Erick Thohir Berharap Masyarakat Waspadai Hoaks Jelang Pemungutan Suara Presiden Jokowi bersama Erick Thohir (Foto: Humas Istana/Agung)

MerahPutih.Com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir meminta semua pihak mengikuti peraturan yang berlaku terkait pengawasan penyelenggara Pemilu. Apalagi, waktu pencoblosan tinggal menghitung hari.

Selain itu, Erick Thohir juga mengingatkan kepada publik untuk mewaspadai hoaks atau berita bohong dan fitnah yang semakin masif beredar menjelang tanggal 17 April.

"TKN menjunjung tinggi, pemilu yang dilaksanakan secara jujur, dan adil. Apabila terjadi kecurangan, hal itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan punya kepentingan untuk mengganggu kelancaran pemilu yang akan dilaksanakan 17 April mendatang," ujar Erick dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/4).

Kiai Ma'ruf bersama Ketua TKN Erick Thohir
Cawapres Ma'ruf Amin dan Ketua TKN Erick Thohir. Foto: MP/Fadhli)

Erick meminta kepada penyelenggara dan pengawasan pemilu, mulai dari KPU, Bawaslu, hingga Panwaslu yang berada di luar negeri untuk jeli terhadap setiap informasi yang diperoleh terkait dengan pelanggaran dan menjalankan proses hukum yang berlaku.

Apabila ada orang atau oknum dari kami yang melakukan kecurangan, maka saya minta agar para Penegak Hukum melakukan penindakan sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang berlaku.

“Saya pastikan sekali lagi, bahwa Pak Jokowi dan TKN selalu menjunjung tinggi asa Pemilu yang jujur dan adil. Kecurangan dari pihak manapun harus ditindaklanjuti dan mengikuti aturan yang berlaku,” tandas Erick Thohir.

Sementara itu, secara terpisah politisi Nasdem Willy Aditia mengomentari kasus surat suara tercoblos di Malaysia dimana caleg Nasdem Davin Kirana menjadi salah satu yang nomornya dicoblos berdasarkan video yang viral.

Menurut Ketua DPP Nasdem itu ada sejumlah kejanggalan dalam surat suara yang sudah tercoblos tersebut.

"Ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan," kata Willy dalam keterangan persnya, Kamis (11/4).

Ilustrasi surat suara
Surat Suara Pemilu 2019 (Foto: antaranews)

Willy melanjutkan, keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri.

"Pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan," jelas dia.

Ia menilai, sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu oleh pihak-pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa Pemilu curang dan sebagainya.

"Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah kalah oleh Jokowi Makruf Amin," terang Willy.

Nasdem secara tegas mendorong pihak Bawaslu dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu.

"Kasus ini harus dibuka secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil. Kami juga sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda," pungkas Willy Aditia.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH