Erick Thohir Bentuk PMO Kopi Nusantara, SCAI Siap Dukung Ekosistem Menteri BUMN Erick Thohir melepas enam kontainer kopi Indonesia yang diekspor ke Mesir. (Ist for MerahPutih.)

MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara di pergudangan kopi Jl. Ir. Sutami, Bandarlampung, Minggu (30/1) siang. Tujuan dibentuknya PMO Kopi Nusantara itu adalah untuk mendorong kemajuan ekosistem industri kopi Tanah Air.

Tak hanya itu, orang nomor satu di kementerian BUMN tersebut juga melepas ekspor kopi perdana PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) tahun 2022. Erick Thohir lebih dulu menyempatkan diri meninjau kopi yang akan diekspor ke Mesir itu.

Dalam kesempatan tersebut Erick berdialog bersama Direktur PPI Nina Sulistyowati; Direktur Utama ID Food Arief Prasetyo Adi; Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro; Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Hadir juga secara virtual Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf.

Direktur PPI Nina Sulistyowati mengatakan, sebagai tahap awal pihaknya akan memberangkatkan enam kontainer kopi untuk diekspor ke Mesir hari ini. Kopi tersebut merupakan hasil kerja petani di Lampung maupun di daerah Sumatera lainnya. Misalnya Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

“Selain ekspor 6 kontainer yang diberangkatkan ke Mesir, setahun ini kami pun telah ada rencana kerjasama untuk melanjutkan ekspor ini,” ucap Nina.

Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir menyempatkan diri meninjau kopi yang akan diekspor ke Mesir. (Ist for MerahPutih)

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf mengatakan, antusias masyarakat Mesir terkait kopi Indonesia terbilang tinggi. Karenanya, peluang ekspor ke Mesir pun sangatlah besar. Itu terlihat dari periode Januari-November 2021 produk kopi mengalami peningkatan 58 persen dibanding tahun sebelumnya, yang senilai USD 50,20 juta, tahun 2021 hampir USD 80,20 juta.

“Tantangan ke depan, ayo tetap jaga kualitas kopi, harga bisa bersing dengan negara lain. Lalu promosikan kopi yang mulai digemari warga Mesir. Pesaing kita Vietnam, Brazil, dan Kolombia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro berpesan, Indonesia harus berdaulat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengan. Menurutnya, Indonesia merupakan negara agraris, maka kebutuhan pangan harus dipenuhi dari Indonesia sendiri.

“PMO berkomitmen untuk meningkatkan industri kopi tanah air. Sebab, 96 persen produksi kopi adalah dari kopi rakyat. Apapun yang dilakukan berdampak terhadap ke sejahteraan petani rakyat,” kata Dwi.

PMO sendiri, lanjut Dwi, memiliki tiga tujuan. Memberikan ekosistem suplai industri kopi; meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara pendampingan; dan membangun digital platform sentral kopi. “Di tahun ini ada enam projek di tiga tempat, yaitu Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara,” tuturnya.

Pada kesempatan itu turut hadir Ketua SCAI Daryanto yang diminta menjadi Wakil Ketua II dalam tim PMO. “Asosiasi siap mendukung ekosistem PMO dan menjadi jembatan dengan perusahaan swasta dan eksportir,” tegas Daryanto.

Sementara, dalam dialog Erick Thohir menerangkan, pembentukan PMO Kopi Nusantara merupakan salah satu bentuk keberpihakan BUMN terhadap para petani kopi.

Dengan begitu, kata dia, para petani kopi kini dapat bergabung dalam program makmur yang menyediakan beragam dukungan dalam bentuk pembiayaan, pendampingan, jaminan asuransi, hingga akses pasar. Tak hanya melibatkan sejumlah BUMN dari hulu ke hilir, Erick juga mengajak pihak swasta untuk ikut terlibat dalam pengembangan kopi Nusantara.

Erick Thohir
Erick Thohir meluncurkan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara di pergudangan kopi Jl. Ir. Sutami, Bandarlampung, Minggu (30/1) siang. (ist for merahputih.com)

Menurutnya, dalam membangun ekosistem tidak mungkin terjadi jika dilakukan dengan ego masing-masing. Ekosistem akan terjadi jika diletakan ke tengah setiap kepentingan. Itu sesuai dengan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang bermakna terkait kesejahteraan untuk semua.

