Erick Thohir Siap Copot Karyawan Garuda Jika Terlibat Penyelundupan Onderdil Harley Menteri BUMN Erick Thohir (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Merahputih.com - Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara dugaan penyelundupan onderdil Harley Davidson. Namun, jika ditemukan adanya pegawai Garuda Indonesia yang terlibat, ia tak segan untuk mencopotnya.

"Kita juga musti ada praduga tak bersalah tapi kalau memang bersalah ya kami copot lah," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (4/12).

Baca juga

Moge Pertama dari Aston Martin Dibanderol Seharga Rp 1.6 Miliar

Erick sendiri menyerahkan polemik kasus itu kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Biarkan petugas Bea dan Cukai melihat, apakah ada kasus-kasusnya yang benar-benar seperti yang dilakukan, jika benar ya harus dicopot," beber Erick.

Senada Erick, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga menyerahkan kasus ini kepada Bea dan Cukai Kemenkeu. Budi juga enggan berkomentar lebih banyak soal itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan atas aksi penyelundupan onderdil motor Harley Davidson yang menggunakan Pesawat Garuda A330-900 Neo.

Pesawat itu terbang dari Perancis dan tiba di hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 November 2019.

Ilustrasi Harley Davidson (Kabaroto/Kipli)

Menurut Sri Mulyani, modus penyelundupan kerap dilakukan dengan berbagai cara meski pemerintah telah memperketat sejumlah peraturan untuk mencegah terjadinya aksi tersebut.

Untuk semakin mempersempit gerak penyelundup, kata Menkeu, pemerintah melakukan kerja sama dengan otoritas negara lain. Misalnya saja seperti Singapura yang sudah bekerja sama dengan Bea dan Cukai Indonesia untuk menekan angka penyelundupan.

PT Garuda Indonesia menyampaikan bahwa salah satu pegawai yang kedapatan membawa onderdil seri terbatas (limited edition) motor Harley Davidson dan sepeda Brompton telah melakukan 'self declare' atau pernyataan tentang dokumen impor.

"Saya sampaikan bahwa ada 'sparepart' yang dibawa karyawan. Dari barang yang dibawa itu, karyawan sudah melakukan 'self declare' ke Bea Cukai," ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan di Jakarta, Selasa (3/12).

Baca Juga

Garuda Indonesia Tepis Isu Miring soal Penyelundupan Suku Cadang Harley Davidson

Ia mengemukakan Garuda Indonesia menerbangkan pesawat baru, yakni Airbus A330-900 yang bertolak dari Toulouse, Prancis, pada Sabtu 16 November 2019 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Minggu, 17 November siang. Pesawat itu mendarat di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia.

"Jadi ketika pesawat tiba, petugas Bea Cukai dan Imigrasi sudah hadir di situ karena GMF ini bukan kawasan eksklusif. Jadi dia memang mengacu pada pabean internasional," katanya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH