. Hal itu menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Hailemariam Desalegn.

Menteri Pertahanan menyatakan keadaan darurat akan berlangsung enam bulan.

"Masih ada beberapa daerah kantung kekerasan. Dewan (koalisi EPRDF berkuasa) menyepakati keputusan mereka," kata Siraj Fegessa kepada wartawan, Sabtu (17/2), dilansir Antara.

Sejak Januari, Ethiopia membebaskan lebih dari 6.000 tahanan yang ikut unjuk rasa besar-besaran. Ethiopia juga menutup sebuah penjara, tempat pegiat hak asasi menduga terjadi penyiksaan.

Banyak tahanan terlibat dalam unjuk rasa antipemerintah pada 2015 dan 2016 di Amhara dan Oromiya, dua provinsi terpadat di negara itu. Unjuk rasa tersebut dimulai dengan sebuah rencana pemerintah untuk memperluas Ibu Kota Addis Ababa, namun berubah menjadi tuntutan yang lebih besar untuk hak-hak sipil.

Pemerintah sebelumnya memberlakukan keadaan darurat pada Oktober 2016, yang dicabut pada Agustus 2017. Pada saat itu, jam malam diberlakukan, ada pembatasan pergerakan dan sekitar 29.000 orang ditahan.

Ethiopia adalah negara dengan ekonomi terbesar dan tercepat di Afrika Timur serta sekutu Barat dalam perang melawan pegaris keras. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH