Erick Sebut Pengadaan Vaksin Gotong Royong dari Pinjaman Korporasi Holding Farmasi BUMN Vaksinasi COVID-19. (Foto: Humas Kota Bandung)

MerahPutih.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan Vaksinasi Gotong Royong itu tidak akan menggunakan APBN. Selain itu, vaksin bukan dari bantuan (hibah) ataupun vaksin program pemerintah.

"Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku, semua vaksin yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong - baik untuk badan usaha/lembaga yang saat ini sudah berjalan maupun untuk individu - tidak menggunakan vaksin yang berasal dari vaksin yang sudah dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah," ujar, ” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (12/7).

Baca Juga:

Vaksinasi Berbayar Dinilai Bikin Malas Orang Vaksin

Ia menegaskan, vaksinasi tersebut juga tidak menggunakan vaksin yang berasal dari sumbangan ataupun hibah dari kerjasama bilateral dan multilateral, seperti hibah dari UAE dan yang melalui GAVI/COVAX,

Vaksinasi Gotong Royong untuk individu sendiri, kata Erik, merupakan perluasan dari program Vaksinasi Gotong Royong yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 19 tahun 2021 yang disahkan per 5 Juli 2021 ini merupakan perubahan kedua dari Peraturan Menteri Kesehatan No. 10 tahun 2021, untuk memberikan opsi pilihan atau opsi yang lebih luas ke masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi.

Menteri BUMN juga menyatakan, seluruh pendanaan Vaksinasi Gotong Royong, baik untuk badan usaha maupun individu, tidak pernah menggunakan APBN.

“Pengadaan vaksin yang digunakan di Vaksinasi Gotong Royong serta pelaksanaannya menggunakan keuangan korporasi maupun pinjaman korporasi yang dilakukan oleh holding farmasi BUMN. Sama sekali tidak menggunakan dana dari APBN," katanya.

Erik memastikan, biaya vaksinasi Gotong Royong Individu menggunakan kewajaran harga vaksinasi yang akan dikaji oleh BPKP,” ujar Erick.

Menteri Erick menekankan, pentingnya saling gotong royong dalam kondisi PPKM Darurat ini. Terlebih dengan angka kematian yang terus meningkat hingga kumulatif sebanyak 66.464 jiwa per 11 Juli 2021, dengan fatality rate 2,63 persen - melebihi 2,16 persen di tingkat global.

Kimia Farma. (Foto: Antara)
Kimia Farma. (Foto: Kementerian BUMN)

"Maka sejalan dengan penugasan kepada kami dan pelaksanaan Permenkes No 19 tahun 2021, Vaksinasi Gotong Royong untuk individu merupakan dukungan untuk percepatan vaksinasi guna mencapai Herd Immunity, dan menyelamatkan jiwa. Masyarakat pun kini memiliki opsi tambahan untuk mengakses vaksinasi. Ini salah satu bentuk gotong royong yang bisa dilakukan masyarakat di momen penuh tantangan ini,” katanya.

Ia menambahkan, hasil rapat koordinasi, salah satunya menyepakati hal baru terkait penerima Vaksinasi Gotong Royong untuk Individu. Di mana, semua penerima Vaksinasi Gotong Royong Individu harus dinaungi badan usaha atau lembaga tempat ia bekerja.

"Tentu data yang akan digunakan adalah data badan usaha atau lembaga yang telah terdaftar untuk Vaksinasi Gotong Royong melalui Kadin, dan divalidasi oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini akan dirinci lebih lanjut dalam sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Vaksinasi Berbayar Dinilai Bikin Susah Rakyat di Tengah Pandemi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kominfo Minta WhatsApp Jelaskan Soal Perubahan Kebijakan Privasi
Indonesia
Kominfo Minta WhatsApp Jelaskan Soal Perubahan Kebijakan Privasi

Kemenkominfo meminta WhatsApp untuk memberikan penjelasan kepada pengguna terkait perubahan kebijakan privasi yang dilakukan aplikasi pesan instan tersebut.

Ojol Masih Bisa Ambil Pesanan dan Melintas di 10 Titik Jalan Jakarta Yang Ditutup
Indonesia
Ojol Masih Bisa Ambil Pesanan dan Melintas di 10 Titik Jalan Jakarta Yang Ditutup

Polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) setiap lokasi yang disekat dalam rangka pembatasan mobilitas masyarakat.

Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar
Indonesia
Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar

Sepanjang kuartal I 2021, realisasi lifting minyak bumi tercatat 676.200 barel per hari atau hanya 96 persen dari target APBN 2021 sebesar 705.000 BOPD.

Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

"Kita perluas jangkauan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Solo di SE PPKM level 3 ini," ujar Gibran, Rabu (8/9)

COVID-19 Mengganas, DKI Siapkan 11.643 Petak Makam
Indonesia
COVID-19 Mengganas, DKI Siapkan 11.643 Petak Makam

Meski jumlah petak makam ditambah, Pemprov berharap kuburan tersebut tidak terisi penuh dan pasien COVID-19 segara sembuh agar kembali ke rumah masing-masing bertemu dengan keluarga.

Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac
Indonesia
Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac

Tingkat kemanjuran/efikasi CoronaVac lebih rendah jika dibandingkan dengan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Comirnaty/BNT162b2.

96 Ribu Lebih Vaksin COVID-19 Disebar ke Seluruh Banten
Indonesia
96 Ribu Lebih Vaksin COVID-19 Disebar ke Seluruh Banten

Jumlah vaksin COVID-19 Sinovac yang telah didistribusikan ke kabupaten/kota di wilayah Provinsi Banten hingga saat ini sudah mencapai 96.276 vial

Varian COVID-19 Inggris Menyebar ke 10 Provinsi Vietnam
Dunia
Varian COVID-19 Inggris Menyebar ke 10 Provinsi Vietnam

Wabah COVID-19 yang baru terdeteksi telah menginfeksi 276 orang di Vietnam.

Reshuffle Kabinet Diprediksi Rabu Pekan Depan
Indonesia
Reshuffle Kabinet Diprediksi Rabu Pekan Depan

"Kelihatannya reshuffle akan di launching Rabu depan," kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin

Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah
Indonesia
Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah

"Khutbah pun dilakukan secara singkat dengan tetap melakukan rukun khutbah paling lama 20 menit," tutur Gus Muhdlor.