Esok, Polisi Buka-bukaan Hasil Investigasi Kasus Penyerangan Novel Baswedan Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Polri bakal membuka hasil penyelidikan tim teknis untuk menindaklanjuti hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan tim gabungan akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan hasil investigasi selama 6 bulan. Konferensi pers akan digelar, Rabu (17/7) pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Masa Kerja TGPF Habis, KPK Masih Berharap Pelaku Teror Novel Baswedan Ditemukan

Dedi mengatakan, informasi seputar kasus Novel bakal disampaikan secara terbuka.

"Nanti rekomendasinya seperti apa, Polri akan membentuk tim teknis. Besok Pak Kadiv (Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal) juga akan menyampaikan tim teknis itu secara komprehensif besok. Lalu berapa durasi waktu kinerjanya, nanti akan disampaikan," kata Dedi kepda wartawan di Jakarta, Selasa (16/7).

Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan esok polisi akan buka-bukaan kasus Novel
Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: humas.polri,go.id)

Dedi menuturkan tim gabungan akan menyampaikan paparan kinerjanya mulai dari proses investigasi terbuka, mewawancarai saksi, menganalisa tempat kejadian perkara dan mendatangi beberapa lokasi.

"Dari hasil kerja selama enam bulan itu, maka muncullah kesimpulan. Dari kesimpulan itu, baru ada rekomendasi yang diberikan tim gabungan ke Polri," ujar Dedi.

Dedi memastikan Polri akan menindaklanjuti apapun kesimpulan dari hasil investigasi tim gabungan pakar.

"Tentunya akan menindaklanjuti rekomendasi dari tim," jelas dia.

Polri berusaha menuntaskan kasus tersebut sebelum kedaluwarsa.

"Sebelum kasus itu kedaluwarsa, Polri berkewajiban dan berkomitmen secepatnya menyelesaikan kasus itu. Ini komitmen kami," kata Dedi beberapa waktu lalu.

Dalam Pasal 78 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ayat 1, kedaluwarsa menggugurkan wewenang untuk memproses hukum terhadap pelaku. Baik tenggang waktu itu berlaku sebelum perkara dimulai ataupun selama berlangsungnya tenggang waktu kedaluwarsa berada dalam stadium penegak hukum tidak dapat lagi melakukan proses hukum.

Penyidik KPK Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbicara dalam acara peringatan dua tahun kasus teror yang menimpanya di Gedung KPK, Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

Namun, setiap kasus berbeda masa kedaluwarsanya. Kasus dengan hukuman minimal di atas tiga tahun, kedaluwarsa setelah 12 tahun.

Baca Juga: Novel Baswedan Ungkap Alasan Penuntasan Kasusnya Pengaruhi Pemberantasan Korupsi

Untuk itu, Dedi meminta masyarakat bersabar. Dia menegaskan setiap pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang berbeda.

"Polri tidak akan terburu-buru menyelesaikan suatu kasus tidak bisa, harus dibandingkan yang multi level. Banyak kasus yang sudah diselesaikan kepolisian termasuk kasus besar, dan banyak kasus juga yang masih dijalankan," ujar Dedi.

Tim gabungan khusus dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019. Tim ini bertugas menyelidik dan menyidik kekerasan terhadap Novel selama enam bulan, terhitung sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.

Masa kerja tim gabungan sudah habis. Kepolisian berjanji mengungkapkan pembuktian hasil temuan seminggu setelah laporan diterima atau pada Selasa, 16 Juli 2019.(Knu)

Baca Juga: Novel Baswedan Diisukan Berafiliasi ke Gerindra, PKS: Silakan Keluar dari KPK



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH