Erick Thohir: Badan Usaha Milik Negara, Bukan Badan Usaha Milik Nenek Lu Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperingatkan para pejabat di lingkungan BUMN untuk profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pasalnya, menurut Erick, jajaran pejabat BUMN hanya sebagai pengelola dan bukan pemilik perusahaan.

Baca Juga:

Erick Thohir Sebut Kasus Jiwasraya sebagai Perampokan Uang Pensiunan

"BUMN kadang-kadang dipersepsikan hal yang salah, bahwa kita ini pemilik. Ini yang selalu kita betulkan dan sudah bicarakan ke Presiden langsung dan Menkeu bahwa kita ini pengelola, jadi badan usaha milik negara, bukan badan usaha milik nenek lu, karena itu artinya sudah pribadi," tegas Erick Thohir dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Rabu, (26/2).

Menteri BUMN Erick Thohir ingatkan para pejabat BUMN untuk hati-hati
Menteri BUMn Erick Thohir (Foto: antaranews)

Atas dasar itu, lanjutnya, pengelolaan BUMN memiliki batasan-batasan dan tidak dapat dilakukan seperti mengelola perusahaan swasta, karena BUMN memiliki label negara.

"Mohon maaf, misalnya kita cemburu seperti Pak CT (Chairul Tanjung) yang mengelola perusahaannya, karena itu pribadi. Jadi, kalau pengelola (BUMN) itu ada batasan-batasannya, ini label negara yang harus diyakini oleh para pengambil keputusan di BUMN," katanya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga meminta para komisaris dan direksi BUMN membantu mendukung lima visi Presiden Joko Widodo yang meliputi pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi yang salah satunya ialah omnibus law, penyelenggaraan birokrasi, dan mendorong transformasi ekonomi.

Dalam rangka menjaga stabilitas BUMN, Erick menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun sistem yang menutup celah terjadinya korupsi.

"Sistem yang kita bangun dikelola dengan baik, saya pastikan menekan korupsi yang ada di BUMN," ujar Menteri Erick.

Pendiri Mahaka Group ini mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan.

"Bukan menakut-nakuti, karena saya memastikan melakukan sistem bisnis, bukan proyek," ucapnya.

Baca Juga:

Menteri BUMN Erick Thohir Punya Harta Rp2,3 Triliun

Erick Thohir juga sebagaimana dilansir Antara, menyampaikan bahwa telah meminta semua BUMN agar bisa mendapatkan sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, untuk perbaikan tata kelola BUMN.

"Semua BUMN harus sudah menambahkan ISO 37001," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Yakinkan Investor Global, Ini Agenda Menteri BUMN Erick Thohir di Singapura



Eddy Flo