Ethiopia Dilanda Kerusuhan Pascapenetapan Status Darurat Aksi demonstrasi warga Ethiopia. (Screenshot Aljazeera)

MerahPutih.com - Pemerintah Ethiopia memberlakukan status darurat yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan setelah perdana menteri mengundurkan diri. Sementara itu, pihak berwenang berupaya mengatasi kerusuhan di negara dengan penduduk terpadat kedua di Afrika itu.

Kekerasan terus bermunculan di berbagai wilayah Ethiopia dan pemerintah mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Pemerintah juga melarang persiapan dan penyebaran selebaran-selebaran yang bisa menghasut dan menabur perselisihan," kata Menteri Pertahanan Siraj Fegessa kepada para wartawan seperti dilansir Antara.

"Pemerintah telah menjalankan beberapa upaya untuk mengendalikan kekerasan, namun masih ada saja orang yang kehilangan nyawa, banyak yang kehilangan tempat tinggal dan infrastruktur ekonomi rusak," katanya.

Perdana Menteri Hailemariam Desalegn secara mengejutkan mengumumkan mundur saat ia menyampaikan pidato di televisi, pada Kamis (15/2) lalu. Pengunduran diri seorang perdana menteri merupakan pertama kalinya yang terjadi dalam sejarah modern Eropa.

Pemerintah sebelumnya menerapkan status darurat pada Oktober 2016, yang kemudian dicabut pada Agustus 2017. Selama masa penerapan status tersebut, jam malam diberlakukan, pergerakan dibatasi dan sekitar 29.000 orang ditahan. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH