Erdogan Bertekad Terus Gencarkan Operasi Militer di Wilayah Suriah Utara Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan (Foto: xinhua)

MerahPutih.Com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (9/3) menyatakan angkatan bersenjata Turki akan terus melakukan operasi militer di Suriah. Operasi tersebut akan menyasar wilayah Suriah Utara setelah Afrin dan Manbij kembali ke tangan pemerintahan Bashar al- Assad.

Lebih lanjut Erdogan menegaskan operasi militer di utara Suriah difokuskan untuk mengusir para pemberontak Kurdi dari perbatasan Tukur dan Suriah.

Turki, yang meluncurkan operasi di wilayah Suriah barat laut, Afrin, pada Januari mengancam untuk bergerak lebih jauh ke wilayah timur, Manbij, tempat pasukan YPG Kurdi Suriah dikerahkan.

Langkah itu membuat pasukan Turki menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan Pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di sekitar kota.

Pada Kamis, menteri luar negeri Turki sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan pasukan Turki akan menyelesaikan serangan di Afrin pada Mei dan akan melakukan serangan gabungan bersama Baghdad terhadap gerilyawan Kurdi di Irak pascapemilihan umum parlemen Irak.

Sementara di kawasan lain Suriah, sebanyak 13 truk yang berisi bantuan pada Jumat mulai memasuki Kabupaten Douma, yang dikuasai gerilyawan, di Ghouta Timur, pinggir timur Ibu Kota Suriah, Damaskus, kata juru bicara Palang Merah kepada Xinhua.

Semua 13 truk yang berisi bantuan tersebut adalah bagian dari 46 truk yang memasuki Douma beberapa hari sebelumnya, tapi tak bisa membongkar muatan tepat pada saatnya akibat situasi di lapangan, kata Inji Sedky, Juru Bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Beberapa pegiat mengatakan semua 13 truk bantuan itu harus meninggalkan Douma akibat pemboman oleh pasukan pemerintah, sementara pemerintah mengatakan menyatakan pemboman oleh gerilyawan menghalangi pembongkaran muatan sisa truk sebelum mereka bersiap lagi untuk memasuki Douma pada Jumat.

Sementara itu, Sedky mengatakan semua 13 truk tersebut berisi 2.400 paket makanan dan 3.240 kantung tepung gandum.

Lembaga kemanusiaan PBB telah menyuarakan kekhawatiran mengenai situasi keamanan yang bertambah buruk di wilayah itu, tempat pegiat mengatakan lebih dari 800 orang telah tewas sejak penghujung bulan Februari akibat pemboman sengit dan bentrokan militer di daerah Ghouta Timur.

Militer Suriah telah merebut 52 persen Ghouta Timur dalam beberapa hari belakangan ini, sebagai bagian dari serangan luas untuk mengusir gerilyawan dari daerah penting tersebut di pinggir timur Damaskus.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH