Ernest Yakin Film Milly & Mamet Bisa Bersaing dengan Aquaman Ernest Prakasa (MP/Albi)

ANAK 90-an pasti tahu banget film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Film yang sudah memiliki sequel itu sukses meraih banyak penonton. Bahkan film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo tersebut seakan menjadi tolok ukur keromantisan sepasang muda-mudi di zamannya.

Kisah percintaan antara Rangga dan Cinta tetap membekas di ingatan penggemar film. Selain Rangga dan Cinta, di dalam film tersebut juga ada kisah antara Mamet dan Milly. Tak kalah menarik, mereka berdua punya penggemar sendiri.

Oleh karena itu, tak mengherankan kalau Milly dan Mamet dibuatkan film sendiri. Menurut rencana, film Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta dan Rangga) akan dirilis pada 20 Desember, beberapa hari setelah film superhero Aquaman rilis di bioskop.

Ernest Prakasa yakin penonton filmnya tak akan berkurang (MP/Albi)
Ernest Prakasa yakin penonton filmnya tak akan berkurang. (MP/Albi)

Menariknya, sebagai sutradara, Ernest Prakasa tak takut penggemar beralih ke film garapan Warner Bros itu. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah lebih percaya dengan kualitas film lokal. Jadi ia yakin jadwal yang hampir bersamaan itu tak memengaruhi jumlah penonton.

"Layar semakin bertambah, penonton juga makin percaya dengan film Indonesia. Jadi saya enggak begitu khawatir," katanya di Menteng, belum lama ini.

Menurutnya, mungkin sudah nasib film Milly & Mamet berbarengan dengan film besar. Seperti halnya film Ada Apa Dengan Cinta? 2. Saat itu, film tersebut rilis bersamaan dengan Captain America: Civil War.

Para pemain film Milly & Memet (MP/Albi)
Para pemain film Milly & Mamet. (MP/Albi)

Setelah meluncurkan dua teaser, Starvision Plus merilis trailer Milly & Mamet. Di dalam trailer itu, kamu bisa melihat polemik kehidupan Milly dan Mamet. Kisah berpusat setelah keduanya menikah dan memiliki seorang anak.

Sebagai pasangan muda, mereka harus menghadapi konflik seputar pekerjaan dan passion. Cita-cita Mamet untuk menjadi koki harus tertunda karena bekerja di perusahaan konveksi milik ayah Milly.

Namun, Mamet memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya itu dan menggapai cita-citanya. Kondisi tersebut akhirnya menjadi awal konflik antara Mamet dan Milly. Sanggupkah keduanya menekan ego demi keluarga kecil mereka?



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH