Erupsi Gunung Semeru Sebabkan 45 Orang Meninggal dan 6.573 Warga Mengungsi Tim SAR gabungan mengangkat kantong jenazah korban erupsi Gunung Semeru di Curah Koboan, Pronojiwo, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). ANTARA/Umarul Faruq

MerahPutih.com - Korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang makin bartambah.

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru Kolonel Irwan Subekti mengatakan, penambahan korbam meninggal itu tak lepas dari evakuasi aparat gabungan.

Total korban yang meninggal dunia sampai dengan saat ini adalah 45 orang.

Baca Juga:

Pos Pengungsian Korban Erupsi Semeru di Desa Sumberwuluh Terpaksa Ditutup

"Jadi hari ini ada dua tambahan lagi,” ungkap Irwan dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (10/12).

Selain itu, Irwan mengatakan bahwa tercatat 9 orang masih dinyatakan hilang dan 19 orang mengalami luka berat, kemudian 19 luka ringan.

“Kemudian untuk pengungsi, jumlahnya adalah 6.573 pengungsi,” tambah Irwan.

Baca Juga:

Masyarakat Sumbar Kumpulkan 7 Ton Rendang untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Irwan mengatakan, saat ini tercatat 2.970 unit rusak akibat erupsi Gunung Semeru.

"Kemudian 33 unit fasum yang salah satu diantaranya sampai saat ini adalah khususnya di Gladak Perak,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Korban Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 43 Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Revisi UU Cipta Kerja, DPR: Tidak Ada Alasan Untuk Ambil Langkah Mundur
Indonesia
Revisi UU Cipta Kerja, DPR: Tidak Ada Alasan Untuk Ambil Langkah Mundur

DPR optimistis perbaikan UU Cipta Kerja dapat selesai dalam waktu dua tahun, bahkan bisa pula lebih cepat dari tenggat waktu tersebut.

KPK Sikapi Kembalinya Romahurmuziy ke PPP
Indonesia
KPK Sikapi Kembalinya Romahurmuziy ke PPP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal kembalinya terpidana kasus suap Romahurmuziy atau akrab disapa Romi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Manuver Presiden Jokowi 3 Periode, PKS: Perilaku Inkonstitusional
Indonesia
Manuver Presiden Jokowi 3 Periode, PKS: Perilaku Inkonstitusional

peresmian Seknas yang mengusung Joko Widodo menjadi Capres untuk periode ketiga bisa diartikan mendorong Presiden Jokowi untuk mengabaikan ketentuan konstitusi dan melaksanakan sesuatu yang tidak dibenarkan oleh konstitusi.

Anies Siapkan Skenario Atasi 100 Ribu Kasus Aktif Corona di Jakarta
Indonesia
Anies Siapkan Skenario Atasi 100 Ribu Kasus Aktif Corona di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku, telah menyiapkan skenario adanya 100 ribu kasus aktif sejak lama.

Alasan Penyidik tak Periksa Kejiwaan Muhammad Kece
Indonesia
Alasan Penyidik tak Periksa Kejiwaan Muhammad Kece

Bareskrim Polri melihat belum akan melibatkan ahli kejiwaan untuk memeriksa kejiawaan tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece.

Alasan PDIP Keberatan Pileg dan Pilpres Digelar 15 Mei
Indonesia
Alasan PDIP Keberatan Pileg dan Pilpres Digelar 15 Mei

Fraksi PDIP di DPR keberatan dengan sikap pemerintah yang mengusulkan pencoblosan pileg dan pilpres dilakukan pada 15 Mei 2024.

PSSI Terbangkan Ramai Rumakiek ke Jakarta untuk Penyembuhan Cedera Otot Dalam
Indonesia
PSSI Terbangkan Ramai Rumakiek ke Jakarta untuk Penyembuhan Cedera Otot Dalam

Ramai Melvin Rumakiek, merupakan bintang muda asal Papua yang bersinar di Piala AFF 2020.

Pasang Foto Profil Bareng Ganjar di Medsos, Gibran: Tidak Ada Kaitan Politik
Indonesia
Pasang Foto Profil Bareng Ganjar di Medsos, Gibran: Tidak Ada Kaitan Politik

"Tidak ada hubungannya (pasang foto profil dengan Ganjar) dengan dukungan politik," ujar Gibran

Dampak Larangan Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Baku Menurut Peneliti CIPS
Indonesia
Dampak Larangan Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Baku Menurut Peneliti CIPS

Produksi CPO atau minyak kelapa sawit mengalami penurunan sejak tahun 2019. Pada tahun 2021 produksi CPO turun lebih lanjut sebesar 0,9 persen menjadi 46,89 juta ton.

Kudeta Militer Terjadi di Guinea Setelah Presiden Menjabat Buat ke-3 Kalinya
Dunia
Kudeta Militer Terjadi di Guinea Setelah Presiden Menjabat Buat ke-3 Kalinya

Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) mengancam untuk memberi sanksi menyusul peristiwa yang menurut ketua mereka, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo, sebagai percobaan kudeta.