“Tidak mungkin ekonomi tumbuh kalau tidak rutin. Tidak mungkin menciptakan keseimbangan ekonomi jika yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin. Ekosistem akan berhasil jika ada yang sejahtera,” terangnya.

Dia menegaskan, mengapa BUMN sangat melirik sektor kopi, itu lantaran 96 persen produksi kopi berasal dari petani. “Tidak mungkin juga BUMN berhasil jika tidak mendapat dukungan pemerintah daerah, asosiasi, kementerian lain, dan pihak terkait lainnya,” ucapnya.

“Kita harus sama-sama rajut ekosistem Indonesia untuk kesejahtraan semua, bukan menyasar untuk sebagian kelompok, kalau gitu tidak harmonis,” tuturnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DKI Dalam Beberapa Tahun Terakhir Diklaim Jauh di Bawah Era Jokowi Hingga Ahok
Indonesia
DKI Dalam Beberapa Tahun Terakhir Diklaim Jauh di Bawah Era Jokowi Hingga Ahok

Jadi bagi PDI Perjuangan, langkah-langkah strategis terbaik yang dilakukan Partai adalah bekerja ke bawah

Menaker Ida Pastikan Pekerja Kena PHK Dapat Perlindungan JKP
Indonesia
Menaker Ida Pastikan Pekerja Kena PHK Dapat Perlindungan JKP

Ida Fauziyah memastikan bahwa pekerja yang terkena PHK kini akan mendapatkan perlindungan baru lewat JKP.

Ini Alasan Para Pelaku Melakukan Aniaya Terhadap Ade Armando
Indonesia
Ini Alasan Para Pelaku Melakukan Aniaya Terhadap Ade Armando

Salah satu terduga pelaku penganiayaan Ade Armando, Mohammad Bagja mengungkapkan motifnya melakukan tindakan kriminal tersebut. "Bagja menyampaikan dalam pemeriksaan, yang bersangkutan kesal dengan apa yang disuarakan korban di media sosial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Rabu (14/3).

Pemerintah Sediakan Beragam Dukungan bagi Generasi Muda untuk Berwirausaha
Indonesia
Pemerintah Sediakan Beragam Dukungan bagi Generasi Muda untuk Berwirausaha

Generasi saat ini diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang digitalisasi di berbagai sektor.

KPK Duga Rahmat Effendi Palak ASN Bekasi untuk Kebut Pembangunan Glamping
Indonesia
KPK Duga Rahmat Effendi Palak ASN Bekasi untuk Kebut Pembangunan Glamping

KPK menduga Rahmat Effendi memalak sejumlah uang kepada camat dan ASN di Kota Bekasi untuk mempercepat pembangunan glamorous camping (glamping) miliknya yang berlokasi di Cisarua.

Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024
Indonesia
Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024

Perlu terobosan- terobosan untuk menyambut 2024. Dukcapil menjadi sektor yang diandalkan.

Koalisi Warga Beri SP2 ke Anies, Tuntut 9 Permasalahan di Jakarta Diselesaikan
Indonesia
Koalisi Warga Beri SP2 ke Anies, Tuntut 9 Permasalahan di Jakarta Diselesaikan

"Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelesaikan sembilan masalah publik yang telah kami sampaikan dalam surat peringatan pertama," ucap Jeanny

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Diberi Layanan Psikososial
Indonesia
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Diberi Layanan Psikososial

Risma menyebutkan, dalam satu hari pihaknya telah tuntas menyalurkan santunan bagi 125 ahli waris tragedi Kanjuruhan di Kota dan Kabupaten Malang.

Suharso Monoarfa: Jangan Seret Nama Jokowi di Konflik Internal PPP
Indonesia
Suharso Monoarfa: Jangan Seret Nama Jokowi di Konflik Internal PPP

Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin memanas.

Gula Pasir Hilang di Pasaran, La Nyalla: Ada Apa dengan Pemerintah?
Indonesia
Gula Pasir Hilang di Pasaran, La Nyalla: Ada Apa dengan Pemerintah?

"Hilangnya gula pasir di pasaran tentu sangat mengherankan. Sebenarnya ada apa dengan pemerintah? Bahan pokok yang justru mampu menggerakkan roda ekonomi domestik malah semakin hilang di pasaran. Ini sungguh mengherankan," kata La Nyalla.